Jum'at, 19 Juli 2019

Genmuda – Ada banyak kenangan masa remaja yang engga bakal dikangenin saat udah beranjak tua dewasa di usia berkepala dua. Misalnya aja, guru nyebelin, momen ketika salah pakai baju seragam, saat ditolak gebetan, atau jerawat (pastinya).

Semua memori buruk itu bisa dilupain seiring berjalannya waktu, kecuali jerawat bagi sebagian orang. Soalnya, titik-titik merah yang sakit dan mengganggu penampilan itu juga bisa muncul di kulit sejumlah orang berusia 20 tahun ke atas.

Ada juga yang jerawatnya lagi “panen-panennya” di usia 21 tahun, bukannya 12 tahun seperti kebanyakan orang. Jadi, gimana cara menyikapi efek perubahan hormon dan pengaruh kotoran di usia yang engga remaja lagi? Cari tau di bawah ini:

1. Ganti sabun muka

via gurl.com

Coba ganti sabun muka kalo misalnya jerawat engga hilang-hilang setelah belasan tahun. Siapa tau formula di dalam sabunnya engga cocok sama kondisi kulit kamu. Kalo perlu, coba gati sabun muka yang mengandung 2% salicylic acid yang bisa membersihkan kulit mati lebih ampuh dari sabun muka biasa.

2. Kenali jenis jerawat

Apakah jerawat kamu merah merona? Kalo iya, mungkin itu disebabkan sama bakteri yang bikin pori-pori bengkak. Mengutip WebMD.com, kamu butuh obat muka khusus yang mengandung Benzoyl peroxide untuk mengatasi jerawat-bakteri. Coba konsultasi ke dokter kulit biar dikasih resep yang lebih ampuh.

3. Kurang-kurangin pake make-up

via istimewa

Karena wajah kamu bukan kertas buram yang khusus dicoret-coret saat ujian doang, engga ada salahnya kok mengurangi pemakaian tata rias. Selain mencegah partikel riasannya menyumbat pori-pori hingga mengakibatkan jerawat, kamu juga bisa mengirit uang lebih banyak lagi.

4. Ganti produk kesehatan rambut

Apa hubungannya rambut dengan jerawat? Banyak. Kotoran yang nempel di rambut juga bisa jadi penyebab jerawat ketika nempel di kulit wajah. Bagi yang rambutnya pendek, biasanya area dahi yang jadi “ladang” sementara bagi yang berambut panjang praktis ladangnya di seluruh area wajah.

Jadi, coba ganti produk kesehatan rambut yang lebih membersihkan dan mencegah ketombe. Buat cowok-cowok, coba kurangi segala jenis pomade karena rambut kamu bukan adonan roti yang harus diminyakin dulu sebelum masuk panggangan.

5. Jauhi polusi

via tumblr.com

Makin mobile gaya hidupnya, makin besar juga kemungkinan jerawat mengganggu para 20 somethings. Korban utamanya tentu warga perkotaan yang engga pernah bisa lepas dari polusi. Biar engga dihantui asap terus, coba sesekali berkendara naik kereta, pakai masker, atau pakai helm full face bagi yang naik motor.

6. Terapi LED

Situs glamour.com, Oktober 2016 bilang kalo cahaya lampu LED biru dan merah baik untuk mengatasi jerawat. Cahaya merahnya berfungsi mengatasi pembengkakak dan cahaya biru untuk membunuh bakteri penyebab jerawat. Kamu bisa mendapatkan terapi macam ini di klinik atau bisa juga dengan lampu LED buatan sendiri di rumah.

7. Berlibur

via giphy.com

Yup. Berlibur. Mau naik gunung, ke pantai, atau berdiam diri di dalam rumah kayak orang goa, terserah. Yang penting, pikiran dibawa bersantai supaya engga stres, karena stres bikin hormon engga stabil. Apa akibat hormon engga stabil? Jerawatan kayak anak baru gede.

8. JANGAN DIPENCET!

Sama seperti waktu remaja, jerawat usia 20an juga engga boleh dipencet karena bisa nimbulin bekas berbentuk kawah di kulit. Engga mau kan muka kamu dibilang seperti permukaan Bulan atau malah Planet Mars.

Kesimpulannya selama hormon kamu engga stabil dan wajah selalu terkena kotoran, jerawat bakal selalu mengancam harga diri anak muda. Engga mau itu kejadian kan? (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.