Rabu, 22 Mei 2019
Hiburan

6 Fakta Menarik Film Tiga Dara Klasik yang Trailer HD-nya Baru Diterbitin

tiga dara modernInilah penampilan tiga bersaudari yang ada di film Inilah Tiga Dara. (Sumber: YouTube SA Films)

Genmuda – Trailer film klasik anak negeri Tiga Dara dipublikasikan akun rumah produksi SA Film di YouTube pada hari Senin (20/6). Mulai dari Twitter, Instagram, Facebook, dan bahkan Path mulai diramaikan antusiasme soal penayangan film restorasi Tiga Dara 11 Agustus nanti.

Sebelum direstorasi, pita film seluloid yang digunain buat menyimpan film karya Usmar Ismail itu udah sobek, patah di beberapa bagian, kotor, bahkan berjamur. Akibatnya, gambar yang ditayangkan jadi noise dan mengganggu kenyamanan mata.

Proses restorasinya dilakukan SA Film di laboratorium L’Immagine Ritrovata, Bologna, Italia sejak 2015 lalu. Prosesnya udah hampir rampung mengingat treaser film ini udah dipublikasiin di semua sosial medianya SA Film. Namun, apa pentingnya ya film itu buat dunia film Indonesia? Biar kamu engga ketinggalan informasi liat dulu faktanya di bawah ini.

1. Disutradarai sang legenda

Usmar Ismail. (Sumber: ganlob.com)

Faktor sutradara sangat penting buat nentuin filmnya bagus atau engga. Tiga Dara sendiri lahir dari garapan Usmar Ismail. Beliau merupakan salah satu legenda sutradara di dunia film Indonesia, sebab film-film buatan beliau terbukti bagus banget pada masanya.

Beliau merupakan sutradara pertama Indonesia yang filmnya ditayangkan di pemutaran film Internasional. Pada 1961, film ‘Pedjuang’ karyanya diputar di Festival Film Internasional Moscow.

2. Salah satu film musikal sukses Indonesia

(Sumber: sacarita.com)

Tiga Dara merupakan film musikal yang melantunkan lagu-lagu berirama pop-jazz ala tahun 1950-an. Dari trailer terbarunya, kamu bakal denger kakak beradik Nunung, Nana, dan Nenny bernyanyi engga kalah enerjik, dan genit.

Ketiganya ini seolah engga kalah kece dari penampilan The Andrew Sisters, Ella Fitzgerald, atau Betty Hutton. Komposer film ini, Sjaiful Bachri pun mendapat penghargaan Festival Film Indonesia 1960 atas karyanya di Tiga Dara.

3. Tema filmnya nyata

Meski nampilin karakter utama cewek-cewek muda, cantik, dan menggemaskan, Tiga Dara klasik tetep nampilin alur cerita yang terbilang menyentuh buat anak-anak muda ketika itu. Nunung (Chitra Dewi), Nana (Mieke Wijaya), dan Nenny (Indriati Iskak) merupakan tiga bersaudari yang dibesarkan oleh neneknya.

Ketiga dititipkan oleh sang nenek sebab ayah mereka terlalu sibuk mengurus diri sendiri, sementara sang ibu wafat ketika ketiganya masih kecil. Persaudaraan mereka pun sempat teruji ketika hadir tiga sosok cowok Herman, Toto, dan Joni.

4. Peminatnya banyak

Ketika film ini diterbitkan, film ini jadi salah satu role model anak-anak muda kala itu. Kalo jaman sekarang mungkin seperti film ‘Ada Apa Dengan Cinta’ pertama yang sempat menghebohkan kehidupan anak muda era 2000-an.

5. Sukses mengorbitkan aktris baru

Inilah Indriati Iskak waktu mudanya (Sumber: Wikipedia)

Film itu berhasil membuat nama Indriati Iskak yang memerankan Nenny melejit. Ketika itu, Indriati tergolong pendatang baru di dunia film Indonesia. Perannya sebagai anak bungsu yang lincah dan imut selalu bisa menarik perhatian para lelaki. Selain itu, karakter Nenny pun selalu bisa mencari jalan keluar ketika dua saudarinya bertikai.

6. Film lamanya di-restore dan remaster

Begini tampilan di dalem lab Ritrovata. (Sumber: immagineritrovata.it)

Bukan hanya diperbaiki media penyimpanannya, film Tiga Dara klasik juga direstorasi secara digital. Setelah pita film seluloidnya diperbaiki di L’Immagine Ritrovata, proses restorasinya dilanjutin dengan remastering digital oleh PT Render Digital Indonesia. Film remaster itu pun bakal dipublikasiin dalam bentuk 2K (HD) dan 4K (Ultra HD).

Dari kicauan medsos, sejumlah netizen sih udah engga sabar film ini diputer di bioskop-bioskop dalam negeri. Buat memeriahkan proses remaster film klasik ini, Nia Dinata membuat film ‘Inilah Tiga Dara’ yang terinspirasi dari film tersebut. Biar engga penasaran, liat aja trailer ‘Tiga Dara’ klasik dan ‘Ini Kisah Tiga Dara‘ di bawah ini.

Tiga Dara Klasik

Tiga Dara Modern

(sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.