Senin, 5 Desember 2022
Tekno

GIIAS 2017 Siap Meluncur Agustus Nanti dengan Konsep Teknologi Tinggi

©Genmuda.com/2017 TIMKi-ka: Pak Yohannes Nangoi, Pak Rizwan Alamsjah, Pak Romi, dan Mas Agus Riyadi seusai konferensi pers GIIAS 2017, Selasa (7/2). Siapa mereka? Baca aja artikelnya biar tau. (©Genmuda.com/2017 TIM)

Genmuda – Kesuksesan pameran mobil Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 berlanjut kembali pada 10-20 Agustus mendatang. Tahun ini, acaranya mengusung tema “Rise of the Future Mobility.” Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan dipilih lagi jadi tempat acaranya.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan penyelenggaranya, Seven-Event mengumumkan hal itu pada konferensi pers pertama di Jakarta, Selasa siang (7/2). Hingga 3 Februari, udah ada 27 merk mobil yang berniat pamerin kendaraannya.

Penjelasan rancangan acaranya dijelasin Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi, Ketua Penyelenggara GIIAS 2017 Rizwan Alamsjah, Presiden Direktur Seven Event Romi, dan Direktur Seven Event AgusRiyadi.

©Genmuda.com/2016 TIM
Ini skuternya Peugeot yang dipamerin di GIIAS 2016. Tahun ini ada lagi engga ya? (©Genmuda.com/2016 TIM)

Sebanyak 21 merk bakal pamerin mobil-mobil penumpang, seperti sedan, MVP, dan SUV. Sementara itu, 6 merk bakal fokus pamerin mobil-mobil usaha, seperti truk dan pick-up. Ada juga kok beberapa brand yang bakal pamerin motor besarnya.

Berdasarkan denah penempatan, Honda, Toyota, Nissan, Mitsubishi, Daihatsu, dan Suzuki mendapat spot paling luas. BMW dan Mini Cooper malah dapet tempat sendiri di dekat aula pembukaan.

Yohannes Nangoi bilang, Gaikindo udah mengundang sejumlah produsen mobil lokal buat pamerin produknya. “Kami pun selalu memberikan ruang pada mahasiswa atau pihak universitas yang mau pamerkan temuan teknologi otomotif mereka,” ungkapnya.

Berharap ada mobil auto-pilot

via motorauthority.com
Ini Google Car, si mobil otomatis. (Sumber: motorauthority.com).

Agus Riyadi berharap, brand-brand yang hadir bakal pamerin mobil berteknologi tinggi sesuai tema, bukan cuma mobil dagangannya. Soalnya, mobil konsep yang futuristik itu juga merupakan atraksi dari GIIAS 2017.

“Di mancanegara, mobil dengan fitur menyetir sendiri (autonomous) telah ada. Beberapa perusahaan teknologi informasi malah sudah menggunakannya. Kami berharap, brand yang terlibat akan pamerkan satu atau dua mobil sejenis,” tutur Agus Riyadi.

FYI, Honda, Toyota, dan Nissan merupakan merk yang udah punya mobil autonomous. Semoga aja, ketiga brand tadi pamerin mobil canggih mereka. Kepastiannya baru ada pada konferensi pers ketiga, sekitar Juni-Juli mendatang.

Agus Riyadi juga engga mau menutup kemungkinan kalo ada brand yang mau tamplin mobil listriknya. “Misalkan mobil Tesla berminat pamerkan mobil listrik mereka yang sudah bisa menyetir sendiri, kami bersedia membuka tangan,” kata Agus.

Pengen merata

©Genmuda.com/2017 TIM
Bapak Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo dirubung wartawan yang penasaran sama dunia otomotif Indonesia, Selasa (7/2). (©Genmuda.com/2017 TIM)

Panitia juga udah siapin serangkaian acara yang bikin GIIAS seru diikuti dari awal sampai akhir. Misalnya, GIIAS Goes to Campus, Donor Darah, Konferensi Internasional, Miss Auto Show, Favorite Car, Favorite Booth, GIIAS Educare, GIIAS CSR Pavillion.

Yang jelas, pasti ada rangkaian pesta menyambut Kemerdekaan Indonesia, pada 14-17 Agustusnya. Rangkaian acara tersebut juga jadi solusi supaya pengunjungnya engga membeludak di week-end doang. Jumlah pengunjung Sabtu-Minggu acara tahun lalu sampai ke angka 60 ribu dan jomplang 15 ribuan di week days.

Sejumlah mal di Tangerang Selatan juga bakal dideketin supaya mau jadi halte bus gratis yang anter-jemput penumpang. Misalnya aja, Bintaro XChange, Bintaro Plaza, dan Aeon Mal, tiga mal gede di sekitar tempat acara.

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi berharap, GIIAS 2017 bisa genjot angka penjualan mobil Indonesia hingga mencapai 2 juta unit pertahun. FYI, tahun 2016 lalu penjualannya udah sampai 1.061 jutaan unit, loh. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.