Kamis, 13 Mei 2021

Genmuda – Problematika klasik anak kosan di akhir bulan enggak pernah lepas dari yang namanya pengeluaran membengkak dan bikin rekening cekak. Biarpun udah masuk awal bulan, kadang uang gaji atau uang bulanan serasa numpang lewat doang. Klasik banget kan?

Kasus serupa sebenernya gak cuma terjadi di Indonesia aja, gengs. Menurut data terbaru dari Bank of America, 73% anak milenial (usia 23-37) sering menghabiskan uang mereka untuk kehiatan atau barang-barang nirfaedah. Sebagai tambahan, 35% dari mereka dikabarkan gak memiliki tabungan, dan 17% diantaranya menghabiskan uang lebih banyak dari seharusnya.

Nah, sebelum Kawan Muda hancur lebur ke dalam lubang kebangkrutan gara-gara gak bisa mengelola keuangan, berikut Genmuda.com kasih tau kamu 8 tips berhemat yang bisa kalian terapin. Simak baik-baik ya:

1. Pilih transportasi yang pas dan murah buat kamu

via: Giphy

Iya, makanya Genmuda.com pernah bahas untuk mencari kosan yang deket kampus atau kantor supaya kamu bisa berhemat dalam urusan ongkos. Kalo dirasa murah aja masih enggak cukup, pertimbangkan lagi transportasi yang kamu banget. Coba aja hitung perbandingan dan selisih pengeluaran kamu antara naik transportasi umum dengan kendaraan pribadi. Walau bedanya cuma Rp 2-5 ribu tapi kalo dikalikan sebulan lumayan loh.

2. Pake bantuan aplikasi keuangan

Manusia itu tempatnya salah dan khilaf, bisa aja ada pengeluaran dan pendapatan yang lupa kamu tulis dari biaya bulanan. Gak usah harus seahli akuntan, soalnya udah banyak banget kali aplikasi keuangan yang bisa kamu pake lewat smartphone, bahkan langsung dibuatin pembukuannya setiap hari hingga tahunan. Kalo masih bingung coba baca rekomendasi dari Genmuda.com di artikel ini.

3. Cek dan kurangi pengeluaran yang gak ada faedahnya

Cash Money.gif

Kamu ngerasa cicilan kartu kredit kamu kayak gak ada habisnya? Coba cek cetak billingnya sejak 6 bulan terakhir. Hitung lagi apakah bunganya bisa kamu lunasi sesuai kemampuan kamu. Jangan-jangan selama ini kamu cuma bayar bungannya doang lagi. Terus jangan juga gampang tergiur sama pengeluaran gak penting seperti member-member ‘nirfaedah’ yang belum tentu bisa kamu nikmati manfaatnya setiap bulan.

4. Jangan gampang tergoda promo

via: Giphy

Ini cobaan banyak orang di zaman digital. Biar banyak e-commerce ngasih promo gratis ongkir atau cashback ke kamu, tapi mereka lah pihak yang paling diuntungkan. Kenapa? Karena pasti ada syarat harga minimum. Dan dari situlah kamu terjebak untuk konsumtif. Pikir lagi deh, barang yang ingin kamu beli itu sebegitu pentingnya atau cuma hasra kebendaan semata. *asik.

5. Jangan terlalu buru-buru dalam membeli sesuatu

via: giphy

Rumusnya berhemat paling sederhana adalah skala prioritas, yakni penting, butuh, dan ingin. Pastiin rumus itu enggak kamu tukar ya. Jangan pula terlalu buru-buru untuk membeli sesuatu, terutama yang berada di luar daftar pengeluaran rutin bulanan kamu.

Kenapa gitu? Soalnya menurut penasihat konsumen dari Atfinder, Jennifer McDermott, semakin banyak waktu yang seseorang gunakan sebelum memutuskan membeli sesuatu, semakin besar pula kemungkinan orang tersebut membuat keputusan keuangan yang tepat.

6. Subsidi silang untuk mengurangi pengeluaran kecil

via: Giphy

Maksud subsidi di sini adalah mengganti barang, makanan, atau kebiasaan kamu dengan barang sejenis dan harganya lebih terjangkau. Misalnya saat setiap hari kamu sering beli kopi susu kekinian seharga Rp 25 ribuan, kamu bisa menggantinya dengan ‘kopi renceng’ seharga Rp 3-5 ribuan dengan rasa yang gak terlalu jauh berbeda.

Selisih harga itu pun bakal terasa banget dampaknya di akhir bulan. Dan kalo udah dijadikan kebiasaan, kamu malah punya dana lebih yang bisa dipake buat hal lain. Lebih berfaedah lagi kan.

7. Pindah bank

via: Tenor

Walaupun hampir semua bank punya perhitungan dan kebijakan masing-masing. Kamu layak memilih bank yang gak terlalu banyak memalak uang kamu dari biaya bulanan, biaya admin, saldo minimum, dan masih banyak lagi. Bank yang gak ribet dan lebih jelas proses transaksinya juga banyak kali. Makanya coba pikirin itu dari sekarang sebelum membuka rekening bank.

8. Tabung 30% penghasilan kamu, kalo masih terlalu besar 5% udah cukup kok

via: giphy

Mantan Komisaris Independen Bank BCA, Sigit Purnomo, pernah bilang ke Genmuda.com idealnya seseorang harus mengalokasikan 30% penghasilan mereka untuk di tabung. Namun jika kamu rasa angkanya masih terlalu besar, kamu masih bisa tekan di angka 5%. Masih gak bisa juga? Jangan mimpi bisa nabung deh. Udah gitu aja.

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.