Senin, 22 Juli 2024

Genmuda – Kata orang, matematika itu termasuk ilmu pasti yang engga bisa diganggu gugat. Eits, tapi tunggu dulu, Kawan Muda. Ada kalanya matematika juga bisa berubah kok.

Sistem angka 10 digit dari 0 sampai 9 kelihatannya emang kayak udah ada dari jaman Adam. Namun demikian, di Eropa penyebaran angka Hindu-Arab tersebut baru terjadi sekitar abad ke-12. Sebelumnya, ada sejumlah sistem angka lain yang dipakai (yang paling umum angka Romawi I, II, III, IV, V, dan seterusnya), tapi terbilang rumit buat diaplikasiin dalam hitung-hitungan.

Lebih lanjut, angka-angka yang kita tahu saat ini dulunya dikembangin di India. Tanggal pasti pengembangannya masih terus diperdebatin secara luas, berkisar dari sekitar tahun 0 Masehi sampai abad ke-7. Angka 0 bahkan awalnya sempat diwakilin sama tanda titik atau spasi.

Lantas, kapan sih angka-angka tersebut mulai digunain? Well, penggunaan pertama yang diketahui dari angka-angka tersebut di Barat bisa dilihat dalam Codex Vigilanus, yang dibuat di antara tahun 881 dan 976 Masehi. Setelah pengenalannya di Eropa, ada semacam dorongan buat ngepopulerin angka-angka tersebut, tapi simbol-simbol yang digunain beda banget.

Coba deh kamu perhatiin baik-baik, Kawan Muda. Simbol buat angka lima hampir serupa sama angka 4 yang kita tahu di masa modern. Dengan kata lain, pada masa itu, 4 + 4 hasilnya adalah 10 (soalnya itu bisa dibilang sebagai 5 + 5 = 10 pakai simbol-simbol kontemporer). Gokil engga tuh?

Belum usai sampai di situ, angka-angka tersebut juga pertama kali dianjurin oleh Paus Sylvester II di abad ke-10. Matematikawan Italia Fibonacci pun nyeruin penggunaan sistem angka itu dalam teksnya yang berjudul ‘Liber Abaci’ di tahun 1202, yang dipandang sebagai faktor utama dalam ngepopulerin simbol angka-angka tersebut (dan masih digunain sampai sekarang).

Selain itu, setelah sistem angka tersebut dipopulerin di Eropa, simbol-simbol akhirnya dikembangin dan berubah sampai tercapai konsensus. Pada saat itu, suatu panduan diciptain buat ngebantu orang-orang belajar. Panduan berjudul ‘Ms. Thott.290.2º’ karya Hans Talhoffer di tahun 1459 itu nunjukin angka-angka tersebut jauh lebih dekat dengan pemahaman kita saat ini.

Namun demikian, 4 + 4 ternyata hasilnya juga 10 pada matematika Oktal (atau basis 8). JSYK, matematika octal merupakan sistem komputer lama dan bahkan lebih ngebingungin. So, daripada kamu garuk-garuk kepala sendirian, mending kamu share deh hal ini ke teman-teman kamu. Selamat melongo, Kawan Muda! Kalau kurang paham tanya aja di kolom komentar. (sds)

Comments

comments

Gabrielle Claresta
Eccentric daydreamer