Senin, 23 Mei 2022
Kekinian

‘Gema Bhinneka Merdeka’ Tandatangani Deklarasi Aliansi Kebhinnekaan dalam Upaya Mengatasi Intoleransi

via Forum MBBPerwakilan LSM dan forum pemuda di acara 'Gema Bhinneka Merdeka', Kamis (11/8) (Sumber: Istimewa)

Genmuda – Organisasi kepemudaan pro-kebebasan Forum Muda Berbuat Bertanggungjawab (Forum MBB), Liberty Studies, dan Freedom Society baru aja nandatanganin Deklarasi Aliansi Kebhinnekaan, Kamis (11/8). Acara tersebut digelar buat netapin janji bersama dalam ngelawan peningkatan sikap intoleransi di tengah masyarakat Indonesia.

Dengan judul ‘Gema Bhinneka Merdeka’, ini merupakan pertama kalinya organisasi-organisasi independen dengan keyakinan yang sama berkumpul sebagai upaya buat ngatasin masalah intoleransi. Masalah tersebut belakangan ini makin meningat dan ngancam eksistensi keragaman sekaligus inklusivitas yang merupakan bagian dari budaya Indonesia selama berabad-abad.

via Forum MBB
Koordinator Forum MBB, Rudolf Dethu di acara ‘Gema Bhinneka Merdeka’, Kamis (11/8) (Sumber: Istimewa)

Sebagai pemimpin pembacaan janji buat ngedukung #pilihangue di acara ‘Gema Bhinneka Merdeka’, ada perwakilan dari Forum MBB, Rudolf Dethu. “Kami bangga dan gembira mendapatkan dukungan dari berbagai forum masyarakat dan independen yang sepakat menandatangani deklarasi ini,” katanya dalam siaran pers yang diterima Genmuda.com.

Lebih lanjut, Dethu nambahin pula bahwa, “Untuk pertama kalinya kami bergandengan tangan bersama dalam upaya menciptakan Indonesia yang lebih inklusif dan membebaskan pemuda kita untuk berbicara dengan lantang tentang masalah yang telah lama dikhawatirkan bersama seperti Undang-undang Anti-Pornografi dan Porno Aksi, peraturan daerah yang diskriminatif, RUU Larangan Minol dan peraturan serupa lainnya yang dapat mengancam kebebasan mereka dalam menentukan pilihan.”

via Forum MBB
Dosen filsafat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), Rocky Gerung di acara ‘Gema Bhinneka Merdeka’, Kamis (11/8) (Sumber: Istimewa)

Well, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan forum kepemudaan yang berpartisipasi pada dasarnya ngerasa khawatir akan meningkatnya sikap intoleransi di tengah masyarakat Indonesia dan peraturan yang kian ngekang kebebasan atas nama moralitas. Hal itu tercermin lewat kasus kasus-kasus kayak pembatalan konser Lady Gaga, penolakan perayaan hari kasih sayang, hingga protes terhadap kesenian Indonesia maupun pakaian adat yang dinilai tidak mencerminkan moral bangsa.

“Semua organisasi yang berpartisipasi dalam penandatanganan deklarasi ini memiliki pemikiran yang sama, kemajemukan harus bisa diterima bersama, tanpa adanya perbedaan — seperti yang dinyatakan oleh Presiden keempat Indonesia Gus Dur, dan ini adalah apa yang tercermin dalam permohonan Deklarasi Aliansi Kebhinnekaan yang akan kami serahkan kepada DPR dan otoritas lainnya,” lanjut Dethu.

via Forum MBB
Penampilan Marjinal di acara ‘Gema Bhinneka Merdeka’, Kamis (11/8) (Sumber: Istimewa)

Secara keseluruhan, ada 23 LSM dan forum pemuda yang terlibat pada penandatanganan Deklarasi Aliansi Kebhinnekaan. Berbagai LSM dan forum pemuda itu adalah Forum MBB, Liberty Studies, Freedom Society, Solidaritas Perempuan, Perempuan Berbagi, SETARA Institute, Students for Liberty, Indonesia Millenials Forum, Perspektif, FNF, Suara Kebebasan, LBH Jakarta, SGRC, PSHK, Sejuk, AMAN, Formaci, Kohati Cabang Ciputat, Indo-Libertarian, Komunitas Masyarakat Anti Oplosan, Forum Ide, Aliansi Nasional Reformasi KUHP, Forum Petani dan Produsen Minuman Berfermentasi Indonesia.

Sementara itu, terkait peningkatan sikap intoleransi di Indonesia, dosen filsafat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), Rocky Gerung, sempat ngebahas hal tersebut dalam pidato budayanya di acara ‘Gema Bhinneka Merdeka’. Beliau dikenal sebagai figur yang punya hasrat dan kepercayaan yang besar akan keberagaman, solidaritas, dan pemikiran etis.

via Forum MBB
Vokalis Navicula, Robi di acara ‘Gema Bhinneka Merdeka’, Kamis (11/8) (Sumber: Istimewa)

Engga ketinggalan, pembahasan permasalahan intoleransi itu juga dapat dukungan dari kalangan masyarakat lain, kayak misalnya para musisi yang tergabung dalam band independen. Contohnya adalah Marjinal dan Navicula, yang nunjukin semangat mereka dengan tampil di acara ‘Gema Bhinneka Merdeka’.

“Saya selalu percaya pada kebebasan memilih dan musik saya pun mencerminkan semangat ini untuk kemerdekaan dan toleransi. Dengan sentimen yang berkembang di masyarakat kita mengenai keragaman dan pluralisme, saya senang untuk bergabung dalam ikrar ini dan percaya bahwa sebagai masyarakat Indonesia yang bertanggungjawab, saya mempunyai kebebasan untuk menggunakan hak saya dalam menentukan pilihan, dan membuatnya sebagai #pilihangue,” ungkap vokalis Navicula, Robi.

Comments

comments

Gabrielle Claresta
Eccentric daydreamer