Senin, 27 Juni 2022
Kekinian

Efektifkah Penerapan Plastik Berbayar Pada Ritel Modern?

Konsumen membawa barang yang telah dibeli menggunakan kantong plastik di salah satu mini market di Pasar baru, Jakarta, Minggu (21/2). Pemerintah mulai menguji coba penerapan kantong plastik berbayar di ritel modern secara serentak di 17 kota Indonesia dengan pembayaran Rp 200 per kantong plastik. (Sumber: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Genmuda – Kawan Muda yang belanja di supermarket setelah tanggal 21 Februari pasti tau dong bedanya. Yup, semenjak Hari Peduli Sampah Nasional 2016, Pemerintah resmi menerapkan plastik berbayar guna memberikan edukasi untuk rajin membawa kantong belanja sendiri.

Dari tanggal penerapannyua, hari ini pas banget dua minggu pelaksanaanya. Adakah Kawan Muda yang sudah banyak menghabiskan uangnya untuk beli kantong plastik? Atau ada Kawan Muda yang sekarang jadi rajin bawa kantong sendiri? Kira-kira penerapannya udah efektif engga sih menurut kamu?

Rp 200 Engga Bikin Jera

(Sumber: Kompasiana)

Harga kantong plastik yang ditetapkan Pemerintah yakni Rp 200. Kelihatannya engga bikin jera loh, secara harga kantong plastiknya engga bikin kita merasa menguras banyak dana. Oleh sebab itu, karena ‘hanya’ 200 rupiah, kita jadi engga belajar untuk mencoba membawa kantong belanjaan sendiri dari rumah kan?

Kalau Pemerintah memang niat memberi edukasi, harusnya harga plastiknya menjadi Rp 2.000 – Rp 5.000 per kantong. Nah, kalau harga segini pasti kita bakal mikir untuk terus-terusan keluar duit lebih saat belanja. Lumayan kan harga segitu bisa dipakai untuk bayar parkir?

Cuma di Pasar Modern

(Sumber: Kuliner Enak)

Kenapa ya diterapkannya cuma di pasar modern aja? Padahal, sejak beberapa tahun ini banyak supermarket yang sudah menerapkan kantong plastik yang ramah lingkungan dan dapat hancur dalam waktu kurang dari 5 tahun.

Kalau dilihat dari kasus ini sih, seharusnya pasar tradisional, toko klontong. dan warung dipinggir jalan juga harus mulai diedukasi dengan menggunakan plastik ramah lingkungan atau ikut menerapkan plastik berbayar. Alasannya senderhana aja gaes, karena edukasi seperti ini engga cuma milik masyarakat kelas menengah atas doang.

Uangnya Kemana?

Pernah kepo engga sih, kira-kira uang yang terkumpul dari pembelian kantong plastik berbayar ini dibawa ke mana ya? Hmm… sampai sekarang ini ternyata itu merupakan bagian dari keuntungan untuk retail atau supermarket itu sendiri.

Wah, kenapa engga digunain untuk menambah dana peningkatan sarana prasarana untuk mengatasi masalah sampah plastik yang menumpuk ya? Atau digunakan supaya bisa memproduksi kantong belanja yang tepat untuk masyarakat. Kalau masalah uang memang harus hati-hati ya, Kawan Muda. Jangan sampai ini jadi ajang kepentingan pribadi untuk mengambil keuntungan atau justru dikorupsi.

Pentingnya Edukasi

(Sumber: Greeners)

Karena baru dua minggu berjalan, mungkin Pemerintah belum memberikan sosialisasi secara merata kepada masyarakat Indonesia. Sebagian besar informasi tentang kantong plastik berbayar hanya diketahui oleh Kawan Muda yang tinggal di daerah perkotaan.

Edukasi ini engga cuma tentang kantong plastik berbayar aja, tapi juga jelasin kenapa sih limbah plastik itu berbahaya buat lingkungan. Sepertinya pekerjaan rumah buat Pemerintah masih banyak nih. Tapi ini juga jadi tanggung jawab kita loh, Kawan Muda. Belajar buat jadi generasi yang peduli sama perubahan itu keren loh.

Jadi kalau hari ini berniat untuk belanja bulanan, ajak deh keluarga atau teman kamu untuk bawa kantong plastik bekas dari rumah atau kantong belanja kain. Lumayan kan, kamu udah jadi bagian dari mengurangi limbah plastik. Selamat belanja bulanan, Kawan Muda! Selamat menjadi agen perubahan! (sds)

Comments

comments