Senin, 24 Februari 2020

Genmuda – Festival musik tahunan yang diselenggarakan oleh BSO Band Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia tahun ini bisa dibilang berhasil menoreh kesuksesan. Selain menghadirkan sederet musisi keren, baik lokal dan mancanegara, 6th Music Gallery juga dipenuhi sesak nafas ratusan remaja penikmat musik indie.

Yap! Music Gallery memang sebuah festival tahunan musik indie berkelas internasional yang selalu membawa musisi mancanegara, dan juga lokal dari beragam genre. Tahun ini khususnya, mereka mendatangkan dua musisi internasional asal Australia, Panama dan Last Dinosaurs.

Antrian dibuka sejak pukul 2 siang, ditemani gerimis kecil yang sempat membasahi Kuningan City Mall dan sekitarnya, tempat acara diselenggarakan. Lantai teratas, yang juga menjadi lahan parkir disulap sedemikian rupa menjadi satu dari dua panggung yang dihadirkan, yakni Intimate Stage. Sementara panggung kedua, Fluorescent Stage berada tepat satu lantai di atasnya, di Kuningan City Ballroom.

Suasana di luar panggung 6th Music Gallery (Foto: Genmuda/2016 Bobi Brilyan)
Suasana di luar panggung 6th Music Gallery (Foto: Genmuda/2016 Bobi Brilyan)

Kedua panggung tersebut dipisahkan oleh lengkungan jalur kendaraan, yang sejenak beralih fungsi menjadi tempat berlalu lalang para pengunjung dari satu panggung ke panggung lainnya. Keduanya sama-sama menghadirkan sederet penampilan ciamik. Perbedaannya hanya terletak di suasana panggung, Intimate Stage disuguhkan ala outdoor, sementara Flourescent Stage menjadi satu-satunya panggung indoor  di mana Panama dan Last Dinosaurs membawakan lagu-lagu mereka.

Suasana mulai ramai ketika Dried Cassava dan Kelompok Penerbang Roket menyapa para pengunjung yang telah melewati gerbang tiket. Kedua band asal Jakarta tersebut tampil sesuai jadwal, yaitu pada pukul 4 sore, dan satu jam berikutnya giliran Kelompok Penerbang Roket. Menjelang maghrib, penampilan Elephant Kind di Flourescent Stage akhirnya dipadati ribuan pasang mata.

Setelah penampilan dari band asal Bandung, Tiga Pagi, para pengunjung bergerilya menuju Flourescent Stage yang menjadi panggung Panama. Kondisi saat itu bisa dibilang ‘Wow!’. Bagaimana tidak, rasanya untuk bergerak meregangkan tangan saja ruang yang tersedia sangat minim. Kuningan City Ballroom dipenuhi para pengunjung dengan hiruk pikuknya masing-masing menunggu kemunculan Panama.

Penampilan Panama di 6th Music Gallery Suasana di luar panggung 6th Music Gallery (Foto: Genmuda/2016 Bobi Brilyan)
Penampilan Panama di 6th Music GallerySuasana di luar panggung 6th Music Gallery (Foto: Genmuda/2016 Bobi Brilyan)

Sebagai pembuka, Panama membawakan lagu ‘How We Feel’. “Hi, Indonesia, nama saya Panama,” ujar McCleary yang membuat para pengunjung bersorak. “Kalian luar biasa. Saya senang banyak sekali yang datang dan tau lagu-lagu Panama,” sambungnya di tengah-tengah penampilan. Panama berhasil menyihir para pengunjung mengiringi penampilan mereka. Gemuruh suara pengunjung pun secara berjamaah melantunkan lirik-lirik dari beberapa lagu yang mereka bawakan.

Lepas dari keramaian dengan raut senyum, para pengunjung masih tidak henti-hentinya dibuat gundah untuk memilih panggung mana yang selanjutnya dipilih. Kedua stage, Intimate dan Flourescent sama-sama berisikan musisi keren, antara lain Mondo Gascaro x Danilla, Maliq & D’Essentials, The Adams, dan Silampukau sebelum sampai ke penghujung acara, Last Dinosaurs dan Float.

Tidak sedikit para pengunjung meregangkan kaki dan berjejer duduk di luar, beratapkan langit malam dengan udara yang cukup dingin. Gemerlap cahaya lampu-lampu malam terlihat dari ketinggian, menemani suara nyanyian yang terdengar samar-samar dari para penampil.

“Festival kayak gini tuh jarang banget. Yang paling oke, acaranya tuh di atas gedung, ada outdoor dengan ketinggian yang cukup tinggi, keren abis,” ujar Amoroso, salah satu personil Sentimental Moods, band yang juga memeriahkan 6th Music Gallery.


Sentimental Moods sendiri sedang disibukan dengan penggarapan album kedua mereka. Sejauh ini, sudah ada 11 lagu yang kemungkinan akan menjalani proses rekaman di bulan puasa mendatang. Dalam waktu dekat, unit ska Ibukota ini juga akan mengeluarkan video klip terbaru berjudul ‘Won’t Fade Away’, salah satu lagu dari album perdana mereka ‘DestinasiEmpat’.

Menurut salah satu pengunjung yang bernama Agustinus, acara Music Gallery yang ke-6 ini sangat worth it, “Sebelumnya gue gak pernah dateng acara Music Gallery. Pas dateng yang ke-6 ini worth it lah, dengan harga tiket yang segitu artisnya banyak banget, ada internasional artis juga,” kata Agus. “Tempatnya juga gokil sih. Antara stage pertama dan kedua tuh di puncak gedung gitu dan jadi smoking room besar buat yang dateng.”

Dari tahun ke tahun, Music Gallery memang punya kisah yang tertanam di hati para penikmat musik indie. Tahun lalu, mereka berhasil menggandeng Tahiti 80 dari Perancis. Kira-kira untuk tahun depan siapa yah, Kawan Muda? See you next year!

(sds)

Comments

comments

Bobi Brilyan Bastenjar
Valar Morghulis