Sabtu, 8 Agustus 2020

Genmuda – Gaya hidup dan kemajuan teknologi gak selalu ngasih kita manfaat positif. Nyatanya semakin berkembangnya teknologi, semakin besar juga risiko generasi millenial kayak kamu, iya kamu yang lagi baca artikel ini, terkena penyakit berbahaya.

Gara-gara kebanyakan makan junk food, mantengin medsos di malam hari, jarang tidur karena galau gak karuan, hingga males olahraga, menjadi beberapa faktor penyakit berbahaya kayak diabetes bisa menyerang kamu di usia muda.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan RI. Di tahun 2013 aja penderita Diabetes udah mencapai angka 9,1 juta jiwa. Jumlah ini pun bakalan terus bertambah, dan diprediksi pada tahun 2030 akan mencapai 21,3 juta jiwa.

Dalam data dari WHO juga menempatkan Indonesia berada di urutan ke-4 sebagai negara dengan prevalensi diabetes tertinggi di dunia, setelah India, China, dan Amerika Serikat. Bahanya lagi, jumlah itu terus bertambah karena banyak orang yang gak sadar sama gejala diabetes tipe 2.

“Lebih dari 60 persen pengidap diabetes tidak sadar kalau terkena diabetes. Kebanyakan datang ke dokter sudah dalam kondisi komplikasi,” ungkap Ahli Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran (FK) UGM, dr. R. Bowo Pramono, Sp.PD.KEMD(K) dari situs resmi UGM.

Apa beda diabetes tipe 1 dengan tipe 2?

Secara sederhana diabetes tipe 1 terjadi akibat organ pankreas kamu gak bisa menghasilkan insulin untuk mengatur kadar gula di darah. Oleh sebab itu diabetes tipe 1 sering disebut diabetes ketergantungan insulin yang sampe saat ini belum diketahui pasti apa penyebabnya.

Sedangkan diabetes tipe 2 justru rentan dialami oleh anak muda, gengs. Gelajanya disebabkan karena berkurangnya produksi insulin dalam tubuh atau sel-sel tubuh jadi gak responsif sama insulin. Penyebabnya bisa karena gaya hidup gak sehat dan kurang gerak fisik.

Singkatnya, diabetes tipe 1 emang gak bisa dicegah, sedangkan diabetes tipe 2 dapat dicegah lewat gaya hidup sehat, rutin olahraga, menjaga berat badan ideal, serta menjaga makanan yang dikonsumsi setiap hari.

Terus apa ciri-ciri diabetes tipe 2?

Jika sebelumnya penderita diabetes tipe 2 menyerang usia 40 tahun ke atas dengan barat badan berlebih, maka pada jaman sekarang anak-anak di bawah usia 18 tahun udah bisa terkena diabetes. Bahkan, diabetes gak melulu menyerang orang gemuk, loh.

“Belum tentu orang kurus itu terbebas dari diabetes, kemungkinan tersebut (diabetes) tetap saja ada.” terang Dr. Wina S, Sp.GK kepada Genmuda.com.

Namun demikian beberapa gejala umum yang dapat ditimbulkan oleh diabetes pada anak muda sebenarnya bisa diketahui. Berikut beberapa ciri-cirinya:

1. Sering haus

Minum air putih emang bisa menjaga kadar ari dalam tubuh kamu, tapi kalo keseringan haus (bukan karena habis olahraga ya) menjadi tanda kalo kadar gula darah kamu meningkat.

2. Sering buang air kecil

Penderita diabetes punya kelebihan gula dalam aliran darah mereka. Oleh sebab itu, tubuh akan berusaha membuat kelebihan gula lewat urin. Semakin sering kamu buang air kecil, terutama di malam hari, bisa jadi ciri-ciri dasar penyakit diabetes.

3. Banyak makan

Tanpa disadari, saat kadar gula darah kamu naik sel-sel tubuh kamu juga memerlukan banyak oksigen dan energi yang cuma bisa kamu dapetin dari makanan. Sehingga kebanyak orang diabetes bawaannya laper melulu sehingga berat badan mereka bertambah.

4. Gampang capek

Masih berhubungan sama poin sebelumnya. Kamu udah makan banyak, tapi tubuh kamu masih aja ngerasa capek? Nah, itu dikarenakan glukosa dalam darah kamu meningkat, sehingga beberapa sel dalam tubuh jadi kekurangan oksigen.

5. Pandangan kabur

Ciri ini merupakan masalah sementara, namun masih berkaitan dengan kadar gula darah yang terlalu tinggi di dalam tubuh yang menyebabkan lensa mata membenkak sehingga menyebabkan gangguan penglihatan.

6. Luka susah sembuh

Seperti yang kebanyakan kita tau, kurangnya sel darah putih di dalam tubuh pada penderita diabetes menyebabkan proses penyembuhan luka di tubuh mereka lebih lama sembuhnya ketimbang orang yang gak mengidap diabetes. Tapi kalo luka di hati susah sembuh, itu gejala susah move on. (Yaelah)

7. Sering kesemutan di tangan dan kaki

Pengidap diabetes tipe 2 memiliki risiko kerusakan saraf ringan yang menyebabkan kesemutan di tangan dan kaki. Biasanya gelaja ini bakal berlangsung cukup sering, baik saat sedang beraktivitas atau sedang tidur di malam hari.

8. Berat badan turun drastis tanpa sebab

Banyak orang keburu seneng begitu tau berat badan mereka turun drastis, padahal tanda gak wajar ini menjadi indikasi kalo tubuh kamu itu perlu insulin. Apalagi kalo kamu gak punya riwayat penyakit yang mengakibatkan berat badan kamu berkurang tanpa sebab.

Apa solusinya?

via: Pop Sugar

“Penyakit diabetes tipe 2 biasanya butuh bantuan obat-obatan untuk menjaga keseimbangan kadar gula darah dan bisa diantisipasi. Sebaliknya, kalo diabaikan justru (diabetes) bisa menimbulkan berbagai komplikasi, seperti jantung, stroke, hingga risiko keguguran bagi ibu hamil.” pungkas Dr. Wina.

Nah, kalo kamu udah punya gejala seperti yang dijelaskan di atas dianjurkan untuk melakukan proses pemeriksaan gula darah sedini mungkin sambil menerapkan gaya hidup sehat. Kalo kamu bisa dicegah dari serang, kenapa harus nunggu sakit. Tul gak?

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.