Rabu, 30 September 2020

Genmuda – Tiongkok. Negeri Tirai Bambu yang lagi naik perekonomiannya ini punya segudang keunikan yang engga tersorot media. Mungkin sorotan kamera medianya terhalang tirai-tirai bambu yang menutupi negara itu. (Okesip itu jayus) Anyway, warga negara itu tuh ada-ada aja kelakuannya baik di dalem ataupun di luar negerinya.

Mungkin karena punya sistem dan kebiasaan yang berbeda dari negara lain yang membentuk keunikan warganya. Berikut ini adalah enam kelakuan warga Tiongkok yang bisa bikin kamu geleng-gelengin kepala.

1. Dianjurkan Engga Berpuasa

(Sumber: independent.co.uk)

Di bulan puasa ini, pegawai negeri, guru, dan anak sekolah yang beragama Islam di Xinjiang dianjurkan engga berpuasa loh. Anjurannya tertulis di situs pemerintahan Xianjing dan berbunyi “Anggota partai (partai komunis Tiongkok), kader, pegawai negeri, murid, dan warga di bawah umur diharap tidak berpuasa Ramadhan.”

Padahal, sebanyak 58 persen populasi provinsi itu merupakan warga muslim. Tapi jangan naik pitam dulu, soalnya pemerintah pusat di Beijing bilang kalo Pemerintah Tiongkok engga bakal mengganggu warganya yang mau berpuasa. Aman, kan. Tuh buktinya masih ada yang buka bareng.

2. Nyontek di sbmptn (Gaokao) dapet hukuman 7 tahun penjara

(Sumber: shanghaiist.com)

Beruntung Kawan Muda engga ikut ujian Gaokao (kayak ujian masuk perguruan tinggi) di Negeri Tirai Bambu. Soalnya, siapapun yang kegep nyontek tahun ini bakal diancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara. Udah gitu, satu tempat tes bakal dijaga delapan polisi. Inget bukan pengawas honorer atau mahasiswa, TAPI POLISI!

Kalo kata New York Times, hukumannya setara kaya pelaku tabrak lari. Ekstremisme hukuman itu bukan tanpa sebab, sob. Tahun lalu, ada peserta ujian yang curangnya keterlaluan. Doi sampai nyewa agen buat ngerjain soal ujiannya. Ada lagi yang curang pakai alat-alat nirkabel buat berkomunikasi sama temennya. Niat banget ya nyonteknya.

3. Kakek usia 86 tahun dan bapak usia 49 tahun masih aja ikut ujian masuk perguruan tinggi

(Sumber: Shanghaiist.com)

Namanya Wang Xia. Doi merupakan apoteker dan tahun ini berusia 87 tahun. Tahun lalu, dia ikut Gaokao yang ke 15 kalinya. Beliau pengen banget dapet gelar sarjana dan buktiin kemampuannya sejak lulus tahun 1949. Mungkin kurang beruntung, doi gagal lolos terus.

Tahun ini, ada lagi seorang bapak berusia 49 tahun ikutan tesnya karena doi bertekad masuk Fakultas Matematika Universitas Sichuan, salah satu kampus bergengsi. Buat si bapak itu, Gaokao tahun ini adalah yang ke-20 kalinya. Kalo tahun ini engga keterima juga, doi bilang bakal menyerah dan melanjutkan hidup.

4. Takut LDR setelah lulus kuliah? Pelukan aja sambil setengah telanjang di depan umum

(Sumber: Shanghaiist.com)

Engga di Indonesia atau di Tiongkok, long distance relationship (LDR) emang jadi mimpi buruk buat anak muda yang punya pacar di sekolah atau kampus. Di Negeri Tirai Bambu ini, muda-mudi yang takut putus gegara LDR ikut semacam “ritual” hiburan.

Mereka berpelukan dengan pacar masing-masing, terus menggulung diri di dalam sebuah selimut layaknya Zongzi (makanan tradisional negara itu yang dibuat dari nasi atau ketan dan bentuknya mirip bacang). Setelah itu muda-mudi tadi bakal minum tuak beras bersama pasangannya. Dan uniknya, itu semua mereka lakukan sambil setengah telanjang.

5. Stres hadapi ujian masuk perguruan tinggi? Sobek buku aja

(Sumber: shanghaiist.com)

Kalo murid Indonesia berani gila-gilaannya setelah ujian selesai, kalo murid-murid di Negeri Tirai Bambu gila-gilaannya justru sebelum Gaokao diadakan. Mereka nyobek-nyobek buku pelajaran mereka dan sobekannya dihambur-hamburkan di kelas, di taman, di lapangan sekolah, di mana-mana deh.

Itu mereka lakuin buat menyalurkan stres akibat kebanyakan belajar. Soalnya, ujian Gaokao tuh terkenalsulitnya bukan main. Gara-gara kelakuan mereka, Pemerintah Tiongkok sampai bikin peraturan yang melarang “buang sampah sembarangan” sebagai bentuk penyaluran stres. Sekarang sih Pemerintah Tiongkok lagi mikirin cara biar anak sekolah engga “brutal” kaya gitu lagi.

6. Mandi jejer bareng-bareng, udah gitu sehari cuma sekali

anes dena
Kenalin, gaes. Ini Anes Dena yang lagi lanjutin studi di Tiongkok. Doi juga ngerasain tuh keunikan penduduk negeri tirai bambu. Semangat ya, Nes. (Sumber: arsip pribadi)

Mandi jejer bareng-bareng di pancuran umum tuh salah satu kebiasaan unik di Tiongkok. Kabar ini datengnya dari salah satu Kawan Muda yang lagi lanjutin studinya di sana. “Asrama mahasiswa berkewarganegaraan Tiongkok engga ada tempat mandinya. Yang ada cuma toilet. Kalo mau mandi perlu ke tempat umum yang showernya berjejer gitu,” ujar Anes Dena, Kawan Muda yang dihubungi, Kamis (9/6).

Udah gitu, doi bilang mereka cuma dikasih waktu mandi sekali dalam sehari ketika waktunya menjelang. Kalo lewat dari waktu mandi, pintu ruang mandinya engga bakal dibukain. “Itulah sebabnya di sini pada bau,” pungkas Anes. Oke deh, Nes. Semoga baunya engga mengganggu pendidikan lo, ya.

7. Turisnya, well, unik, atau norak

Turis  dari Tiongkok asli tuh terkenal banget “keunikannya.” Salah satu keuniannya sempat menghebohkan warga Inggris. Sekitar Oktober 2015, seorang bocah buang air besar di sisi toko Burberry, Oxford. Padahal, toilet umum ada di dekat toko itu.

Pernah juga ada segerombolan turis Negeri Tirai Bambu yang cekcok sama penumpang di pesawat karena si turis ini merebahkan sandaran kursi terlalu jauh dan engga bisa dibilangin. Karena keunikan mereka itulah, penerbangan dalam dan luar negeri memasukkan mereka ke dalam daftar hitam penumpang. Salah satu keunikannya bisa dilihat di video di bawah ini.

(sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.