Senin, 26 Oktober 2020
HiburanMusik

Ayat-Ayat Cinta in Concert Digelar Penuh Kemewahan di Tengah Hari Kerja

©Genmuda.com/2017 TIMSarah Saputri nyanyi "Harapku" dengan kece badai di "Ayat-Ayat Cinta in Concert," Rabu (20/12). ©Genmuda.com/2017 TIM

Genmuda – Penampilan musik “Empat Diva,” Payung Teduh, Sarah Saputri, dan Dewi Sandra pada Ayat-Ayat Cinta In Concert di JCC Senayan, tutup malam Rabu (20/12) dengan mewah. Meski terjadi kesalahan teknis di tengah acara, para artis puas dengan penampilan itu.

“Terima kasih banyak atas semua dukunganya, teman-teman!” kata Produser MD Entertainment, Manoj Punjabi pada para wartawan yang bertugas juga pengunjung yang ngintipin konferensi pers setelah acara. Para penampil utarain keinginan supaya konser kayak gitu terus dibuat.

Pak Manoj yakin, penayangan perdana film “Ayat-Ayat Cinta 2,” Kamis (21/12) akan sesukses konser yang digelar sehari sebelumnya. “Film belum meluncur saja sudah terpesan sekitar 30 ribu tiket. Ini, lihat! Bangku bioskopnya penuh semua,” ujarnya sambil tunjukin data itu dari ponselnya.

Gak melulu soundtrack “AAC”

©Genmuda.com/2017 TIM
Penampilan Payung Teduh di “Ayat-Ayat Cinta in Concert,” Rabu (20/12). ©Genmuda.com/2017 TIM

Meski bertajuk “Ayat-Ayat Cinta in Concert,” konser megah dengan iringan orkestra itu gak melulu sajiin soundtrack filmnya. Raisa dan Isyana buka acara dengan duet ikonik mereka lewat lagu “Anganku Anganmu.” Kali ini, tanpa diiringi pesan sponsor salah satu merk ponsel.

Setelah itu, Isyana tampilin lagu hits doi, “Terpesona,” “Mimpi,” dan “Kau Adalah.” Kayak doi, tiap penampil juga berkesempatan bawain lagu hits masing-masing.

Contohnya, Krisdayanti yang bawain “Mahadaya Cinta,” Rossa bawain “Pudar,” dan Raisa bawain “Kali Kedua” dan “Jatuh Hati.” Sementara itu, Payung Teduh bawain “Akad” dan “Di Antara Pepohonan.”

©Genmuda.com/2017 TIM
Raisa narik suara tinggi. ©Genmuda.com/2017 TIM

Ada juga penampilan kece badai dari Sarah Saputri, salah satu penyanyi garapan MD Music. Dia nyanyiin lagu “Harapku” dengan powerful sambil diiringi solo harmonika yang memancing kehebohan penonton.

Meski Sarah sempat keliatan kesulitan ngatur posisi mic yang longgar, penampilannya tetep dihadiahi tepuk tangan meriah. Sama kayak keseluruhan penampil yang ngasih totalitas di atas panggung.

Puisi mengumbar cinta

©Genmuda.com/2017 TIM
Krisdayanti masih sanggup memikat cowok-cowok lebih muda dengan penampilannya. ©Genmuda.com/2017 TIM

Jelang akhir acara, Dewi Sandra naik panggung dengan kostum seperti dewi matahari dan nyanyiin soundtrack “AAC” pertama, berjudul “Jalan Cinta.” Setelah itu, Dewi kembali naik panggung ditemani Chelsea Islan, Tatjana Saphira, dan Fedi Nuril naik panggung buat berpuisi diiringi orkestra.

Musikalisasi puisi yang mengumbar kata-kata cinta buat keluarga, sahabat, dan Indonesia itu sempat dilanda kesalahan teknis. Ketika mulut Dewi Sandra berucap-ucap, suaranya engga lantang. Di tengah bait, suaranya lantang lagi.

Beda tempat nonton, beda pengalaman

©Genmuda.com/2017 TIM
Teh Rossa kayak lagi jadi Beyonce di lagu “Pudar.” ©Genmuda.com/2017 TIM

Area penonton Ayat-Ayat Cinta in Concert secara garis besar dibagi ke dalam tiga area. Area Festival sediain lapak nonton berdiri persis di depan panggung. Dari situ, para anggota orkestra engga terlihat jelas. Sehingga, sulit menangkap emosi yang mereka tampilin di tiap lagu.

Area tribun berada pada posisi paling tinggi dan paling jauh dari panggung. Penonton bisa liat semua kejadian, tapi tetep belum bisa liat detil ekspresi tiap musisi, penari, dan konduktor memimpin jalannya lagu.

via viva.id
Raisa dan Isyana buka acara dengan “Anganku Anganmu.” (Sumber: viva.id)

Lokasi paling strategis tentu saja berada di tengah, di area VIP dan VVIP. Di situ ada jajaran MD Entertainment, Hamish Daud, dan Presiden Ketiga Indonesia BJ Habibie.

Dari tempat mereka, seluruh panggung terlihat jelas. Tata lampu indah dipandang dan ekspresi seluruh penampil nyata adanya. Namun demikian, di manapun posisinya, kemewahan acara itu terasa hingga usai jelang tengah malam. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.