Rabu, 30 September 2020

Genmuda – Komputer, smartphone, atau kendaraan canggih yang kita nikmati sekarang engga bakal tercipta tanpa adanya teknologi pendahulu. Meski sederhana dan dioperasikan tanpa listrik, penemuan jadul itulah yang jadi inspirasi buat ngembangin teknologi manusia sepanjang sejarah evolusinya.

Kebanyakan teknologi pentingnya terlahir di peradaban yang sedang jaya-jayanya di saat itu. Salah satu temuan yang paling revolusioner tentu aja ketika orang manusai nemuin roda yang bisa muter di porosnya. Setelah itu, 8 teknologi di bawah ini lah yang menginspirasi para ilmuan sepanjang jaman:

1. Perachora

Miniatur kincir air Perachora. (Sumber: mlahanas.de)

Teknologi asal Yunani ini merupakan nenek moyangnya kincir air. Perachora dibuat sekitar abad 3 SM. Sejarawan Inggris, MJT Lewis mastiin kalo alat ini merupakan temuan asli ilmuan Yunani, bukannya temuan orang Arab yang kemudian disempurnakan di Yunani. Di jaman itu, kincir air dipakai dalam industri logam, pertanian, dan penggilingan.

2. Aeolipile / Heron Machine

Aeolipile lagi berputar karena uap. (Sumber: modelengines.info)

Parachora berhasil menginspirasi Heron Alexandrinus, seorang pakar matematika Yunani buat bikin prototipe mesin uap, sekitar abad 1 SM. Alatnya sederhana banget, yaitu cuma tungku (yang bentuknya mirip penggorengan), poros, dan bola. Uap panas dari tungku bakal muter bola di atasnya. Sayangnya, temuan yang doi namain Aeolipile itu belom banyak difungsikan, hingga akhirnya dimodifikasi dan dipakai massal di abad ke-18 sampai ke-19.

Meski sederhana, konsep ‘benda yang bisa berputar di porosnya’ inilah yang jadi prinsip hampir semua mesin di era modern. Misalnya aja, turbin mikro pembangkit listrik, kendaraan bermotor, bahkan pertambangan minyak. Semua itu engga akan ada kalo Alexandrinus engga bikin mesin uapnya.

3. Kartografi

Peta bikinan Anaximander. (Sumber: amusingplanet.com)

Kartografi itu merupakan ilmu membuat peta. Kalo filsuf Yunani bernama Anaximander engga bikin peta dunia sederhana berdasarkan pengetahuannya, kita mungkin engga bakal pakai GPS dan peta sebagai penunjuk arah jika mau bepergian kemana-mana.

4. Lensa Nimrud

Lensa nimrud yang terbuat dari kristal alami. (Sumber: Istimewa)

Sekitar 1850, Sir John Layard dari Inggris berhasil menggali sebuah lensa di sekitar Irak. Lensa yang ditemukannya kemudian disebut Lensa Nimrud (ada pula yang nyebutnya sebagai Lensa Layard). Benda ini dibuat dari batu kristal sesungguhnya. Dari penelitian arkeologisnya, lensa ini diduga berasal dari Peradaban Asiria (Abad 25 SM – 612 SM). Lensa ini ternyata cikal bakal kaca pembesar dan teropong. Soalnya, batu ini bisa bikin barang keliatan lebih besar hingga 3 kali lipat.

5. Beton Roma

(Sumber: ancient-origins.net)

Selain ilmu militer dan paham kenegaraan, bangsa Romawi juga terkenal dengan teknologi sipilnya. Beton Romawi berusia sekitar 2000 tahun yang ditemukan di Laut Mediterania nunjukin kalo beton itu jauh lebih padat dan kuat daripada beton modern. Pakar teknik sipil bilang, “Beton modern dibuat agar bertahan hingga 50 tahun. Sementara beton Romawi ini bisa bertahan ribuan tahun bahkan ketika diterpa air garam dan ombak.”

6. Detektor gempa Zhang Heng

Anatomi dalam bejana detektor gempa Zhang Heng. (Sumber: YouTube Image)

Beberapa ilmuan yakin kalo Anaximander juga nemuin detektor gempa. Namun, seorang astronom Tiongkok lah yang bikin alat detektor yang lebih baik. Zhang Heng pada tahun 123 membuat prototipe pendeteksi gempa menggunakan bola logam yang bakal jatuh ketika ada getaran gempa. Dengan alat itu, dia dapat mendeteksi arah datangnya gempa.

7. Baghdad battery

Anatomi Baterai Baghdad. (Sumber: theeventchronicle.com)

Alat ini disebut juga sebagai Parthian Battery. Pada 1938, Wilhelm Konig, arkeolog Jerman berhasil menggali alat ini di daerah Baghdad. Menurut penelitiannya, baterai jadul itu berusia sekitar 2000 tahun. Tidak percaya kalau sebuah pot yang bagian dalamnya dilapisi tembaga itu bisa menghasilkan listrik, seorang ilmuan AS bernama Willard Gray coba membuat replikanya. Ternyata replika itu emang bisa menghasilkan listrik sebesar 2 volt.

8. Antikythera

Replika Antikythera yang dibuat ulang para peneliti. (Sumber: madsystems.com)

Ini adalah temuan yang paling fenomenal. Sebab, alat ini merupakan sebuah komputer tanpa listrik yang dipakai masyarakat Yunani kuno sebagai pendeteksi posisi benda langit. Di dalamnya komputer itu juga terprogram tanggal-tanggal penting seperti jadwal olimpiade, gerhana, dan rasi bintang. Kalo melihat desain gerigi yang membangunnya, alat ini tergolong sangat kompleks. Boleh dibilang, ini adalah Turing Machinenya orang Yunani di tahun 205-100 SM. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.