Minggu, 11 April 2021

Genmuda – Kalo game online 2016 adalah tahunnya MMORPG, 2017 adalah tahunnya first person shooter, maka 2018 adalah tahunnya batle royal. Kayak apa tuh? Itu, loh. Game yang gak mengenal lawan atau kawan. Tiap pemain bisa saling libas.

Genrenya udah muncul dari tahun 2000an lewat judul klasik macam “Quake” seri I, II, atau III. Namun, itu kan masih dimainkan dari sudut pandang orang pertama. Nah, game battle royal zaman sekarang dimainkan dari sudut pandang orang ketiga.

Biar lebih paham, di bawah ini adalah beberapa contoh game yang termasuk kategori massive multiplayer online third person shooting. Dua judul game yang lagi bersaing adalah Fortnite: Battle Royale (BR) dan Player Unknown Battle Ground (PUBG). *eng-ing-eng.

Kedua game itu sama-sama menerjunkan tiap pemain dalam keadaan polos tanpa armor dan senjata dari pesawat ke sebuah peta. Masing-masing harus nyari perlindungan dan persenjataan sendiri dari bangunan yang tersebar di seluruh peta.

Hati-hati di tikungan karena kali aja ada pemain yang siap menembak dan mencuri semua barang dari mayat pemain lain. Walau miripnya kayak kakak-adik, ada perbedaan mencolok di antara kedua game itu, kok.

1. Pendaratan dari pesawat

via Istimewa

Pendaratan tiap pemain BR berlangsung cepat. Bahkan setelah parasut dikembangkan, kecepatan jatuhnya masih lebih cepat daripada di PUBG.

2. Kontrol pemain saat terjun dari pesawat

via istimewa

Saat terjun dari pesawat, pemain BR yang udah kembangin parasut bisa meluncur ke depan, belakang, kiri, atau kanan dengan jarak lebih jauh daripada pemain PUBG.

3. Gameplay

via zumto.com

Semua pemain bisa bikin bangunan masing-masing pada tiap game Fortnite, termasuk pada BR. Sehingga, tiap pemain bisa menambah bangunan pada semua peta.

Sementara itu, pemain PUBG gak bisa membangun gedung apapun. Semuanya cuma bisa memanfaatkan bangunan yang udah ada di peta sebagai tempat berlindung dari serangan.

4. Realisme

via pubg.net

Namun demikian, PUBG punya gameplay dengan realisme jauh lebih tinggi daripada BR. Contohnya, dalam soal tembak-menembak. Pada PUBG, peluru tembakan melaju sesuai jenis senjata dan jarak.

Pada BR, peluru tembakan melaju relatif lurus. Bahkan, tembakan yang melenceng sedikit pun kadang tetap dihitung kena. Sehingga, hal yang terpenting pada BR bukanlah akurasi. Tetapi, hanya kecepatan menembak.

5. Desain

via tenor.com

Grafis PUBG realistis, menyesuaikan gameplay-nya. Pada setingan tertinggi di PC, pemain bisa bersembunyi di semak belukar tanpa ketahuan pemain lain. Nama dan bentuk senjata di game itu juga sesuai aslinya. Tiap senjata punya plus-minus masing-masing.

Lain dari grafis BR yang emang dibuat kayak kartun. Persenjataan BR pun dibuat lebih sederhana.

Kesimpulan

via gfycat.com

Masing-masing game punya plus-minus tersendiri. Kalo lo mau permainan dengan realisme tinggi, mainkan PUBG. Bila lo mau permainan yang agak santai, mainkan lah BR. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.