Jum'at, 7 Agustus 2020

Genmuda – Dasar teknik survival, pengetahuan geografis, dan pemahaman biota laut penting banget diketahui sebelum berkunjung ke laut, baik itu buat piknik di pinggir pantainya aja atau pengen sampai nyelem.

Pengetahuannya bisa menghindari kamu dari bahaya yang menganccam di pantai. Seperti halnya naik gunung, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai kalo liburan ke laut. Misalnya aja kayak 10 hal di bawah ini, gaes:

1. Minimal bisa ngapung

via: Genmuda.com
(Sumber: Istimewa)

Mengingat cuma orang yang bisa adaptasi yang bisa bertahan hidup, kemampuan mengapung dan cara ambil napas harus dimiliki. Teknik dasar itu sangat berguna terutama kalo kamu (amit-amit) kejebak di laut. Kalo bisa renang lebih baik lagi. Latihan ngapung sebenernya gampang dan bisa kamu lakuin di tiap kolam renang sebelum pergi ke laut. Minta tolong aja sama penjaga kolamnya kalo takut latian sendirian.

2. Arus laut

via lacounty.gov
Bagan arus laut berbahaya, atau yang orang sebut sebagai RIP Current. (Sumber: lacounty.gov)

Arus laut juga harus diwaspadai karena tiap tahunnya menelan lebih banyak korban daripada hiu putih ganas. Tiap tahun, livescience.com mencatat ada 100 orang keseret ombak dan tenggelem. Dari atas, permukaan airnya keliatan tenang tapi arus di bawahnya sangat deres dan menyedot. Jadi pastiin ke penjaga atau kuncen pantai kalo tepi pantai yang dikunjungi aman.

3. Pantai curam

via flickr.com
Pantai curam. Hati-hati. (Sumber: flickr.com)

Jangan sesekali anggep remeh papan peringatan pantai curam. Seperti arus laut, mata manusia engga bisa pastiin kondisi daratan di bawah permukaan air. Orang yang lagi keasikan jalan-jalan di bibir pantai bisa kelelep karena engga menginjak dasar pantai yang mendadak dalem. Ada loh kondisi geografis yang kayak gitu, misalnya di selatan Jawa.

4. Tekanan air

via scubadiving.com
(Sumber: scubadiving.com)

Engga jarang, atrasksi tepi laut nyediain spot snorkeling dan diving. Meski ada guidenya, kamu harus tetep waspada sama batas tekanan air yang bisa kamu tahan. Makin dalem nyelem, makin besar tekanannya. Kalo kuping udah terasa pening atau bindeng, itu tanda batas terdalam yang bisa kamu tempuh. Jangan dipaksain supaya engga ada kerusakan internal tubuh. Perlu latihan rutin supaya daya tahan tubuh meningkat perlahan.

5. Ular laut

via pecintabinatang.com
(Sumber: pecintabinatang.com)

Semua laut di Asia Tenggara adalah habitatnya ular laut (Hydrophidae) dengan bisa hingga 60 kali lebih beracun dari kobra. Ketika kegigit, racunnya bisa segera ngelumpuhin fungsi jantung. Spesies berbahaya itu biasa ditemuin di sela-sela terumbu karang, tapi kadang juga bisa main ke tepi pantai. Jadi jangan sampai ketuker antara Hydrophidae dan belut, ya.

6. Bulu seribu

via goblue.or.id
Bulu seribu bentuknya mirip karpet beludru tapi beracun. (Sumber: goblue.or.id)

Waktu ngeliat bintang laut yang ada banyak tentakel imut-imutnya, hati-hati. Bisa jadi itu bulu seribu (Acanthaster planci) yang mengandung racun di tiap ujung bulu-bulunya. Sengatannya bisa bikin bengkak, berdarah, demam, bahkan mual hingga seminggu. A planci biasanya berwarna cokelat muda, abu-abu, dan hijau kalem tapi ada juga yang warnanya mencolok.

7. Ubur-ubur

via kidnesia.com
Hati-hati sama tentakelnya ubur-ubur. (Sumber: kidnesia.com)

Di film ‘Spongebob Squarepants’ kan udah jelas. Ubur-ubur itu beracun yang efeknya ada yang bikin gatel tapi ada juga yang bisa nyebabkan kematian. Kalo di laut, ubur-ubur bentuknya mirip plastik transparan tapi dengan ratusan tentakel beracun.

8. Pari

via satujam.com
Bentuknya mirip karpet terbang tapi bahayanya sangat. (Sumber: satujam.com)

Kamu tau Steve Irwin sang penakluk buaya dan berbagai hewan buas lainnya? Tau kenapa doi bisa meninggal? Karena kesengat ekor beracun ikan pari waktu doi lagi ngejelasin struktur badan ikan itu di hadapan kamera. Engga lama setelah kesengat, badannya langsung lemes, tumbang, dan doi gagal diselamatkan. Ikannya engga ganas, kok. Tapi mereka engga ragu nyerang kalo terusik.

9. Ikan batu

via wikimedia.org
Spesies ikan batu dengan bintik oranye. (Sumber: wikimedia.org)

Waktu mengunjungi terumbu karang, hati-hati sama ikan batu (Synanceia verrucosa). Tubuhnya berbonggol-bonggol cokelat kelabu dengan bintil oranye, mirip karang tapi nyembunyiin duri yang mengandung racun. Efeknya bisa bikin shock, kelumpuhan, bahkan kematian jaringan. Bahaya banget apalagi buat orang yang udah terlalu tua, anak-anak, atau yang sistem imunnya lemah.

10. Bulu babi

via genmuda.com
Bulu babi di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta. (Sumber: Istimewa)

Bulu babi juga dikenal dengan sebutan landak laut (Echinoidea). Bentuknya bulat, kecil, dipenuhi duri, dan tinggal di laut dangkal hingga kedalaman 5.000 meter. Warnanya hitam, hijau kusam, cokelat, ungu kebiruan, dan merah. Kalo ketusuk, durinya harus segela dicabut sebelum racunnya bikin bengkak, infeksi, dan racunnya kesebar ke mana-mana. Bahaya juga loh, gaes. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.