Selasa, 18 Desember 2018

Genmuda – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis Jamaah Anshor Daulah (JAD) organisasi terlarang dan harus dibubarkan, (31/7). Sebab, para hakim merasa organisasi tak berbadan hukum itu terlibat terorisme.

Selain itu, JAD juga dinyatakan berafiliasi pada kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Al-Dalwa Al-Sham (Daesh) atau Islamic State of Iraq and Levant (ISIL) atau Islamic State (IS).

Pembacaan vonis itu berlangsung sambil dijaga 200 personel Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan pada empat titik, yaitu di ruang sidang, sekitar ruang sidang, pelataran kantor, dan di luar PN Jakarta Selatan.

Organisasi itu dinyatakan terlibat sejumlah aksi terorisme yang melanda Indonesia beberapa kali terakhir. Misalnya, ledakan bom di Thamrin Jakarta, ledakan bom di Bandung, bom molotov di Samarinda, serangan MAKO Brimob Depok, dan aksi bom bunuh diri Surabaya.

Pemimpinnya punya banyak nickname

via LINE TODAY/merdeka.com
Aksi pemimpin JAD di PN Jaksel. (Sumber: LINE TODAY/Merdeka.com)

Kelompok yang terbilang pecahan dari organisasi lain itu dipimpin Zainal Anshori. Dalam pergaulannya, Anshori juga dikenal dengan nama Abu Fahry. Tapi, ada juga yang memanggilnya Qomaruddin bin M Ali.

Setelah organisasi dia dinyatakan terlarang, dia tersenyum sambil mengacungkan satu jari ke langit sambil meneriakkan lafaz Tuhan yang Maha Besar dalam Bahasa Arab.

“Cucunya” Jamaah Islamiyah

JAD yang kini divonis terlarang beda dari Jamaah Anshorut Tauhid (JAT). Namun demikian, kedua organisasi sama-sama terlibat aksi terorisme. JAT disebut didirikan oleh Abu Bakar Baasyir. JAT merupakan pecahan organisasi terorisme lain, Jemaah Islamiyah, pelaku Bom Bali 2002.

Sementara itu, penelusuran tirto.id bilang bahwa JAD tuh emang merupakan pecahan (splinter cell) organisasi JAT. Kita asumsikan aja penelusuran itu benar. Maka, kalo boleh ditarik garis silsilah, JAD adalah “cucunya” Jamaah Islamiyah.

Masuk daftar hitam Amerika

Di Amerika Serikat, JAD juga dikategorikan organisasi teroris. Departemen Luar Negeri AS bilang bahwa teror bom yang dilakuin JAD berkaitan sama serangan pertama IS/ISIS di Asia Tenggara. Serangan tersebut didukung secara finansial oleh para militan IS/ISIS di Suriah.

Dua anggota JAD pun masuk daftar hitam AS. Mereka adalah Bahrun Naim/Bahrumsyah. Dia sempat berkunjung ke Suriah dan diyakini memimpin unit radikal di Asia Tenggara.

Ada juga Aman Abdurrahman yang sebenarnya udah ditangkap sejak 2010. Tapi, dia masih aja bisa merekrut anggota baru dari dalam sel tahanannya.

Kedua orang itupun, bersama pemimpin JAD sekarang, Zainal Anshori dianggap sebagai tokoh utama dalam penyebaran propaganda ISIS di Indonesia.

Duh. Hati-hati ya, gaes. Semoga organisasi kajian yang kamu ikuti engga terlibat sedikitpun dengan gembong-gembong terlarang itu. Stay safe karena kamu cuma satu. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.