Selasa, 11 Agustus 2020
Tekno

20 Tahun Hadir di Tanah Air, Microsoft Pertegas Dukungan terhadap Pemberdayaan Komunitas Developer Indonesia

Corporate Affairs Director Microsoft Indonesia Ruben Hattari, Founder & CEO YCAB Foundation Veronica Colondam, serta Developer and Evangelism Director Microsoft Indonesia Anthonius Henricus di acara konferensi pers Microsoft Developer Festival di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (26/5) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)

Genmuda – Dalam rangka ngerayain 20 tahun keberadaannya di Tanah Air, Microsoft Indonesia ngegelar Microsoft Developer Festival nih, Kawan Muda. Di acara tersebut, CEO Microsoft Satya Nedella kembali negasin komitmen perusahaannya buat ngedukung dan ngeberdayain komunitas developer Indonesia.

Berlangsung di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (26/5), Microsoft Developer Festival dihadirin oleh lebih dari 1.500 developer Indonesia dan turut disaksiin oleh lebih dari 2.000 mahasiswa yang tersebar di lima kawasan di Tanah Air secara live streaming lewat Skype. Acara itu pun antara lain terdiri dari seminar teknologi terbaru dan Hackathon media pertama di Indonesia.

Lebih lanjut, di Microsoft Developer Festival, Satya sempat ngasih gambaran tentang besarnya potensi developer Indonesia. Pertama kalinya berkunjung ke Indonesia, beliau ngakuin bahwa dirinya senang bisa ketemu sama para developer yang makin hari makin bertambah. Beliau berharap para developer bisa mainin peran signifikan di era mobile-first, cloud-first yang makin meningkat kayak sekarang ini.

Suasana Hackathon di acara Microsoft Developer Festival di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (26/5) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)
Suasana Hackathon di acara Microsoft Developer Festival di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (26/5) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)

Di samping itu, Satya juga nekanin lagi kalau misi Microsoft adalah buat ngeberdayain orang-orang maupun organisasi di Indonesia dan seluruh dunia supaya mampu mencapai lebih banyak hal. Oleh karena itu, Microsoft pertama-tama berupaya ngeberdayain para developer Indonesia dengan teknologi dan platform yang memadai supaya mereka bisa ngeekspresiin kreativitas dan nyiptain perubahan.

Sebagai developer, punya dampak yang lebih luas terhadap masyarakat merupakan hal yang sangat penting,” ujar Satya. “Kami ingin semua developer bisa menggunakan teknologi cloud kami untuk membangun aplikasi,” tambahnya.

CEO Microsoft Satya Nedella di acara Microsoft Developer Festival di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (26/5) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)
CEO Microsoft Satya Nedella di acara Microsoft Developer Festival di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (26/5) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)

Sementara itu, Developer and Evangelism Director Microsoft Indonesia Anthonius Henricus nambahin pula bahwa intinya Microsoft Developer Festival merupakan upaya Microsoft Indonesia buat terus nunjukin komitmennya bagi masyarakat. “Kami mau menunjukkan bahwa Microsoft benar-benar antusias untuk memberdayakan orang indonesia mulai dari usia dini, bukan baru-baru ini saja tapi dari 20 tahun lalu. Kami akan terus tunjukkan komitmen kami,” katanya dalam konferensi pers.

Hal senada pun diungkapin oleh Corporate Affairs Director Microsoft Indonesia Ruben Hattari. Menurut beliau, “Selama 20 tahun masyarakat mungkin cuma melihat dari sisi bisnisnya saja. Padahal, fokus utama kami adalah kami bisa memberdayakan setiap dan organisasi.”

Engga ketinggalan, Ruben juga ngejelasin soal inisiatif terbaru Microsoft Indonesia, yaitu Indonesia M-Powered. Berfokus buat ngedorong kreativitas Generasi Muda, inisiatif hasil kerja sama Microsoft Indonesia dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB Foundation) itu merupakan program jangka panjang yang nargetin 500 startup buat berpartisipasi dalam BizSpark di tahun 2020.

Corporate Affairs Director Microsoft Indonesia Ruben Hattari, Founder & CEO YCAB Foundation Veronica Colondam, serta Developer and Evangelism Director Microsoft Indonesia Anthonius Henricus di acara konferensi pers Microsoft Developer Festival di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (26/5) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)
Corporate Affairs Director Microsoft Indonesia Ruben Hattari, Founder & CEO YCAB Foundation Veronica Colondam, serta Developer and Evangelism Director Microsoft Indonesia Anthonius Henricus di acara konferensi pers Microsoft Developer Festival di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (26/5) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)

FYI, Indonesia M-Powered bertujuan buat ngehubungin 1.000 lulusan SMA, SMK, dan universitas yang berasal dari keluarga kurang mampu dengan perusahaan-perusahaan startup. Program tersebut bahkan bakal ngejangkau 20.000 lulusan lainnya dan ngebekalin mereka dengan keahlian supaya bisa jadi technopreneur sukses di masa depan. Dengan begitu, kualitas pendidikan ilmu komputer di Indonesia bisa ikut ditingkatin dan mereka yang tinggal di daerah terpencil bisa lebih mudah buat ngakses materi.

Yang saya lihat di sini adalah harapan. Ini cikal bakal dan mudah-mudahan [Generasi Muda] bisa dikasih semangat dan insentif buat masuk dunia ini [menjadi developer],” kata Founder & CEO YCAB Foundation Veronica Colondam.

Salah satu booth di acara Microsoft Developer Festival di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (26/5) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)
Salah satu booth di acara Microsoft Developer Festival di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (26/5) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)

JSYK, huruf M pada Indonesia M-Powered ngewakilin tiga kata loh, Kawan Muda. Yang pertama adalah mobile, yaitu pengalaman yang berkelanjutan saat berpindah dari satu perangkat ke perangkat lain. Yang kedua adalah marketable, yaitu gimana Generasi Muda didorong buat lebih percaya diri dalam ngejual karya mereka. Yang ketiga adalah mission-oriented, yaitu apapun hasil karya yang dibuat harus bisa berdampak pada masyarakat.

Nah, sebagai langkah awal, Microsoft Indonesia dan YCAB Foundation dua minggu yang lalu udah ngeluncurin sebuah job platform bernama GenerasiBisa.id. Di job-platform tersebut, lulusan SMA dan SMK bisa ketemu sama para pencari kerja sekaligus ngembangin kemampuan diri lewat rangkaian kelas dan artikel bimbingan yang bisa diakses secara online.

Intinya adalah bagaimana kita bisa memanfaatkan teknologi untuk membantu anak-anak dari keterpurukan menjadi baik. Seperti kata Satya, ‘Saat Anda dapat mengubah cara Anda melihat dunia, Anda dapat mengubah dunia yang Anda lihat’,” tandas Veronica.

(sds) 

Comments

comments

Gabrielle Claresta
Eccentric daydreamer