Senin, 3 Agustus 2020

Genmuda – Di tengah ramainya film-film kece Hollywood di bulan November ini, ternyata ada satu film Tanah Air yang engga kalah menarik buat ditonton loh, Kawan Muda. Film itu berjudul ‘Nay’.

‘Nay’ merupakan film ketiga garapan penulis, aktris, sekaligus sutradara Djenar Maesa Ayu. Sebelumnya, perempuan yang akrab disapa Nai itu telah menjadi produser, penulis skenario, sekaligus sutradara film ‘Mereka Bilang, Saya Monyet!/They Say I’m a Monkey!’ (2008) dan ‘SAIA’ (2009).

Namun demikian, film ‘Nay’ engga mirip seperti dua film Nai sebelumnya. Film tersebut bahkan jauh berbeda dari film-film lain pada umumnya dan memiliki beragam hal menarik yang membuat kamu wajib menontonnya, Kawan Muda.

Penasaran apa saja hal-hal menarik yang ada dalam film ‘Nay’? Berikut ini adalah 5 alasan kenapa kamu wajib nonton film ‘Nay’:

 

  1. ‘Nay’ menggunakan struktur monolog

Engga kayak sutradara film lain, Nai justru berani mengambil risiko dengan menggunakan struktur monolog dalam film ‘Nay’. Dalam rilisan persnya, Nai pun menyatakan bahwa ia mengembangkan gaya monolog naskah filmnya dengan tetap memanfaatkan peluang sinematik yang ada.

Nai mengaku mendapatkan ide untuk menggunakan struktur monolog dalam film ‘Nay’ setelah ia menyaksikan pertunjukan ‘Monolog 3 Perempuan’. Dengan digunakannya struktur monolog, film ‘Nay’ otomatis hanya melibatkan seorang pemain utama, yaitu Sha Ine Febriyanti.

Tantangan akting Ine Febrianti pun terbilang besar, mengingat hampir seluruh adegan dilakukannya dalam sebuah mobil pada malam hari. Meski begitu, Nai menganggap film ‘Nay’ terbilang jauh lebih komunikatif bagi para penonton ketimbang dua filmnya yang sebelumnya.

Nah, coba deh kamu bayangin, Kawan Muda. Film layar lebar mana lagi yang pemerannya benar-benar cuma satu orang dengan lokasi yang hanya di dalam mobil? Strategi macam apa yang dipakai Nai buat bikin penonton betah berlama-lama menyaksikan kedua hal itu?

 

  1. ‘Nay’ menyuarakan perempuan

Perempuan dan segala problematikanya memang selalu menjadi isu yang engga pernah ada habisnya buat dibahas, apalagi jika menyangkut hal-hal yang masih terbilang tabu seperti KDRT, perkosaan, dan pelecehan seksual.

‘Nay’ pun lagi-lagi menjadi sarana bagi Nai untuk menyuarakan perempuan. Sebagai seorang perempuan, ibu dari dua anak perempuan, dan eyang putri dari seorang cucu perempuan, ia mengaku merasa wajib untuk menyampaikannya.

 

Sumber: twitter.com/djenarmaesaayu

 

  1. ‘Nay’ bukan menghibur, tapi menggugah

Dengan memusatkan perhatian pada sudut pandang perempuan, dalam filmnya kali ini Nai juga mencoba untuk menonjolkan masalah seks, hubungan, kesendirian, maupun keadilan gender dalam hidup seorang perempuan kota.

Dengan fokus perempuan, Nai pun ingin menyatakan suatu sikap dan komentar terkait kemandirian perempuan Indonesia masa kini di tengah berbagai prasangka yang masih diyakini dalam masyarakat. Hal tersebut dimunculkannya dalam sebuah cerita yang familiar bagi kehidupan masa kini.

Dalam ‘Nay’, dikisahkan bahwa Ine Febrianti baru mengetahui jika janin yang dikandungnya telah berusia 14 minggu. Ia pun dihadapkan pada sejumlah dilema yang melibatkan pacarnya Ben, manajernya Ayu, mami Ben, dan seorang laki-laki bernama Pram.

Bukan cuma itu, Nay juga harus berhadapan kembali dengan masa lalunya yang kelam. Ia harus berhadapan dengan figur ayah yang engga pernah dikenalnya sekaligus figur ibu yang pernah mengecewakannya.

 

  1. ‘Nay’ digarap dengan menggunakan dana hasil crowdfunding

Mengangkat isu perempuan seperti ‘Nay’ di hadapan para investor bisnis bukan perkara yang mudah loh, Kawan Muda. Namun demikian, hal itu engga menyurutkan semangat Nai buat mewujudkan karya film ketiganya itu.

Nai pun akhirnya menggunakan cara crowdfunding melalui Wujudkan.com untuk menggalang biaya pra-produksi film ‘Nay’. Siapa sangka, ia dan timnya akhirnya berhasil mengumpulkan dana hingga sekitar 250 juta rupiah.

 

  1. Kenapa engga?

Malas? Engga ada teman nonton? Engga tertarik nonton film dengan isu ‘berat’? Takut engga ngerti filmnya? Mau nonton film Hollywood dulu? Buang jauh-jauh dulu deh berbagai alasan super basi itu, Kawan Muda.

Kalau kamu ngaku pecinta film, engga ada salahnya kan kamu nonton film ‘Nay’? Itung-itung kamu memperkaya pengetahuan film kamu dan mendukung film asli negeri sendiri. Jangan cuma drama menye-menye sama film aksi yang pemainnya aduhai doang yang kamu tonton.

 

So, jangan lupa tonton film ‘Nay’ tanggal 19 November ini ya, Kawan Muda. Saksikan juga trailer resminya di hari Selasa (10/11) nanti biar kamu makin penasaran. “Hidup bukan untuk mencari perhentian, namun untuk melakukan perjalanan.” Happy watching! (sds)

Comments

comments

Gabrielle Claresta
Eccentric daydreamer