Kamis, 18 Juli 2019

Genmuda – Remaja generasi 90-an perlu muter otak supaya sukses menjadikan gebetan sebagai pacar. Dua dekade berlalu, anak mida jaman sekarang cukup pasang foto keren, status oke, terus swipe kanan sampai akhirnya dapatkan “match” dan ketemuan sama calon pacarnya.

Meski pertemuannya mungkin berakhir di kencan pertama, paling engga setiap orang punya kesempatan yang sama buat mencari jodoh. Sebuah peribahasa ‘urban’ bilang, “Masih banyak ikan di laut.”

Ya, “Ikan” yang dimaksud bukan cuma calon gebetan yang bisa di-swipe kanan. Banyak juga kok aplikasi pencari jodoh yang dipakai orang Indonesia dan punya keunikannya sendiri. Misalnya aja, di bawah ini.

1. Badoo Indonesia (Web / Android / iOS)

via badoo.com.
(Sumber: badoo.com)

Tagline aplikasi Badoo dengan gamblang bilang gini, “Ketemu orang baru, cari teman, ngobrol, dan main mata.” Jelas, poin yang main matanya engga Genmuda.com saranin. Meski begitu, aplikasinya punya tampilan yang gampang dipahami, foto besar, dan geo location.

Pesan yang bisa dikirim ke calon gebetan jumlahnya bisa sampai 5 pesan setiap hari, tapi bisa like sebanyak-banyaknya. Pada Sabtu (4/2), Badoo punya 337 juta pengguna yang tersebar di 190 negara. Tiap hari, ada 400 orang baru yang daftar. Dengan kata lain, makin besar kesempatan dapet pacar.

2. Gather (Android / iOS)

via sinch.com
(Sumber: sinch.com)

Jim Yang, seorang warga Indonesia yang berbisnis di Amerika Serikat bikin aplikasi Gather supaya memudahkan orang-orang di suatu daerah nongkrong di satu tempat. Uniknya, cuma cewek yang bisa ngajak pengguna Gather lain ketemuan.

Kenapa? Karena Jim Yang yakin cara itu lebih aman buat cewek supaya engga kejebak pelecehan berbasis online. Pengguna aplikasi dan situs Gather lebih banyak berasal dari Jakarta dan Bandung, berdasarkan data Juni 2016.

3. OK Cupid (Web / Android / iOS)

via android-indonesia.com
(Sumber: android-indonesia.com)

Setelah daftar di OK Cupid, bakal ada rentetan pertanyaan sepele buat mengetahui kepribadian. Hasil kuis itu dipakai buat menilai kecocokan satu akun dengan akun lainnya.

Berhubung aplikasi dan situsnya lebih mirip medsos, kamu bisa langsung nyari jodoh lewat mesin pencarian yang udah disediain. Biar kata persentasi kecocokannya rendah, kamu masih bisa ninggalin private chat ke akun lain, kok.

4. Eharmony (Web / Android / iOS)

via play.google.com
(Sumber: Play.google.com)

Kalo mau aplikasi cari jodoh yang lebih “ilmiah,” coba aja Eharmony. Sistemnya dirancang sama penasihat keluarga sekaligus psikolog AS bernama Neill Clark Warren. Aplikasinya bakal menilai kepribadian tiap akun secara lebih mendalam melalui kuis psikologi.

Sayangnya, kamu perlu bayar sekitar 27 dollar AS per bulan supaya bisa ngeliat foto calon gebetan dan ngajak ketemuan. Kalo masih pakai yang gratisan, cuma bisa liat daftar orang yang sekiranya cocok berdasarkan penilaian psikologi tadi.

5. Setipe (Web / Android / iOS)

via youtube.com

Setipe bisa diibaratin eharmony versi Indonesia dan lebih ramah kantong. Tes kepribadian diri pasti ada juga, supaya sistemnya bisa ngasih rekomendasi jodoh yang pas. Pastiin ngejawab semua pertanyaan sejujur-jujurnya karena Setipe bakal kirim profil salah satu pengguna sesuai jawaban kuis itu.

Gimana? Engga mentok di Tinder aja kan buat cari jodoh? Selamat mencoba aplikas-aplikasi di atas dan jangan lupa kabar-kabarin kalo udah dapet. “Good luck!” (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.