Kamis, 20 Januari 2022
Tekno

Trik Sederhana Supaya Foto Kamu Tetep Keren Meski Gak Ada Latar Belakang yang Instagrammable

©Genmuda.com/2016 TIMRisa Kumala, seniman di balik pameran peluncuran album 'Solitude' Gerald Situmorang, lagi di foto di depan karyanya di Jakarta, 25 Oktober 2016. Fotonya Instagrammable kan? kan? kan? KANN? (Sumber: ©Genmuda.com/2016 TIM)

Genmuda – Orang yang pertama kali bikin peribahasa ‘posisi menentukan prestasi’ kayaknya harus banget dapet penghargaan. Soalnya, peribahasanya bisa dipakai bukan buat di sekolah doang, tapi juga waktu jepret foto yang instagrammable.

Bayangin. Saking pengen dapet posisi bagus, udah banyak tenaga dan uang direlain supaya tiba ke pantai, gunung, atau bahkan ke hadapan tembok kece. Engga ada salahnya kok jadiin tempat tersebut sebagai latar belakang foto.

Hanya aja, kesempatan jalan ke spot kece kadang susah banget didapet. Banyak fotografer biasa mengakalinya dengan ngelakuin hal-hal di bawah ini supaya tetep bisa ngasilin foto berlatar bagus dan engga malu-maluin buat diupload ke Instagram.

1. Grafiti

via stocksy.com
Cewek di depan grafiti. Bagus juga, kan? (Sumber: stocksy.com)

Grafiti pernah jadi salah satu latar foto paling populer di era 2000-an, barengan sama trennya gaya hip-hop di Indonesia. Sekarang juga grafiti masih bisa jadi latar yang instagrammable. Selain itu, grafiti juga banyak banget kan ditemuin di berbagai tempat. Misalnya aja di tembok rumah tetangga, di kolong jembatan, atau di tempat-tempat lain. Cek aja tembok nganggur. Insyaallah ada grafitinya (Bukan coretan anak STM ya).

2. Warna kontras

via babotel.com
Meski cuma di latar biru, cewek fotonya tetep bagus karena background dan bajunya kontras. (Sumber: babotel.com)

Fotolah dengan latar berwarna kontras sama warna dominan kamu. Misalnya waktu kamu foto setengah badan di depan tembok merah, ya baiknya kamu pakai baju biru atau hijau sekalian biar lebih ngejreng. Serius. Pakai teknik itu, pasti kamu bakal ngasilin foto hype abis, bahkan di depan tembok rumah sekalipun. Asalkan fotonya pake baju warna gelap jangan warna putih.

3. Komposisi objek

via laurenmcglynnphotography.com
Cewek itu duduk dengan posisi awkward di depan gedung yang kacanya pecah. Fotonya tetep keren karena komposisinya pas. (Sumber: laurenmcglynnphotography.com)

Komposisi juga penting banget dalam urusan fotografi. Prinsipnya, tata letak benda di tiap sisi foto harus seimbang dan sesuai ketentuannya. Contoh gampangnya, model foto yang madep kanan, baiknya ada di sisi kiri foto. Posisi kamera juga harus disesuaikan sama tengah-tengah objek supaya ngasilin foto yang kekinian, mirip seperti foto-foto flatlays di InstagramTanpa komposisi, background bagus belum tentu ngasilin foto kece.

4. Pattern

via digital-photography-school.com
Tembok yang keliatannya biasa aja bisa keliatan kece kan kalo nampilin pattern seperti ini. (Sumber: digital-photography-school.com).

Terkadang, foto dengan sudut pandang tinggi begini bisa jauh lebih kece daripada teknik flatlays. Asalkan, ada pola yang mucul di foto itu, misalnya objek-objeknya membentuk garis diagonal, melingkar, dan sebagainya.

5. Pencahayaan

via digital-photography-school.com
Engga ada kata selain ‘mantep’ buat deskripsiin foto ini. (Sumber: digital-photography-school.com)

Kalo persediaan fotografi terbatas, lebih baik jepret pakai flash seadanya daripada nekat ngandelin kebolehan kamera. Tone warnanya masih bisa diedit hingga sesuai selera asalkan objek yang diambil cukup cahaya. Fotografer profesional aja sekarang ngandelin berbagai editor foto buat bikin fotonya makin keren. Biasanya yang sering di-edit adalah terang-gelap dan pencahayaan, bukan ngerekayasa fotonya ya.

6. Crop semua distraksi

via digital-photography-school.com
Jujur, deh. Foto nenek ini keren, kan? (Sumber: digital-photography-school.com)

Kalo kamu engga bisa nemu latar belakang yang bagus, mendingan fokus aja deh sama objek utama yang diambil. Kalo perlu, potong sekelilingnya hingga modelnya yang paling dominan di foto. Contohnya bisa kamu liat sendiri di gambar yang Genmuda.com kasih di atas.

7. Modelnya harus gaya

via: Facebook
(Sumber: Istimewa)

Dalam jurnalistik, foto yang paling bagus adalah foto yang bisa nangkep momentum. Prinsipnya juga bisa dipake waktu memotret model. Daripada yang difoto cuma diem doang, suruh doi gaya kayak apa gitu seperti foto-foto yang udah dikasih di atas. Minimal senyum, deh!

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.