Senin, 3 Agustus 2020
Hiburan

Tampil 1,5 Jam Nonstop Lewat ‘Hypnagogic Journey’, Bottlesmoker Beri Nuansa Berbeda di Printemps Français 2016

Bottlesmoker di pertunjukan 'Hypnagogic Journey' di Auditorium IFI Jakarta, Jumat (3/6) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)

Genmuda – Rangkaian Festival Printemps Français 2016 masih belum usai nih, Kawan Muda. Turut meriahin acara, ada Bottlesmoker loh yang baru aja tampil di Institut Prancis di Indonesia (IFI), Jakarta, Jumat (3/6).

Engga kayak penampilan mereka yang biasanya, kali ini Bottlesmoker tampil dengan ngusung sebuah tema, yaitu ‘Hypnagogic Journey’. Jakarta pun jadi kota kedua setelah sebelumnya konsep teatrikal semacam itu mereka tampilin di Bandung buat pertama kalinya.

FYI, konsep teatrikal yang dimaksud Bottlesmoker adalah pementasan musik elektro yang ngelibatin seniman dari berbagai disiplin seni. Para seniman itu adalah Wanggi Hoed dengan seni pantomim, Permata dengan body movement dan pembacaan puisi, serta killerafternoon dengan life-visual. Sama kayak Bottlesmoker, ketiganya juga ‘lulusan’ program residensi seni di Festival Printemps Français 2013.

Angkuy, Permata, Nobie, dan Wanggi di sesi wawancara dan meet & greet jelang pertunjukan 'Hypnagogic Journey' di Auditorium IFI Jakarta, Jumat (3/6) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)
Angkuy, Permata, Nobie, dan Wanggi di sesi wawancara dan meet & greet jelang pertunjukan ‘Hypnagogic Journey’ di Auditorium IFI Jakarta, Jumat (3/6) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)

Intinya ‘Hypnagogic Journey’ ini mencoba membuat pertunjukan musik elektronik yang berbeda. Saya dan Nobie melihat bahwa pertunjukan elektronik itu sama saja, dalam artian musiknya up beat, penuh dengan lampu-lampu, dan visual yang berbau pesta. Menurut kami, sebenarnya musik elektronik tidak hanya di situ. Kami mencoba memasukkan unsur-unsur seni yang lain. Kami mencoba untuk membuat semacam referensi yang baru, engga harus yang itu-itu saja,” jelas Angkuy saat ditemui di IFI Jakarta.

Nah, terkait kolaborasinya dengan Bottlesmoker, Permata ngakuin bahwa pertunjukan mereka kali ini terbilang menarik karena dirinya harus ngelakuin dua hal sekaligus. “Biasanya saya bergerak saja, tapi sekarang saya juga harus membacakan sesuatu. Saya minta Bottlesmoker tulis dulu kata-kata yang merepresentasikan lagunya, akhirnya suami saya yang bikinin [puisinya]. Ini pengalaman yang cukup menyenangkan dan baru, jadi saya juga menunggu gimana tanggapan dari yang nonton,” ungkapnya.

Sebaliknya, Wanggi ngakuin kalau berkolaborasi bareng musisi elektronik jadi tantangan tersendiri baginya karena banyak seniman pantomim yang belum masuk ke ruang tersebut. Doi pun ngebebasin penonton buat ngeinterpretasiin cerita yang berusaha dibangunnya di pertunjukan ‘Hypnagogic Journey’. “Cerita yang saya buat balik lagi kepada penonton. Bottlesmoker sudah menyerahkan bunyi-bunyinya dan saya dengarkan. Pada akhirnya, semua akan jadi pengalaman perjalanan,” ujarnya.

Wanggi dan Permata di pertunjukan 'Hypnagogic Journey' di Auditorium IFI Jakarta, Jumat (3/6) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)
Wanggi dan Permata di pertunjukan ‘Hypnagogic Journey’ di Auditorium IFI Jakarta, Jumat (3/6) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)

Sementara itu, pada pertunjukan ‘Hypnagogic Journey’, Bottlesmoker sendiri kembali ngeeksplorasi beragam alat dan bunyi. Mulai dari stetoskop yang terinspirasi dari sebuah film sampai kipas angin bulat yang ngerepresentasiin vinyl, semua alat tersebuat mereka pakai dalam eksperimen buat ngehasilin beragam bunyi baru. Bahkan, mereka juga ngegunain permainan Donkey Kong yang dimodifikasi jadi sensor cahaya dan sejumlah lampu neon yang “cukup random“.

“Kami tertarik dengan banyak lampu-lampu yang sangat keren. Kami tanya harganya mahal, terus kami coba bikin ternyata bisa. Meskipun dari lampu neon, semoga bisa mewakili. Itu yang cukup random, masih prototipe,” beber Angkuy.

Lantas, gimana sih jalannya pertunjukan ‘Hypnagogic Journey’? Secara keseluruhan, Bottlesmoker maupun para seniman lainnya udah berhasil ngehibur sekaligus nyihir para penonton lewat penampilan mereka. Salah satu contohnya adalah Satria, yang memang udah ngikutin perjalanan musik Bottlesmoker sejak beberapa tahun yang lalu.

Bottlesmoker di pertunjukan 'Hypnagogic Journey' di Auditorium IFI Jakarta, Jumat (3/6) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)
Bottlesmoker di pertunjukan ‘Hypnagogic Journey’ di Auditorium IFI Jakarta, Jumat (3/6) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)

Buat saya, Bottlesmoker musiknya sangat enak, membawa emosi. Yang ini lebih asyik karena ada pantomim dan puisi, jadi penampilannya lebih kaya. Apalagi yang awal, sangat menggugah penampilannya,” kata Satria.

Namun demikian, Angkuy ngakuin bahwa sebelum tampil dirinya sempat ngerasa deg-degan. Untungnya, semua bisa berjalan sesuai rencana dan jadi pengalaman yang nyenengin. Dirinya pun berharap ‘Hypnagogic Journey’ bisa ditampilin pula di tempat-tempat lain.

Feel-nya lebih enak di sini [Jakarta] karena banyak hal-hal baru yang kami bawa. Kalau di Bandung dulu itu outdoor dan emosinya campur aduk dengan cuaca. Ini 50% bawa yang baru daripada yang di Bandung, jadi emosinya lebih dinamis, durasinya lebih lama, dan all-out-nya juga lebih banyak,” ungkap Angkuy saat ditemui Genmuda.com usah pertunjukan ‘Hypnagogic Journey’.

Penonton diberi kesempatan melihat alat-alat yang dipakai Bottlesmoker di atas panggung usai pertunjukan 'Hypnagogic Journey' di Auditorium IFI Jakarta, Jumat (3/6) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)
Penonton diberi kesempatan melihat alat-alat yang dipakai Bottlesmoker di atas panggung usai pertunjukan ‘Hypnagogic Journey’ di Auditorium IFI Jakarta, Jumat (3/6) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)

JSYK, saat di Bandung, Bottlesmoker cuma ngebawain tiga lagu (atau lebih tepatnya sesi), yaitu ‘Session 1’, ‘Session 2’, dan ‘Session 3’ dari album ‘Hypnagogic’. Saat di Jakarta, mereka turut ngebawain empat lagu tambahan, dengan tiga di antaranya merupakan lagu buat album terbaru mereka dan satu sisanya berasal dari album pertama mereka, ‘Slo Mo Smile’.

“Ini sebenarnya yang kami cita-citakan untuk di setiap pertunjukan, membuat semacam emosi yang kami atur. Kalau di reguler, kami harus nyapa dan ngobrol. Kalau di sini, kami bikin mood yang dinamis. Malah kami memang sukanya kayak gini. Kalau ada jeda dulu, jadinya kayak terganggu serta harus membangun lagi mood dan imajinasinya,” tandas Angkuy.

Well, selamat deh buat Bottlesmoker dan para musisi lainnya yang udah terlibat dalam ‘Hypnagogic Journey’. Buat kamu yang tadi malam engga sempat nonton, kamu sebenarnya rugi banget nih, Kawan Muda. Gimana engga? Dengan tiket seharga 100 ribu rupiah, kamu engga cuma bisa nikmatin pertunjukan, tapi juga dapat CD ‘Hypnagogic’ yang limited edition. Kira-kira kota mana lagi ya yang bakal beruntung ngerasain pengalaman serupa? (sds) 

Comments

comments

Gabrielle Claresta
Eccentric daydreamer