Rabu, 30 September 2020

Genmuda – Artikel ini sebenernya ditulis buat anak-anak SMA kelas XII yang sebentar lagi bakalan menghadapi dunia kuliah, dunia yang engga kenal ujian pilihan ganda karena kebanyakan ujian adalah membuat esai atau makalah.

Tapi, sama sekali gak masalah kalo ada senior di kampus yang juga memakai tips di artikel ini. Dari banyak cara, inilah tips paling gampang supaya kamu semua menyelesaikan tulisan riset minimal 100 kata tanpa stres berkepanjangan. Cekidot.

1. Tanya dosen kamu harus ngerjain apa

via bing.net

Kalo bisa, dapatkan jawaban pasti. Kejar terus dosen kamu sampai doi ngasih tahu harapannya terhadap tugas esai/makalah itu, misalnya membahas asal-muasal kapitalisme, peran modal terhadap proses produksi, atau hal semacamnya.

2. Jangan tulis paragraf pertama duluan

Secara teori, paragraf pertama harus diketik terlebih dahulu karena berisi dua kalimat pendahuluan dan satu thesis statement, alias inti pembahasan esai atau makalah. Masalahnya, penelitiannya aja belum ditulis. Gimana cara kita tahu intinya? Jadi, lewatin dulu paragraf yang bikin stuck ini.

3. Tulis isinya dulu

via: Giphy

Tulis isi makalahnya dulu, sob. Coba deh. Kata-kata dalam otak kamu pasti bakalan mengalir dengan sendirinya ke dalam ketikan. Dengan begini, kamu menghemat banyak waktu mikir.

Gak perlu takut juga dipermasalahkan karena melongkapi paragraf pertama. Dosen kamu gak akan tau kok kamu ngerjain bagian mana duluan.

4. Tulis kesimpulan

Paragraf kesimpulan, alias paragraf terakhir pada setiap esai atau makalah ibarat kalimat terakhir pada iklan di TV. Isinya merupakan rangkuman informasi, argumen, dan pesan terakhir yang mau disampaikan.

Gak ada salahnya mengulang informasi yang udah disebutin sebelumnya untuk mengingatkan kembali. Kali aja pembaca makalah/esai kamu lupa.

5. Baru deh, tulis paragraf pertamanya

Tau gak cara paling gampang menulis dua kalimat pembuka pada paragraf pertama tiap esai/makalah? Yaitu, dengan menulis ulang kesimpulan dengan bahasa lain. SERIUS! Kembangin aja kesimpulannya dengan basa-basi ala pembukaan esai, maka jadilah dua kalimat pembuka yang oke.

6. Tulis thesis statement

Paragraf pertama esai/makalah gak bakalan lengkap tanpa thesis statement, alias pokok pembahasan. Inget gak pertanyaan kamu ke dosen soal hal yang harus dibahas di makalah? Nah, jadiin itu sebagai thesis statement.

Contohnya gini. Setelah dua kalimat pembuka, langsung tulis: “Tulisan ini membahas mengenai peran modal dengan jumlah berbeda-beda terhadap kelangsungan proses produksi sebuah bisnis dalam kurun 365 hari.” Ntap kan?

7. Pakai quotes

via giphy

Setelah dihitung-hitung, ternyata jumlah kata pada esai/makalah kamu masih kurang ketentuan. Ternyata, dosen minta 300 kata, bukan 100 kata. Gampang aja. Masukin quotes alias kutipan dari buku rujukan ke dalamnya.

Jangan lupa jelasin itu kutipan dari siapa dan alasan kenapa kutipannya harus dimasukin. Kasih informasi supaya pembaca percaya bahwa kutipan itu emang “wow” dan berhubungan dengan pembahasan kamu.

8. Bikin sirop, sana!

Loh? Sirop buat apa? Buat ngerayain karena esai/makalah kamu jadi setelah mengikuti 7 tips di atas. Coba lakuin dari pertama sampai terakhir. Pasti terasa banget bedanya daripada cara lama. Percaya! (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.