Minggu, 24 Juni 2018

Genmuda – Badan Ekonomi Kreatif (BEkraf) dan Efek Rumah Kaca (ERK) berselisih paham jelang South by South West (SXSW) di Austin, Texas, Amerika Serikat. Walau sama-sama berangkat ke festival kreatif itu, ERK bukan perwakilan Bekraf.

Awalnya, Bekraf berniat ngirim ERK sebagai semacam delegasi yang dibawa ke sana. Selain Cholil cs, ada dua band dan enam perwakilan start up yang lolos kurasi panitia SXSW sebagai perwakilan Bekraf.

Dalam kerjasama itu, Bekraf bertindak sebagai semacam penengah antara panitia dengan para penampil asal Indonesia. Peran itulah yang menurut ERK kurang terlaksana sesuai idealisme, tapi menurut Bekraf udah sesuai prosedur kesepakatan.

Masalahnya menurut ERK: Harga tiket pesawat

via: giphy

Sabtu (10/3) malam, ERK lewat Instagram bilang — dalam bahasa mereka — pihaknya menarik diri dari dukungan Bekraf ke SXSW 2018. Kalo dalam bahasa Genmuda.com, ERK menolak tampil ke SXSW 2018 sebagai bagian dari delegasi Bekraf. Mereka maunya tampil sebagai entitas sendiri.

Cholil dan gengnya merasa Bekraf melebih-lebihkan harga tiket pesawat. Tiket Jakarta – Austin pakai EVA Air dicatat dengan bujet 3.448,21 dollar AS (setara Rp 47,3 juta). Tiket Austin – Jakartanya adalah 3.782.21 dollar AS.

Penerbangan itu kemudian diatur ulang dengan ganti maskapai penerbangan. China Airlines dipilih karena tawarin tiket lebih murah, yaitu Rp 32 juta menurut catatan Bekraf. Namun demikian, data dari Google Flight berkata lain.

Tiket penerbangan Jakarta – Austin dengan China Airlines hanya Rp 18 juta. Pihak ERK pun meminta kejelasan ke Bekraf soal itu. Jawabannya, Bekraf mempersilakan ERK mencari tiket lebih murah dari yang awal. Uang pembelian itu nantinya bakalan diganti.

Problem selanjutnya yang dipermasalahkan ERK adalah kejelasan soal jumlah personel ERK yang berangkat dengan biaya Bekraf. Awalnya, personel ERK dibatasi hanya boleh 5 orang yang dibiayai dengan dana Bekraf.

Padahal, ERK pengen tampil 9 orang sesuai format doi sekarang. Karena itu, 4 orang sisanya berangkat pakai biaya ERK sendiri dan didaftarin ke SXSW sebagai kru, bukan personel. Berdasarkan penjelasan Bekraf yang diterima ERK, pembatasan itu adalah ketentuan panitia SXSW.

Pihak ERK kemudian menekan Bekraf hingga akhirnya memperoleh kontak langsung ke panitia SXSW. Ternyata, pihak SXSW sama sekali gak mempermasalahkan jumlah personel ERK.

Atas kordinasi langsung pihak ERK dengan panitia acara (tanpa melalui Bekraf), disepakati bahwa ERK tampil 9 personel di atas panggung. Luas panggungnya pun muat untuk menampung semua personel itu.

Masalahnya menurut Bekraf: Kita sudah sepakat!

via: Pop Sugar

Lain ERK lain Bekraf. Lembaga pemerintah yang bertugas mewadahi entitas kreatif Tanah Air itu bilang, pihak SXSW membatasi jumlah personel yang tampil karena keterbatasan luas panggung.

Soal harga tiket yang jauh lebih mahal dari harga pasaran, pihak Bekraf bilang itu adalah kewajaran. Tiket yang dipesan merupakan tiket “fleksibel” yang bisa diubah jadwal keberangkatannya.

Tiket ekstra mahal itu dipilih buat menyikapi ‘kalau-kalau’ ada perubahan jadwal mendadak. Dengan tiket sakti itu, pemegang tiket gak perlu bayar biaya tambahan saat ingin mengubah jadwal perjalanan.

Berdasarkan ketentuan keuangan negara yang dikatakan Bekraf, penggantian biaya tambahan engga dapat dipertanggungjawabkan untuk mendapat penggantian. Artinya, biaya pergantian jadwal gak bisa ditalangi pemerintah. Tapi, biaya tiket yang ekstra mahal bisa.

Bekraf pun gak bisa mengalokasikan dana tiket ke tambahan 4 anggota ERK, karena awalnya band itu sepakat berangkat membawa 5 personel inti dan 4 personel tambahan yang tercatat sebagai kru.

Visa perjalanan udah keluar dengan ketentuan itu. Bekraf pun gak bisa berbuat banyak. Menurut Bekraf, membiayai 4 personel itu dengan uang yang diperoleh dari pembelian tiket murah adalah pelanggaran peraturan negara.

Pasalnya, udah ada kesepakatan terdahulu bahwa pihak ERK yang diberangkatin dengan dana pemerintah berjumlah 5 orang. Bukan 9 orang. Jadi, ya, gitu lah ribetnya masalah administrasi.

Hasil akhir: ERK tetap berangkat sebagai entitas sendiri dengan dana pribadi

via: Efek Rumah Kaca
(Sumber: Istimewa)

Namun demikian, bukan berarti ERK gagal berangkat bareng Kimokal ke SXSW. Cholil cs. tetep berangkat. Namun, pakai dana sendiri. Menurut mereka pemborosan sama sekali gak sesuai sama idealisme efektif dan efisien yang band itu pegang erat-erat.

Kesimpulannya, ERK tampil bukan sebagai delegasi dari Bekraf. Melainkan, sebagai artis Indonesia yang lolos seleksi panitia. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.