Sabtu, 24 Oktober 2020

Genmuda – Sebentar lagi, pertarungan sengit macam Gundam, Patlabor, Front Mission, atau Pacific Rim bakal kesampaian. Isu tanggal pasti duel robot MK.II (bacanya mark two) pabrikan Megabots Inc Amerika Serikat lawan Kuratas pabrikan Suidobashi Jepang makin jadi omongan di sosial media. Kabarnya, dua robot itu bakal berduel Juni ini.

Tantangan duel itu diumumkan MegaBots AS  akhir Juni 2015 melalui video YouTube yang kemudian viral di sosial media. “Suidobashi, kami punya robot raksasa, dan kalian pun begitu. Kalian tau apa yang perlu dilakukan selanjutnya. Kami tantang kalian berduel robot raksasa,” kata Gui Cavalcanti, Matt Oehrlein, dan Brinkley Warren para founder MegaBots dalam videonya.

Engga lama, Suidobashi Heavy Industry mengupload sebuah video jawaban yang engga kalah viral di YouTube. Kogoro Kurata salah satu founder-nya dalam video itu bilang, “Robot raksasa kan budaya yang Jepang banget. Tentu saja kami terima tantangannya. Silakan tentukan tempat dan waktunya. Kami akan datang.”

Gokil! Dalam pertarungan itu, kedua robot boleh pakai senjata jarak jauh ataupun jarak dekat. Tapi, pertarungannya engga pakai peluru beneran. (Rugi bandar lah kalo kaya gitu). Tembakan robot-robot ini bakal diisi sama peluru paintball.

Nah, karena MegaBots yang membuka tantangan, doi pula lah yang perlu mengorganisir pertandingannya. Dari situsnya, pabrik robot AS itu lagi sibuk mencari dana buat meng-upgrade daya tempur MK.II.

Berdasarkan info dari Wikipedia, proyek pengembangan robotnya sampai didukung NASA. Sementara menurut halaman situs penggalangan dana Kick Starter, udah ada sekitar 8 ribu orang yang mendanai. Per Kamis (9/6), dananya udah terkumpul 554.592 dollar AS atau sekitar 7,3 miliar rupiah.

MK.II Robot Raksasa Bersenjata Besar

Kogoro Kurata bilang, “MK.II sangat besar dan senjatanya juga besar. Itu Amerika banget.” Emang bener. MK.II yang dipamerkan tahun lalu dibuat setinggi 4,5 meter dengan berat sekitar 6 ton. Dua senjata dipasang di tangan kanan dan kirinya. Masing-masing bisa menembakkan peluru cat hingga kecepatan 160 kilometer per jam.

Karena Kogoro Kurata menginginkan elemen tarung jarak dekat, Matt Oehrlein ingin menambah baja pelindung di robotnya. “Butuh armor supaya bisa berkompetisi dalam pertarungan jarak dekat,” kata doi seperti dikutip The Guardian, November 2015 lalu.

Dioperasikan dua orang, robot ini bergerak dengan bahan bakar minyak. Kakinya diberi roda trek layaknya tank panser supaya bisa digunakan di segala medan. Namun sayang, robot ini engga dibekali oleh sepasang tangan.

Kuratas dibuat dengan desain dan teknologi

Sementara itu, tandingannya robot Kuratas 01 hanya dibuat setinggi 4 meter dan berat 4,5 ton. Robotnya dibuat oleh seorang seniman yang terinspirasi robot-robot anime Kogoro Kurata and permesinan robotnya dirancang oleh Wataru Yoshizaki, developer robotics Jepang.

Sejak dipamerkan 2012, gatlin gun kembar di tangan kiri merupakan senjata Kuratas yang sudah terpasang. Namun, tim Suidobashi sedang memasang tangan yang bisa menggenggam. Lebih gokilnya, tangan robot itu dikontrol oleh sensor yang terhubung sama tangan pilotnya.

Karena udah lebih dulu dibuat, Kuratas juga punya sistem perbidikan yang lebih maju. Oleh karenanya, robot itu cuma perlu dipilotin satu orang. Tapi, Kuratas engga menggunakan roda trek di tiga kakinya. Jadi kemungkinan bakal sulit berjalan di medan berlumpur.

Olahraga baru?

megabots
(Sumber: Kick Starter)

MegaBots dan Suidobashi Heavy Industri sama-sama ingin memassalkan robot buatannya. MegaBots bercita-cita jadiin pertarungan robot sebagai sarana olahraga baru yang seru. Sementara Suidobashi bertekad buat menciptakan era baru dunia robotics.

The Guardian memberitakan, pertandingan ini memancing antusiasme berbagai kalangan. “Saya yakin ini bakalan keren. Pertandingan ini bakal jadi pertandingan olahraga yang membuat orang rela bayar mahal untuk menontonnya,” kata Gordon Kirkwood, pengamat robotics kepada The Guardian.

“Kalau orang-orang suka terhadap olahraga baru ini, kami bakal membuat cabang olahraga yang benar-benar baru,” kata Gui Cavalcanti, salah satu founder MegaBots Layaknya olahraga tarung lain, Cavalcanti engga memungkiri bahwa pilot robot itu bisa terluka akibat pertarungan.

“Bahayanya dari pukulan robot lawan. Belum lagi kalau menggunakan senjata. Ada banyak bahaya yang kami hadapi di pertarungan nanti,” kata doi kepada Mashable, Juli 2015. Duh, berambisi sih boleh-boleh aja, asalkan tetep hati-hati ya. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.