Rabu, 22 Mei 2019

Genmuda – Ngerambah karir di bidang yang sama dengan orang tua sering kali emang suka bikin orang-orang ngebanding-bandingin si anak dengan ortunya atau beranggapan bahwa si anak cuma numpang kesuksesan ortunya. Namun demikian, Rizky Febian perlahan tapi pasti ngebuktiin bahwa anggapan semacam itu sebetulnya keliru.

Saat pertama kali muncul di industri hiburan beberapa tahun yang lalu, Rizky emang lebih dikenal masyarakat sebagai anak pertama dari Sule, sang pelawak serba biasa. Mulai dari main film, jadi host, sampai terlibat di acara komedi, semua itu udah pernah doi lakuin bareng ayahnya.

Hingga akhirnya, sang bintang berusia 18 tahun yang akrab disapa Iky mendadak ngehebohin dunia tarik suara lewat single ‘Kesempurnaan Cinta’. Berkat lagu tersebut, nama doi mulai diperhitungin sebagai seorang penyanyi. Hal itu pun terbukti lewat berbagai penghargaan yang udah diterimanya, kayak misalnya Breakthrough Artist of the year dan Song of the Year di Indonesian Choice Awards 2016.

Lantas, kayak gimana sebenarnya perjalanan karir seorang Rizky Febian? Benar engga sih doi bisa sukses di industri hiburan semata-mata cuma karena nama besar ayahnya? Well, daripada tebak-tebak buah manggis engga jelas, mending kamu simak aja penuturan Iky ke Genmuda.com saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta beberapa waktu yang lalu berikut ini:

Genmuda: Halo Iky, gimana sih awal mula kamu pengen terjun ke industri hiburan? Karena tertarik gara-gara ngelihat ayah atau karena didorog ayah buat ikutan?

Iky: Sebenarnya itu kepengennya Iky, jadi ada kemauan tersendiri dari Iky untuk masuk ke dunia hiburan. Cita-cita Iky itu pengen jadi penyanyi. Kenapa akting, nge-host, dan becanda sama ayah semuanya Iky ambil, karena Iky pengen tahu dulu dunia hiburan seperti apa dan ada apa aja. Setelah itu, Iky memanfaatkan semuanya untuk jadi batu loncatan sampai Iky bisa meraih cita-cita Iky untuk jadi penyanyi.

Saat Iky udah mendapatkan semuanya dan sekarang bisa menyanyi pun, batu loncatan itu semua bermanfaat dan sangat berpengaruh buat Iky. Kayak di saat Iky nyanyi, Iky harus pinter berakting supaya audiens merasa lagunya masuk banget. Di saat ngehost Iky harus pintar ngomong, setelah nyanyi kalo off air di manapun Iky juga harus berkomunikasi bersama audiens. Bercanda-bercandaan pun itu bisa komunikasi sama audiens. Jadi, Iky engga salah kenapa Iky ngambil semuanya dulu.

 

Genmuda: Jadi, yang pengen kamu fokusin itu sebenarnya nyanyi?

Iky: Ya. Iky melakukan itu semua dengan satu tujuan, untuk bisa jadi nyanyinya.

 

Genmuda: Nah, di awal-awal orang ‘kan ngebilangnya kamu kayak ngedompleng popularitas ayah. Gimana pendapat kamu? Gimana kamu ngatasin omongan para haters?

Iky: Jujur, dulu setelah masuk pertama kali ke dunia hiburan, yang masuk ke notifikasi handphone tuh hujatan semua, bully-an semua, dan pandangan sebelah mata dari orang-orang yang bilang kalo Iky ngedompleng atau apalah. Cuma, Iky kayak engga mau ambil pusing, tetap mau positif aja pikirannya, dan engga mau ngurusin hal-hal yang kayak gitu. Dengan ‘Kesempurnaan Cinta’, Iky kayak ngejawab itu semua. Silakan kalian lihat dengan prestasi.

 

Genmuda: Lantas, sesulit apa sih awal mula karir kamu di dunia hiburan?

Iky: Sebenarnya ‘kan orang-orang yang ngehujat dan berpikiran sebelah mata mereka engga tau selebihnya tentang Iky, engga pernah tau apa yang Iky lakukan. Mereka cuma tau Iky ada di TV, cuma mereka engga pernah tau prosesnya Iky seperti apa. Iky ngalamin yang namanya dimarahin sutradara, casting ke mana-mana, dan kalo pengen dapet film Iky harus ke kantor ini itu.

Jadi, engga usah mikirin gimana-gimana, jawabnya dengan prestasi aja.”

Lagu ‘Kesempurnaan Cinta’ sempat Iky tawarin ke salah satu kantor label terkenal, tapi kasetnya tiba-tiba dibuang kayak “Udah lah engga usah, lagunya juga engga bermutu.” Tiba-tiba dengan sekarang lagu ‘Kesempurnaan Cinta’ kayak gitu dan kemarin Iky datang ke kantornya lagi, Iky engga ada pikiran buruk atau dendam, sedangkan mereka kayak menyayangkan. Jadi, engga usah mikirin gimana-gimana, jawabnya dengan prestasi aja.

 

Genmuda: Dengan melejitnya ‘Kesempurnaan Cinta’, lalu sebenarnya gimana perasaan kamu?

Iky: Sebenarnya sampai sekarang pun masih kayak tanda tanya buat diri Iky sendiri, kayak ini tuh benar engga sih. Bisa mendapatkan penghargaan-penghargaan kayak kemarin itu justru kayak mimpi. Dulu kalo ada hal apapun Iky suka pidato sendiri di depan kaca di kamar. Iky ngucapin kalo Iky dapat penghargaan dan bernyanyi di panggung yang sangat luar biasa.

Waktu dapat penghargaan berturut-turut dan nyanyi di panggung yang besar, itu Iky benar-benar meneteskan air mata. Itu semua Allah yang berikan ke Iky dan udah emang karir Iky harus di sini, jadi itu sangat luar biasa. Sampai sekarang pun masih engga berpikiran bisa kayak gitu.

©Genmuda.com/2016 Aditya
©Genmuda.com/2016 Aditya

Genmuda: Dengan kamu menangin beragam penghargaan, kamu ngerasa itu udah cukup belum buat ngebuktiin bahwa kamu emang layak berada di industri hiburan?

Iky: Dengan adanya penghargaan yang Iky dapatkan kemarin Iky engga ingin berpikiran pendek. Justru, Iky berpikiran Iky harus lebih konsisten di sini dan gimana caranya biar lebih baik lagi. Iky ingin lebih memperlihatkan karir Iky dan lebih ingin memperlihatkan jati diri Iky.

Caranya kayak misalnya dengan single kedua Iky udah mau rilis Agustus ini. Terus, single-single berikutnya udah Iky siapkan juga. Abis itu, tahun ini Iky berusaha harus bikin album dan udah diperhitungkan semuanya. Sekarang tinggal Iky-nya aja jaga kesehatan.

 

 

Genmuda: Tapi, kamu sempat ngerasa terbebani engga sih punya ayah setenar Sule? Kamu pernah bete engga gara-gara dikait-kaitin terus sama ayah kamu?

Iky: Justru Iky bangga punya ayah yang sangat luar biasa dan multitalenta. Iky juga pengen multitalenta kayak ayah. Maksudnya, engga cuma di satu proyek, tapi bisa semuanya. Kalo dibilang beban, ya emang beban. Maksudnya, Iky udah masuk ke dunia hiburan, jadi gimana caranya Iky menjaga nama baik orang tua, apalagi ayah yang ada di dunia hiburan.

 

Genmuda: Apa yang udah kamu pelajari dari ayah kamu supaya bisa sukses dan terus bertahan di dunia hiburan ke depannya?

Iky: Yang pasti dan yang engga pernah Iky lupakan itu prosesnya. Iky tau ayah dulu dari nol banget. Sebenarnya ayah selalu menawarkan ke Iky untuk kayak langsung main film atau masuk label, tapi Iky tolak semua. Iky pengen ikuti prosesnya, jadi Iky benar-benar merintis dari awal.

Ayah aja bisa dari nol, Iky pun benar-benar dari nol.”

Iky ke kantor ini-itu buat nawarin lagu dan ini-itu. Semua responnya kayak yang cuma dibuang atau yang ngasih janji tapi cuma disimpan doang. Melihat dari sisi ayah, Iky melihat dari proses itu. Ayah engga mau yang instan, Iky pun engga mau yang instan. Ayah aja bisa dari nol, Iky pun benar-benar dari nol.

 

Genmuda: Terkait pendidikan, kamu ‘kan baru lulus SMA dan ayah kamu ngeharusin kamu sekolah dulu sebelum jadi artis. Tapi, buat kamu, sepenting apa pendidikan?

Iky: Iky ‘kan sekarang ambil cuti dulu karena menurut Iky kemarin Iky masih merintis. Sayang banget kalo respon masyarakat lagi bagus Iky tiba-tiba menghilang. Pendidikan ‘kan engga terpatok sama usia. Mau usia berapapun kalo ada niat dari diri kita buat belajar ya udah. Iky berusaha untuk sambil, sampai sekarang pun Iky berusaha konsisten dan mengimbangi semuanya.

 

Genmuda: Tadi, kalo dari ayah kamu ‘kan belajar tentang proses. Lantas, apa prinsip kamu sendiri supaya tetap bertahan di industri hiburan?

Iky: Yang pasti jangan menyerah, jangan pernah takut salah, dan jangan malu. Jujur, dulu Iky tuh engga pernah seberani ini ngobrol di depan kamera. Cuma, Iky ada niatan dan emang ada cita-cita dari hati, jadi itu mengubah semuanya. Rasa malu pun hilang dengan sendirinya.

 

Genmuda: Berarti, dengan kamu tunda kuliah satu tahun, bisa dibilang itu ngebantu karir kamu juga?

Iky: Ya, karena masih banyak banget yang Iky pengen kejar dan yang pengen Iky wujudkan. Iky masuk ke dunia hiburan pun karena ingin membanggakan orang tua dan mengejar cita-cita Iky. Sekarang Iky juga punya lebih banyak tujuan lagi.

Iky punya fanbase Rizfelous dan Alhamdulillah di setiap kota sekarang ada, padahal dulu tuh cuma ada 5 orang. Iky baru pulang dari Banjarmasin pun kaget karena kayak benar-benar membludak. Jadi, selain Iky berkarya untuk masyarakat Indonesia, Iky punya Rizfelous dan juga orang tua khususnya.

 

Genmuda: Kalo di waktu luang gitu, kamu biasanya ngapain sih? Kamu main Pokemon Go atau ngapain gitu?

Iky: Pokemon main. Tapi, dulu Iky waktu kecil sempat ngobrol sama ayah sampai nangis-nangis kenapa ayah engga pernah pulang ke rumah dan engga ada waktu banget sama keluarga. Ayah itu susah ngejawabnya dan sampai sekarang pun masih bingung ngejawabnya. Setelah ‘Kesempurnaan Cinta’, Iky ngerasain itu semua yang ayah rasakan.

Iky cuma bilang makasih ke ayah karena sekarang Iky udah tau kenapa ayah dulu Iky tanyain kayak gitu engga pernah mau jawab. Iky pulang ke rumah, mama lagi tidur. Besok paginya Iky ketemu sama keluarga Iky, ya mereka juga dalam keadaan masih tidur. Jadi, engga ada quality time bareng sama mereka.

 

Genmuda: Terus, belakangan ini urusan percintaan kamu ‘kan lagi disorot. Gimana kamu ngimbangin supaya hal itu engga pengaruhin karir kamu?

Iky: Sebenarnya itu lebih kayak Iky ‘kan lebih fokus ke karir, jadi yang pasti Iky lebih menonjolkan karir dan memperlihatkan jati diri. Iky lebih pengen orang-orang melihat Iky bukan karena apa-apa, tapi lebih melihat karya-karya Iky dan ini loh jalan Iky.

Sederhana, apa adanya, jujur.”

Genmuda: Kalo harus ngegambarin diri kamu dalam beberapa kata, 3 kata apa yang bisa ngewakilin diri kamu?

Iky: Sederhana, apa adanya, jujur. Contohnya kayak Iky menciptakan lagu dan memberikan karya-karya ke masyarakat Indonesia dengan gaya Iky sendiri, engga harus meniru atau berusaha semirip mungkin dengan siapa. Ini Iky, kalian suka atau engga suka itu pilihan kalian.

 

Genmuda: Buat ke depannya, selain rilis single kamu ada 2 film juga ya yang bakal rilis? Atau ada proyek lain lagi?

Iky: Bulan September ini ada film ‘Cahaya Cinta Pesantren’. Film satu lagi sebenarnya cuma jadi cameo bantuin ayah. Kebetulan itu film besarnya ayah, jadi kayak suatu kebanggaan bisa ikut di filmnya ayah. Iky juga lagi ngumpulin lagu buat album. Iky workshop dulu satu minggu ini, setelah itu baru kerja nyanyi lagi di berbagai kota.

 

Genmuda: Tapi, sejauh ini kamu udah ngerasa jenuh atau belum?

Iky: Lebih kayak berusaha dibawa enjoy kali ya. Kalo dibilang jenuh atau bosan, engga pernah ada rasa jenuh atau bosan. Passion dan style Iky di sini, jadi di saat nyanyi pun bukan tuntutan karena ada uang atau apa. Ini hobi, ini cita-cita Iky.

Di saat Iky bernyanyi dan bisa bikin orang senang, itu udah kayak suatu ibadah dan kebanggaan buat Iky. Pernah ada Rizfelous yang sakit, dia cuma pengen ketemu Iky dan akhirnya dia sembuh. Dengan adanya Iky di dunia ini, Iky berusaha bisa menyebarkan manfaat dan hal positif buat masyarakat semuanya.

 

Genmuda: So, apa pesan kamu buat Kawan Muda yang juga pengen ngejar passion-nya kayak kamu?

Iky: Pokoknya, buat Kawan Muda semuanya, jangan pernah takut dan jangan pernah malu dengan apa yang kalian punya, bakat sekecil apapun itu. Dari kekurangan, kadang kita mempunyai kelebihan yang sangat luar biasa, sampai kita pun engga menyadari kalo kita punya bakat yang belum orang-orang punya. Buktikan, harus berawal dari yakin dan niat kalo pengen mengejar cita-cita apapun.

Comments

comments

Gabrielle Claresta
Eccentric daydreamer