Sabtu, 31 Oktober 2020

Genmuda – Menuai banyak sambutan positif, sekuel ketiga ‘Captain America: Civil Wars’ dipercayai sebagai film Marvel yang paling kece sejauh ini (bahkan melampui Avengers). Terhitung dari promosi dan spoiler yang beredar setahun belakangan, engga heran ya kalau banyak penonton yang menaruh ekspektasi tinggi.

Sesuai judulnya, Captain America (Chris Evans) masih jadi tokoh sentral dari Avengers. Walau ini lanjutan dari ‘Winter Solder’, namun secara engga langsung ‘Civil War’ seperti suksesor ‘Avengers: Age of Ultron’.

Alur cerita yang kompleks dengan sejumlah pendatang baru

Berangkat dari Avengers, pengembangan alur cerita ‘Civil War’ terasa berjalan dengan mantap dan mampu diterima sama penonton awam. Russo bersaudara (Joe Russo dan Anthony Russo) juga cukup mulus dan leluasa mengembangkan karakter-karakter baru macam Spider-man (Tom Holland) dan Black Panther (Chadwick Boseman), tanpa harus mengesampingkan superhero yang lebih dulu nongol di Avengers.

Diceritakan, pasca pertempuran di ‘Age of Ultron’ pemerintah dunia menyoroti dampak yang dihasilkan bagi masyarakat sipil. Para superhero ini pun dicap sebagai pihak yang paling bertanggung jawab dalam serangan tersebut.

Tanpa pikir panjang, guna mencegah jatuhnya korban yang tidak bersalah, pihak pemerintah dunia berusaha mengambil tindakan untuk membatasi pergerakan Avengers, serta patuh pada persetujuan yang telah disepakati.

Merasa bersalah atas serangan di ‘Age of Ultron’, Iron-man (Robert Downey Jr.) berusaha berpihak kepada pemerintah. Sementara Captain America justru meyakini jika aksi mereka bertentangan oleh tujuan Avengers.

Meski perpecahan dalam kubu Avengers nyaris serupa dengan ‘Batman V Superman: Dawn of Justice’, namun motif balas dendam dibalut ‘perang syaraf’ jadi menu utama ‘Civil War’. Meski klise, hal ini berimbas kepada alur cerita yang padat dari berbagai sudut pandang. Saat kamu nonton mungkin bakalan bilang, “Kubu Captain America yang bener!” atau “Ada benernya juga kok pilihan Iron-Man!”.

Untungnya durasi panjang tersebut mampu mengalir lewat beberapa humor khas superhero Marvel, sehingga bisa ngurangin rasa bosan buat penonton. Ditambah, kemunculan Spider-man, Black Panther, dan Ant-man, jadi sejumlah adegan yang dinanti-nanti oleh para fans. Maklum aja, kecuali Ant-Man, Spider-man dan Black Panther belum pernah punya film solo.

Masih Bisa Lebih Baik

‘Civil War’ bisa dibilang nyaris sempurna dari dua sekuel Captain America sebelumnya. Namun bukan tanpa celah ya. Genmuda.com punya beberapa catatan yang membuat film ini terasa kurang maksimal, salah satunya adalah efek CGI yang digunakan.

Khusus pada poin ini, kamu bisa melihat bagaimana ekspektasi para fans yang menunggu kehadiran the new Spider-man yang secara engga langsung udah resmi bergabung dengan Marvel Universe. Sayangnya kamu bisa perhatiin kalau efek kostum yang dikenakan oleh Peter Parker terlihat kurang rapih dan sesuai dengan kostum aslinya. Penasaran? Coba kamu amatin baik-baik sampai doi buka topeng (spoiler alert).

(Sumber: YouTube)
(Sumber: YouTube)

Selain hal itu, scoring film terasa masih kalah megah jika dibandingkan oleh ‘BvS’. Walaupun unggul dalam alur cerita, sangat disayangkan hal ini kurang bisa dikembangkan oleh Marvel. Apalagi ini jadi salah satu proyek mega bintang.

Well, di luar itu semua ‘Captain America: Civil War’ setidaknya mampu menjawab ekspektasi para fans. Last but not least, kita makin dibuat penasaran gimana kelanjutan seri selanjutnya. So, buat kamu yang belum nonton buruan deh merapat ke bioskop-bioskop kesayangan kamu weekend ini.

PS: Jangan buru-buru beranjak dari kursi penonton ya, karena masih ada dua scene after credit yang bikin kamu makin GMZ. He-he.

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.