Minggu, 22 September 2019

Genmuda – Pennywise (Bill Skarsgard) kembali meneror penduduk kota Derry setelah 27 tahun kejadian di film “IT”. Ketujuh anggota geng The Losers yang sekarang telah dewasa pun kembali harus berhadapan dengan sang badut.

Masih digarap oleh Andy Muchietti, proses syuting film ini emang cuma jeda kurang satu tahun dari film pertamanya. Lantas teror apa yang kali ini bakal dihadirkan oleh Pennywise? Berikut review lengkapnya!

Kenangan masa lalu

©WarnerBros Pictures/2019

Tanpa perlu kebanyakan prolog, penonton langsung diajak ke suasana kota Derry di masa sekarang. Setelah 27 tahun berlalu Pennywise gak segan buat meneror banyak remaja dan anak kecil di kota tersebut.

Hanya Mike (Isaiah Mustafa), –salah satu anggota geng The Losers yang masih tinggal di Derry, yang menyadari bahwa kasus teror menakutkan itu adalah ulah Pennywise. Ia lantas menghubungi keenam temannya yang kini telah sibuk sama urusannya masing-masing.

Bill Denbourgh (James McAvoy) menjadi seorang penulis buku dan film. Beverly Marsh (Jessica Chastain), menjadi seorang istri dari suami yang kaya namun pemarah.

Lalu, Richie Tozier (Bill Hader) sukses sebagai seorang komika. Eddie Kaspberg (James Ranson) bekerja di sebuah perusahaan ansuransi.

Sedangkan, Ben Hanscom (Jay Ryan) sukses menjadi pengusaha ganteng dengan badan atletis, dan Stanley Uris (Andy Bean) masih jadi sosok kikuk yang gak jauh berbeda sebagaimana ketika kecil.

Penonton kemudian diajak ke adegan di film sebelumnya saat anak-anak The Losers saling bersumpah akan kembali ke Derry jika 27 tahun kemudian Pennywise kembali meneror kota mereka.

Diawali oleh pertemuan kikuk, satu persatu anggota The Losers seolah gak yakin kalo Pennywise benar-benar kembali. Namun setelah salah satu teman mereka tewas, keenam anak yang tersisa akhirnya berani buat menantang ajakan “bermain” Pennywise untuk menghentikan teror sekaligus menguak misteri “It”.

Menjawab rasa penasaran, tapi…

©WarnerBros Pictures/2019

Masih dengan racikan film perdana, Muchietti kembali menyuguhkan trik jumpscare yang siap bikin lo senam jantung. Rasa penasaran akan asal-usul misteri Pennywise juga diulas secara lengkap di film keduanya ini.

Dengan durasi hampir 3 jam kita bakal diajak nostalgia akan kenangan masa lalu tiap karakter, lengkap dengan rahasia dan ketakutan terbesar dalam hidup mereka. Terlebih lagi itu semua merupakan bagian dari permainan “Truth or Dare” yang diberikan oleh Pennywise.

Biarpun udah dijelasin secara runtun dan rapih di awal bukan berarti filmnya berjalan mulus, gengs. Penulis ngerasa konsekuensi dari deretan aktor dewasa (yang emang aktor-aktor ternama) di film ini malah mengurangi kengerian teror ‘si badut’.

Sempat menjadi daya tarik di film sebelumnya kini motif pembunuhan dan penculikan Pennywise seolah cuma jadi ‘gimmick’ yang gampang ditebak. Gak ada lagi keresahan teror yang dialami penduduk Derry, semua seolah cuma bisa dirasain oleh anak-anak geng ‘The Losers’ doang, padahal kasus mutilasi dan orang hilang di cerita sebelumnya udah bisa bikin satu kota heboh.

Kesimpulan

©WarnerBros Pictures/2019

Pada akhirnya jika penulis boleh menyarankan, sebaiknya lo agak sedikit menurunkan ekspektasi akan film “It: Chapter Two”. Walau berhasil menjawab teka-teki di film sebelumnya namun ancaman teror Pennywise seolah kendor ketimbang film pertamanya. Bisa dimaklumi sih, lantaran objek yang diteror sekarang bukan lagi anak kecil.

Untungnya lo masih bakal terhibur oleh akting pemainnya. Pujian lebih juga layak diberikan pada Bill Skarsgard yang makin total memerankan sosok badut gila di film ini. So, kalo lo masih penasaran sama lanjutan film “It” langsung aja tonton filmnya yang tayang mulai Rabu, (4/9). Selamat menonton!

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.