Jum'at, 27 November 2020

Genmuda – Udah susah payah nurunin selama berbulan-bulan, eh mendadak berat badan kamu malah nambah lagi dalam waktu singkat. Yang lebih sialnya lagi, nambahnya pun hampir sama kayak total berat badan yang udah kamu kurangin.

Hayo, siapa nih di antara kamu yang di long weekend kemarin pas nimbang terkejut gara-gara berat badan kamu naik? Iya sih, dalam proses panjang nurunin berat badan, engga bisa diungkiri kalau perjuangan kamu justru bakal lebih besar saat kamu berusaha buat ngejaga supaya angka yang udah kamu capai engga bertambah lagi.

Nah, baru-baru ini, sebuah riset udah nemuin alasan di balik kenapa banyak orang cenderung memperoleh kembali berat badan yang udah mereka hilangin. Alasannya adalah gara-gara tubuh mereka sebenarnya balik ngelawan mereka dan secara engga langsung pengen mereka gagal.

Lah, kenapa bisa gitu? FYI, para peneliti ngedapetin kesimpulan tersebut setelah mereka ngelacak perkembangan 14 peserta dari season 8 acara televisi Amerika The Biggest Loser. Selama enam tahun sejak acara tersebut ditayangin, 13 peserta ternyata ngalamin kenaikan berat badan sampai sebesar yang udah mereka turunin.

Danny Cahill sebelum dan sesudah season 8 The Biggest Loser (Sumber: NBC/Getty)

Contohnya adalah pemenang season 8 The Biggest Loser, Danny Cahill. Setelah berhasil nurunin berat badan sekitar 108,5 kg dari total berat badannya yang mencapai 195 kg dalam tujuh bulan, doi akhirnya ngalamin kenaikan berat badan hampir setengah dari yang udah doi turunin, yaitu sebanyak 45,4 kg.

Sementara itu, peserta season 8 The Biggest Loser lainnya yang bernama Dina Mercado berat badannya kini mencapai sekitar 93,4 kg, padahal sebelum acara berat badannya adalah 112,5 kg dan di akhir acara berat badannya udah berkurang jadi 78,7 kg. Sebaliknya, peserta lain engga cuma balik lagi ke berat badan semula, bahkan berat badan mereka nambah lebih banyak lagi.

Lantas, apa sesungguhnya penjelasan lebih lanjut di balik fenomena kenaikan berat badan tersebut? Well, menurut para peneliti, semua itu berawal dari sesuatu yang disebut sebagai ‘adaptasi metabolik’. Riset terdahulu pun udah nunjukin bahwa orang-orang yang ngalamin penurunan berat badan juga ngalamin penurunan tingkat metabolisme, yang nentuin berapa banyak kalori yang dibakar seseorang saat mereka beristirahat.

Dina Mercado sebelum dan sesudah season 8 The Biggest Loser (Sumber: NBC/Getty)

Singkatnya, siapapun yang dengan sengaja nurunin berat badan mereka bakal punya metabolisme yang lebih lambat saat diet mereka berakhir. Engga heran, para peserta The Biggest Loser juga punya metabolisme yang lebih lambat saat acara tersebut berakhir.

Namun demikian, para peneliti dibuat benar-benar terkejut saat nemuin bahwa setelah enam tahun metabolisme mereka masih belum pulih juga. Bahkan, metabolisme mereka jadi makin lambat, sehingga mereka jauh lebih mudah buat ngalamin kenaikan berat badan. Dengan kata lain, tubuh mereka terus berjuang buat ngedapetin kembali berat badan selama bertahun-tahun.

Meski begitu, para peneliti nemuin pula kalau para peserta season 8 The Biggest Loser kembali ke kehidupan sehari-hari mereka setelah acara tanpa adanya dukungan lanjutan dari para ahli nutrisi, psikolog, pelatih, ahli olahraga, dan dokter. Dengan perubahan dramatis pada metabolisme mereka, perjuangan mereka buat ngejaga berat badan tentu bakal lebih besar.

Intinya, dengan adanya hasil riset tersebut, bukan berarti kamu engga bakal bisa terus ngejaga berat badan kamu setelah kamu mati-matian nurunin, Kawan Muda. Ada banyak faktor lain yang bakal berpengaruh, mulai dari faktor lingkungan sampai faktor biologis. So, yang terpenting adalah pola hidup yang sehat dan seimbang. (sds)

Comments

comments

Gabrielle Claresta
Eccentric daydreamer