Minggu, 25 Februari 2024

Genmuda – Penting banget buat masa depan tapi jarang dibahas di sekolah dan kuliah. Seperti itulah nasib ilmu membuat surat lamaran kerja. Sebuah surat pengantar resume atau CV yang menentukan nasib diterima atau engganya di kantor favorit.

Forbes.com, 2014, bilang kalo teorinya, surat lamaran kerja ditulis formal tapi tetep enak dibaca. Gak panjang-panjang amat tapi ngejelasin semua maksud dan tujuan pengirim. Lalu, perlu menarik tapi gak boleh norak. Nah loh. Ribet banget, kan.

Setinggi apapun nilai rapor, ujian nasional, IP, dan IPK, jangan ngarep panggilan kerja dateng segencar SMS dari operator kalo gak bisa bikin surat lamaran kerja kayak teorinya itu. Jadi, hindari banget kesalahan menulis surat lamaran kerja di bawah ini.

1. Pakai contoh dari halaman satu Google

via giphy.com

Ada 521 ribu hasil pencarian “surat lamaran kerja” dan 7,75 juta hasil pencarian “cover letter template” di Google, Senin (31/7). Hasil pencarian halaman satunya nunjukin contoh-contoh yang emang sesuai harapan kantor karena tepat secara teori.

Sayangnya, jutaan orang memakai contoh bagus halaman satu itu sehingga format surat-surat lamaran kerja yang diterima kantor pada seragam. Baiknya sih, bikin surat yang original supaya dianggap kreatif dan gak disangka copy-paste.

2. Gak sapa pembaca suratnya

Pastiin nama kepala HRD, direktur, atau orang-orang penting yang merupakan para pengambil keputusan diketahui sebelum nulis surat. Jadi, surat itu bisa ditujuin langsung kepada mereka, misalnya dengan nulis gini:

Kepada, Dr Susanto Zuhdi

Profesor Pusat Kajian Sejarah

Bukannya gini:

Kepada,

Pusat Kajian Sejarah

Meski gak dibaca langsung Prof Santo tapi cuma sama anak buahnya, surat itu nunjukin pembuatnya udah riset tentang calon kantornya. Baru jadi calon aja udah niat, apa lagi ketika diterima sebagai pegawai tetap.

3. Gak jelasin alasan penulisnya mau kerja di sebuah kantor

via giphy.com

Gak ada loh kantor jaman sekarang yang merekrut karyawan yang cuma pengen ngejar gaji tanpa ada passion, entah terhadap bidang kerja, merk yang diproduksi kantor itu, atau para petingginya yang keren saat nampil di seminar.

Jadi, bikin surat lamaran kerja yang agak-agak ambisius. Misalnya, dengan masukin paragraf macam ini. “Saya sangat menikmati iklan kreatif  seperti yang perusahaan Anda buat. Saya pun ingin menggerakkan para pembeli dengan iklan menarik, seperti yang berhasil Anda lakukan kepada saya, selama 10 tahun terakhir.”

4. Kebanyakan nulis kelebihan diri sendiri

Kebanyakan nulis kelebihan diri sendiri bikin surat lamaran kerja kayak ditulis orang paling sombong. Selain itu, panjangnya pun bakal berhalaman-halaman. Inget, ya! Ini bukan novel, melainkan surat lamaran kerja yang nantinya dibaca orang-orang sibuk.

Amannya, jelasin maksimal tiga kelebihan diri dalam satu paragraf. Misalnya kayak gini: “Saya yakin kemampuan analisis data, presentasi di depan publik, dan penulisan laporan yang saya dapatkan selama berkuliah dan magang akan sangat berguna bagi tim.”

5. Mengulang isi resume atau CV

via tumblr.com

Idealnya, surat lamaran kerja mengandung informasi yang gak terjelaskan di CV atau resume. Kalo isinya sama, nanti pembacanya bosen terus meletakkan berkas-berkas kamu di dalam tempat sampah, bukannya di meja atasan.

6. Gak ada kesimpulan akhir

Di akhir paragraf, jangan lupa simpulkan semua isinya. Gak perlu panjang-panjang, kok. Cukup bilang, “Saya berharap dapat mendengar kabar baik dari Anda dan bergabung sebagai tim market research Anda yang teliti tapi tetap kreatif.” Abis itu, salam penutup dan kelar sudah surat lamaran kerja kamu.

7. Sok kreatif tapi gagal total

via imoviequotes.com

Gak usah deh bereksperimen bikin surat dengan font kayak tulisan tangan. Ribet banget dibacanya, tauk. Tulis aja pakai huruf gampang dibaca kayak Times New Roman, Arial, Calibri, atau Open Sans. Terus, pakai margin standar seperti yang ada di program word. Dan, pastiin suratnya gak lebih dari satu halaman.

Biar lebih gampang dibaca lagi, simpen filenya dengan nama file mengandung kata “surat lamaran” atau “cover letter.” Formatnya harus PDF karena file word (.doc/.docx) di komputer satu bisa error di komputer lain.

Kuy lah praktekin tips di atas untuk melamar sebagai karyawan magang, freelance, atau tetap. Selamat berburu pekerjaan, gaes. Semoga berhasil! (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.