Jum'at, 3 Juli 2020

Genmuda – Saling mengomentari konten viral udah jadi salah satu kerjaan sehari-harinya netizen di Indonesia. Karena komentarnya bisa dibaca orang lain, perdebatan panjang (kadang keluar dari topik) sering muncul di sejumlah forum online.

Coba aja tengok beberapa kasus viral belakangan ini, mulai dari Awraldine, plesetan lagu ‘Bad’, hingga diplomat nan jelita dari Indonesia, Nara Masista Rakhmatia. Ya, pokoknya sadar atau engga, kasus viral bisa bikin pelakunya mendadak dangdut tenar. This is social media effect!

Bermula dari situ, Genmuda.com akhirnya menyelidiki beberapa kebiasaan kocak dari kebanyakan netizen di Indonesia. Mau tau ada apa aja? Siapa tau kamu masuk antara ciri-ciri di bawah:

1. Salah fokus

via genmuda.com
Salah satu komentar netizen yang salah fokus. Doi malah godain mbak Nara Masista. (Sumber: Istimewa)

Kontennya ngomongin apa, komentarnya fokus ke mana. Engga nyambung. Misalnya aja video Nara Masista Rakhmatia, diplomat Indonesia yang dikirim ke rapat PBB. Perempuan yang Desember nanti berusia 34 tahun itu menyanggah tuduhan negara-negara Pasifik yang bilang Indonesia melanggar HAM di Papua dan Papua Barat.

Argumen Nara sangat tegas mengomentari isu sensitif itu. Tapi, netizen malah fokus sama sosok cewek ini. Malah ada yang fokusnya pada kecantikannya. Emang, isu HAM tuh kurang sexy buat dikomentari ya? (Tapi penulis juga senang kok liat yang Nara) *curcol

2. Jualan

via instagram @agnezmo
Tuh. Giliran fotonya nampilin kecantikan orang, lapak komentarnya malah dipake jualan. Hadeuh. (Sumber: Instagram @agnezmo)

Ada juga yang manfaatin sebuah konten viral buat jualan. Pasti pernah nemu dong? Nah, biasanya para akun online shop suka nyampah promosi di postingan viral yang banyak komentarnya. Di bilang engga sopan, tapi sekarang udah jadi lumrah dan belum diatur dalam undang-undang. Di bilang ganggu, tapi orang udah pada biasa ngeliatnya.

Akhirnya netizen cuma bisa terima postingan mereka berubah menjadi lapak jualan hijab, krim kecantikan, outfit, sampai obat-obat pelangsing. dan penyubur jenggot. Aneh-aneh deh. Kalo komentarnya dikumpulin mungkin bisa jadi pasar beneran.

3. Ngasih komen cuma biar akunnya diliat

via photobucket.com

Pasti pernah liat dong komentar irit kata yang cuma bilang ‘sundul gan,’ ‘pertamax,’ ‘nice,’ atau ‘Cek akun kita yuk, banyak barang-barang lucu loh’. Ya, terlepas dari media sosial yang digunakan. Cara itu biasanya dipakai biar orang yang dikomenin penasaran dan ngeliat akun tukang komentarnya.

Tapi, bisa jadi akun itu cuma tukang komentar yang banyak follower karena doi sering nongol di postingan akun lain. Kalo udah kayak gitu mendingan jadi tukang komentar aja daripada cape-cape bikin konten atau jual barang yang bagus.

4. Hatespeech

via joelglovier.com

Entah karena beban hidupnya kebanyakan atau emang hobi, ada juga komentator yang sukanya nyalah-nyalahin presiden. Postingan Awkarin bikin gerah orang-orangtua, salahin Presidennya. Garut kena banjir, salahin Presiden dan menterinya karena lambat bergerak.

Stop berpikir kayak gitu. Indonesia udah merdeka sob. Masih aja pikirannya sempit. Pepatah Bekasi Timur pernah bilang, “Cerna dahulu, pikirkan, baru komentari.” (Okesip penulisnya jayus)

5. Curhat colongan

via provoke-online.com

Pada sebuah postingan foto makanan yang udah ditata kece, mendadak ada sebuah akun yang komentar “Ayo ke sini @pacarnya. Kamu engga pernah ajak aku ke tempat lucu kaya gini lagi.”

Plis Neng, situ lagi nyari cowok baru atau ngajakin pacar jalan-jalan? Ngapain orang lain mesti tau kalo kamu sering dianggurin pacar. Masih banyak hal lebih penting. Jadi kurang-kurangin ya gaes.

Kira-kira itulah 5 kebiasaan kocak khas netizen Indonesia yang sering keliatan di forum ataupun medsos. Kawan Muda punya ide lain? Silakan loh tulis idenya melalui comment di bawah ini. Komentarin hal lain juga boleh. Biar engga kalah viral dan nanti kita godain. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.