Selasa, 6 Desember 2022

Genmuda – Simbol engga pernah bisa lepas dari kehidupan sehari-hari. Lihatlah pada label baju, rambu lalu-lintas, atau bendera-bendera para pendukung sepak bola, maka ada banyak simbol di sana. DJ EDM favorit kamu pun udah pasti punya simbol yang jadi logonya di atas panggung.

Apabila desain simbolnya bagus, para pencari untung menjadikannya sebagai gambar keren di jaket atau kaus jualannya. Makna penting di balik simbol itu akhirnya kalah tenar daripada desainnya yang keren. Dengan kata lain, simbol yang aslinya bermakna itu berubah jadi hiasan kegaulan.

Gak apa-apa banget, sih. Cuma, jangan salah pakai simbol aja. Gak lucu kan kalo ternyata simbol yang mau pakai berlainan dengan yang kamu kira. Jadi, perhatiin deh makna dan sejarah simbol-simbol di bawah ini supaya bisa kamu jadiin simbol kamu juga.

1. Peace

via teachpeace.com
Asal-muasal lambang damai. (Sumber: teachpeace.com).

Lambangnya emang mirip bintang Mercedes Benz tapi artinya beda jauh. Simbol “peace” berasal dari penumpukan bentuk huruf N dan D dalam sandi semapur Inggris. Kenapa huruf ND? Karena singkatan dari “Nuclear Disarmament” (Lucuti Nuklir!), sebuah pesan penting yang diungkap Gerald Holtom, seniman Inggris, 1958.

2. LGBT Rainbow

via thedenverchannel.com
(Sumber: thedenverchannel.com).

Bendera warna-warni yang juga disebut “Gay Pride Flag” itu dibuat oleh Gilbert Baker di San Francisco sekitar 1974 dan berkibar pertama kali empat tahun kemudian. Masing-masing warna punya arti khusus, yaitu pink untuk kesembuhan, kuning untuk kecerahan, hijau untuk alam, biru untuk kesenian, indigo untuk keharmonisan, dan ungu untuk semangat.

3. Don’t Tread On Me

via wikimedia.org
(Sumber: wikimedia.org).

Karena warnanya udah kuning, lambang motto angkatan laut AS ini cocok banget jadi cover film indie. FYI, lambang ular derik siap nyaplok itu dibuat oleh Christopher Gadsden tahun 1775, di masa perang revolusi kemerdekaan AS dari Inggris. Ungkapan “Don’t Tread On Me” itu bisa berarti ini di Bahasa Betawi: “Lo Jual Gue Beli.” Atau, kalo di Bahasa Indonesia, “Lo Mau Ribut? Ayok Sini!”

4. Hakenkreuz (Swastika Nazi)

via Istimewa
(Sumber: Istimewa).

Swastika (lambang 卐 atau 卍) itu sendiri merupakan lambang yang erat sama nilai-nilai Hindu-Buddha. Kalo simbolnya dimiringin, barulah jadi simbol bernama “hakenkreuz” alias lambang Swastika Nazi buatan Hitler, sekitar 1939. Jadi, gambarlah swastika seperti  卐 atau 卍 kalau gak mau dituduh pendukug Nazi.

5. Alan Walker

via hdqwalls.com
(Sumber: hdqwalls.com).

Pasti sering liat dong lambang ini terpampang di belakang jaket hoodie dan kaos hitam. Jangan salah kaprah, ya. Lambang A niban huruf W itu adalah lambang Alan Walker, seorang produser musik EDM berkebangsaan Inggris-Norwegia yang tenar berkat lagu-lagu Electro Housenya. Lambang itu bukan lambangnya Awkarin.

6. Simbol “Aum”

via Istimewa
(Sumber: Istimewa).

Kali aja ada yang masih bingung. Lambang di atas tuh bukan tulisan Bahasa Arabnya Muhammad, melainkan lambang Agama Hindu yang dibaca “Aum.” Dalam Bahasa Indonesia, artinya sama seperti alam semesta. “Aum” juga merupakan simbol tiga dewa besar, yaitu Brahmana (A), Wishnu (U), dan Shiva (M).

7. Dreamcatcher

via wikimedia.org.
(Sumber: wikimedia.org).

Gara-gara film Twilight simbol Dream Catcher dalam bentuk gantungan jadi populer mampus, berubah dari benda hiasan anak-anak hipster kulit putih jadi hiasan favorit cewek-cewek. Aslinya, simbol itu merupakan simbol “laba-laba pengasuh anaknya.” Simbol itu dipakai Bangsa Ojibwe (disebut juga Chippewa), salah satu suku asli yang tersebar di Kanada dan AS, untuk ngusir ancaman dan datengin ketentraman.

8. Hamsa

via pinterest.com
(Sumber: Pinterest.com).

Sementara orang AS punya “Dream Catcher,” orang-orang Timur Tengah punya “Hamsa,” atau yang disebut juga Mata Fatimah/Eye of Fatima. Oleh orang Israel, simbol Hamsa juga disebut Tangan Maryam/Hand of Miriam. Itu bukan simbol Illuminati, ya.

Simbol yang juga merupakan jimat penolak kesialan itu juga punya sejarah yang panjang, kabarnya dimulai sejak masa Nabi Musa bawa umatnya seberangi Laut Merah. Bagi orang Timur Tengah dan Arab, simbol ini juga merupakan simbol harapan kedamaian di negara yang dilanda perang.

9. OI

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Kita semua sering lihat bendera besar berlambang “OI” berkibar di banyak konser musik. Itu bukanlah lambang “alay,” melainkan lambang para pendukung Iwan Fals, sang penyanyi legenda Indonesia. “OI” itu sendiri merupakan singkatan dari “Orang Indonesia,” nama fanbasenya Iwan Fals.

10. Laskar Cinta

via istimewa
(Sumber: Istimewa).

Sekarang, lambang ini mulai terlupakan seiring dengan terlupakannya lagu-lagu band Dewa/Dewa 19 dari jagat musik Tanah Air. Simbol ini merupakan simbol yang biasa dikibarkan para Laskar Cinta, fanbasenya band yang dipentoli Ahmad Dhani. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.