Jum'at, 19 Juli 2019

Genmuda – Penayangan “Ghost in the Shell” (GITS) di bioskop di Indonesia tinggal menghitung jam doang. Posternya udah masuk daftar coming soon dan papan iklan digital, sementara beritanya makin sering dibahas berbagai media.

Isi beritanya kebanyakan ngomong soal salah casting. Harusnya, aktris yang meranin Mayor Motoko Kusanagi bukan Scarlett Johansson tapi sosok yang bermuka Jepang. Nama tokoh utamanya aja Motoko, Jepang banget kan.

Terlepas dari kritik tadi, Masamune Shirow yang membuat manga dan menyutradari anime lepasnya ngerasa oke-oke aja kalo cyborg polisi ciptaan doi dimainkan orang kulit putih. Jadi, jangan anggap remeh filmnya sebelum nonton.

Rupert Sanders yang menyutradarai adaptasi live-action yang digodok sejak 2008 ini mencoba ngasih kejutan spesial buat para fans. Berdasarkan daftar pemain dan trailer, keliatan kalo narasi beberapa anime GITS bakal digabung jadi satu. Di bawah ini, adalah beberapa adegan kece yang harus banget tampil di filmnya.

1. Kelahiran Motoko Kusanagi

via pinterest.com

Kemajuan teknologi animasi yang dimiliki Hollywood seharusnya bikin adegan pembuatan cangkang (shell) robot Major Kusanagi jadi lebih menarik. Genmuda.com udah ngebayangin masing-masing body parts polisi Section 9 itu dibongkar-pasang mesin pabrik, dicat, hingga akhirnya kelopak mata Kusanagi terbuka.

Di anime terbitan 1995-nya, adegan yang muncul ketika credit awal itu juga muncul di film “The Matrix” (1999) dan season pertama serial “Westworld” (2016). Seandainya Rupert Sanders emang sutradara jago, adegan pembuatan robot ala doi harusnya juga jadi inspirasi banyak film mecha-cyborg selanjutnya.

2. Dialog introspeksi diri

via pinterest.com

Motoko Kusanagi bukanlah Motoko Kusanagi tanpa dialog filosofis. Di anime, robot yang hobinya menyelam untuk menghilangkan stres ini kerap mempertanyakan eksistensinya. Apakah dia sepenuhnya robot? Atau, dia tetap manusia karena alam sadarnya (ghost) masih berasal dari otak fisiknya dulu?

Jamie Moss dan William Wheeler yang menulis naskah live-action GITS seharusnya engga kalah dari Shirow dulu. Moss seharusnya lebih paham cara bikin naskah film polisi karena sebelumnya udah pernah ngegarap “Street Kings” (2008). Sementara itu, Wheeler yang pengalaman bikin naskah serial sejarah “Empire” (2005) harusnya bisa menyajikan dialog filosofis si Major jadi lebih gampang dipahami.

3. Togusa dengan aksi revolvernya

via giphy.com

Aksi tembak-tembak Togusa dengan revolver Mateba andalannya di anime (sejujurnya) engga begitu seru. Adegannya polos gitu aja tanpa putar-memutar pistol dan quick draw layaknya koboi di “The Magnificent Seven” (2016) atau teknik memantulkan peluru kayak yang biasa dilakukan Revolver Ocelot di game “Metal Gear Solid” (1998) (Liat klip pendek di atas kalo mau tau Revolver Ocelot).

Kalo emang tim produksi yang dibawa Paramount Picture menyadari hal itu, seharusnya dua film yang Genmuda.com sebutin tadi dijadiin inspirasi untuk adegannya Togusa. Keren aja gitu kan nontonin manusia biasa ngelawan robot pakai teknik tembak-menembak klasik.

4. Mecha battle

via tumblr.com

Hollywood udah jago soal CGI adegan berantem antar robot (mecha) yang melibatkan ratusan selongsong peluru dan berkilo-kilogram bahan peledakReferensi mereka udah banyak juga sih, sebut saja segala serial “Transformers” (2007-2017), “Terminator” (1984-2015) “Battleship” (2012), dan “Pacific Rim” (2013).

5. Adegan menghilang

via giphy.com

Adegan terakhir adalah bagian yang pastinya paling ditunggu-tunggu para cowok. Untuk melakukan kekuatan utamanya, Major Kusanagi perlu melepas semua pakaian hingga tersisa kulit cyborgnya saja. Di anime tahun 1995, ada paling engga tiga adegan “telanjang” sang mayor.

Semoga jumlah adegan yang nampilin lekuk tubuh Scarlett Johansson makin banyak dan lama di versi live action kali ini. Tentu aja adegannya engga bakalan vulgar karena tubuh doi kan robot di film ini. Jangan jorok dulu, dong. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.