Selasa, 18 Desember 2018

Genmuda – Punya rumah sendiri bisa dibilang impian setiap orang. Generasi millennials pun juga dituntun buat pinter-pinter atur uang sehingga bisa punya hunian sendiri. Walaupun dulu harga rumah di kota-kota besar Indonesia masih terjangkau, sekarang mungkin jumlahnya bisa dihitung jari. Iya kan!

Masalah susahnya punya tempat hunian yang layak sebenernya gak terjadi di Indonesia doang, gengs. Data dari World Resources Insitute bilang bahwa terdapat sekitar 1,2 miliar orang di dunia yang hidup dengan tempat hunian tidak layak. Menanggapi hal itu perusahaan startup asal Amerika Serikat, bernama ICON coba memberikan solusi hunian layak dengan harga murah.

Senin (12/3) dalam acara SXSW di Austin, perusahaan tersebut nawarin solusi mengurangi biaya hunian yang mahal dengan membangun rumah yang harga murah lewat media printer 3D. Serius, dibangunnya cuma PAKE PRINTER 3D, loh!

Solusi itu dianggap potensial karena rumah sebesar 65,4 meter persegi bisa dibangun cuma dalam waktu 12 sampe 24 jam dengan material semen. Waktu tersebut jelas sangat cepet untuk ngebangun sebuah rumah dari nol, alias belum ada bangunannya sama sekali.

Rumah cetakan ini udah terdiri dari ruang tamu, satu kamar tidur, satu kamar mandi, dan sebuah teras. Nantinya, setelah lolos pengujian material bangunan dan membuat beberapa desain rumah, sebelum akhirnya mencoba membawa penemuan mereka ke El Salvador.

Dilansir Genmuda.com dari The Verge, rumah yang diresmikan dalam acara SXSW itu nantinya bakal diuji dulu oleh anak-anak ICON sebagai kantor baru mereka. ICON juga udah bermitra kepada perusahaan non-profit, bernama New Story, yang fokus memberikan solusi hunian internasional.

Jika gak ada kendala, keduanya akan membangun 100 unit rumah kepada penduduk di El Salvador tahun depan.

Berapa harganya?

via: ICON
(Sumber: ICON)

Untuk satu unit rumah, printer jenis Vulcan ini menelan biaya produksi sebesar 10 ribu dollar AS (Rp 138 juta). Akan tetapi, ICON akan menekan biaya produksinya menjadi 4 ribu dollar AS (Rp 55 jutaan). Menurut salah satu dari tiga pendiri ICON, Jason Ballard, harga tersebut bisa untuk mencetak rumah seluas 243 meter persegi.

“Ini jauh lebih murah daripada rumah khas Amerika,” kata Ballard.

Ballard menambahkan bahwa metode rumah dari printer 3D menjadi solusi paling tepat buat mengurangi limbah dan biaya konstruksi. Walau nantinya pasti ada pro-kontar, ICON cukup percaya diri bisa membantu masalah hunian layak dengan harga murah.

Menarik yakan! Semoga aja ide ICON bisa diikutin sama Pemerintah Indonesia atau perusahaan startup lainnya di Indonesia.

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.