Kamis, 25 April 2019
Gaya HidupTeknomotive

Kata Pakar, Kamu Jangan Keseringan Pake Fitur Quick Charge. Soalnya….

©Genmuda.com/2017 TIMZenfone 4 Selfie punya susunan kamera depan berbeda dari Selfie Pro. Keduanya diluncurin, Rabu (25/10). ©Genmuda.com/2017 TIM

Genmuda – Sejumlah fitur canggih yang mudahin pemakaian ponsel ternyata punya efek samping ngerusak. Misalnya, fitur pengisian cepat (quick charge) yang justru ngerusak baterai apabila terlalu sering dipake.

Fitur tersebut padahal diciptain supaya para pengguna ponsel gak perlu lama nunggu pengisian, terutama para pemilik ponsel berkapasitas baterai besar. Lima belas menit aja cukup untuk peroleh lebih dari 80% energi yang bertahan beberapa jam.

Senior Product PR Manager Asus Andrew Chan dalam seminar teknologi Asus, Rabu (25/10) ngejelasin, fitur pengisian cepat dilakukan dengan masukin arus listrik besar ke baterai. Tanpa fitur itu, arus masuknya kecil dan stabil.

“Arus besar yang masuk tiba-tiba bisa mengagetkan baterai sehingga komponen-komponennya seperti tergoreng. Lama-lama, baterainya jebol,” kata Andrew nerangin dengan peribaratan. Namun demikian, dia gak tau batas maksimum penggunaan fitur tersebut.

Ikutin cara Andrew mengisi baterai

©Genmuda.com/2017 TIM
Mister Andrew Chan menjelaskan spesifikasi teknis ponsel Asus. ©Genmuda.com/2017 TIM

“Saya tak menghitung seberapa sering fitur quick charge harus dipakai sebelum baterai ponselnya rusak. Saya tak mau ambil risiko,” tuturnya. Kepada Genmuda.com, doi nyeritain teknik pengisian baterai yang bikin ponselnya awet.

“Ikuti saja cara saya. Saya tak pernah mengisi dengan fitur pengisian cepat. Malah, saya sampai beli kabel charger baru yang arusnya lebih kecil. Hasilnya, ponsel saya masih seperti baru setelah empat tahun pemakaian,” tuturnya.

Harus beli charger baru kah?

©Genmuda.com/2017 TIM
Grafis penurunan usia baterai tiap kali salah cara pengisiannya. ©Genmuda.com/2017 TIM

Gak juga, sih. Gak mesti beli charger baru yang kecocokannya belum tentu sama kayak spesifikasi ponsel. Kita kan bukan pakar teknologi kayak Mister Andrew. Tapi, ada cara lain untuk membuat baterai awet.

“Memperpanjang umur baterai ponsel bisa dilakukan dengan cara lain. Yaitu, dengan memperbaiki teknik pengisian baterai,” kata dia. Hanya saja, cara ini menuntut pengguna ponsel teliti memperhatikan persentasi baterai.

Prinsipnya, semua baterai Lithium-Ion yang merupakan baterai standar smartphone jaman sekarang gak boleh diisi sampe 100%. Selain itu, gak boleh kosong di bawah 5%. Baterai model itu cepet rusak apabila terlalu penuh atau terlalu kosong.

Teknik untuk semua jenis ponsel

©Genmuda.com/2017 TIM
©Genmuda.com/2017 TIM

Permasalahan fitur quick charge dan solusi manjangin umur baterai ponsel itu bukan cuma berfungsi buat ponsel-ponsel Asus. Mister Andrew bilang, itu buat semua jenis smartphone gak terbatas jenis dan merk.

Dia menegaskan pentingnya teknik pengisian itu. Kebanyakan ponsel tipis jaman sekarang menggunakan baterai yang gak bisa dicabut. Makanya, kerusakan baterai bikin pengguna ponsel harus antre lama di pusat service bareng orang yang ponselnya rusak.

Gak kayak jaman dulu, jaman ketika baterai ponsel rusak tinggal diganti sendiri di rumah karena model ponselnya masih bisa bongkar-pasang. Tuh, gaes. Kamu lakuin gih saran Mister Andrew biar gak terus-terusan servis ponsel. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.