Kamis, 7 Juli 2022

Genmuda – Timnas Argentina menggegerkan jalannya Piala Dunia 2018. Bukan karena main luar biasa, namun karena main di bawah rata-rata. Skuat asuhan Jorge Sampaoli itu habis dilumat Kroasia 0-3.

Pertandingan babak pertama berlangsung alot tanpa gol. Membosankan ditonton tapi melelahkan buat para pemain. Itu terlihat pada menit 53 di babak kedua.

Willy Caballero sang kiper Argentina melakukan kesalahan yang dimanfaatin hingga berbuah angka buat Kroasia oleh Ante Rebic. Setelah itu, moral Kroasia naik. Luka Modric ngegolin pada menit 80 dan Ivan Rakitic menambah penderitaan Argentina pada menit 90+1.

Jangan salahin Lionel Messi karena doi cuma satu orang yang dikepung semua barisan belakang Kroasia. Kalo mau main salah-salahan, salahin para pemain ini lantaran gak tampil maksimal meski telah mengenakan seragam timnas.

1. Willy Caballero

Caballero menerima operan belakang dari Mercado. Timing Caballero menendang bola salah total sehingga bola melambung tinggi di dalam kotak penalti. Bola chip itu diselesaikan Ante Rebic dengan tendangan voli ke net kanan atas gawang Argentina.

2. Mercado

Kesalahan Mercado terjadi pada menit-menit terakhir pertandingan, jelang gol ketiga Kroasia. Saat itu, garis belakang Argentina kurang pemain bertahan. Cuma ada dua bek yang digempur tiga penyerang Kroasia.

Lalu, apa yang dilakukan Mercado, orang yang seharusnya ada di garis belakang? Dia ada di tengah, dong. Terus, bukannya sprint ke belakang, dia malah joging sambil nontonin bola. Wajar Rakitic bikin skor jadi 0-3.

3. Mascherano

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Pemain berusia 34 tahun ini mungkin lupa caranya jadi gelandang bertahan. Mungkin, pengalamannya berlaga di Barcelona hilang begitu saja saat doi pindah ke Hebei China Fortune FC.

Kesalahan fatalnya terjadi pada gol ketiga Kroasia. Bukannya mengejar pemain Kroasia, Mascherano malah angkat tangan berusaha bilang ke wasit kalo Kroasia offside. Buat apa coba?

4. Nicolas Tagliafico

via football.london
(Sumber: football.london)

Kalo pertandingan itu adalah acara “Benteng Takeshi,” Tagliafico berhak mendapat penghargaan penantang tergigih. Doi melakukan segala cara, body charge sana-sini demi merebut bola dari Mario Mandzukic, tapi gagal terus. Nice try.

5. Sergio Aguero

Sebagai Striker, Aguero sulit dibilang bekerja dengan baik. Pertama, doi gagal memposisikan diri di tempat strategis untuk menerima operan. Kedua, doi sama sekali gak megang bola pada 21 menit babak pertama. Wajar kalo doi ditukar sama Gonzalo Higuain pada menit ke 54.

Akibatnya kesalahan-kesalahan itu, Argentina turun ke peringkat tiga pada Grup D bermodal satu poin dalam dua pertandingan. Dengan poin yang sama, Islandia bertengger di atas Argentina karena lebih sedikit kebobolan dan baru sekali main.

Masih terlalu cepat buat memvonis Argentina gagal lolos grup. Namun, sulit juga berharap banyak lantaran posisi Messi cs. cenderung susah naik mengingat Islandia terus main baik sejak Euro 2016. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.