Rabu, 3 Juni 2020

Genmuda – Dalam urusan toilet, orang Indonesia terpecah menjadi dua kubu. Soalnya ada yang bilang toilet jongkok lebih PeWe (baca: Paling Wenak) daripada toilet duduk, begitu pula sebaliknya. Pokoknya udah kayak film ‘Civil Wars‘ atau ‘BvS‘, sama-sama alot.

Namun, studi peneliti Israel Dov Sikirov yang dipublikasikan lewat situs Live Science, (16/8) bilang baik toilet duduk atau jongkok itu punya kelebihan dan kelemahan masing-masing bagi kesehatan tubuh manusia.  Penelitian itu melibatkan 28 relawan yang diminta menggunakan tiga jenis toilet, yaitu toilet duduk setinggi 32cm, 42cm, dan toilet jongkok.

Tim peneliti pun mendata peristiwa yang terjadi di dalam usus masing-masing relawan di tiap toilet. Berikut inilah hasil penelitiannya:

Toilet jongkok

via jive.co.id
(Sumber: jive.co.id)

Kelebihan: Buang hajat jelas lebih lancar. Itu yang terjadi ketika seseorang menggunakan toilet jongkok. Pasalnya, posisi itu membuat otot-otot yang diperlukan ketika buang hajat semakin merenggang. Selain itu, rektum bakal terposisikan sehingga kotoran bisa lebih lancar keluar.

Sikirov mencatat kalo para relawan rata-rata butuh waktu 51 detik buat ngelakuin proses tersebut dari awal hingga akhir. Sementara itu, pengguna toilet duduk butuh waktu 114 hingga 130 detik buat mengosongkan ususnya.

Kekurangan: Live Science ngejelasin kalo toilet jongkok pun ada kelemahannya. Penggunanya harus memberikan tekanan yang lebih saat bongkar muatan. Hal itu terjadi baik di relawan yang punya penyakit tekanan darah tinggi ataupun yang sehat.

Toilet duduk

via diy.com
(Sumber: diy.com)

Kelebihan: Modern dan higienis. Lebih kurang itulah kelebihan toilet duduk yang dipromosikan dan marak digunakan sejak abad ke-19. Toilet ini pun menawarkan kenyamanan yang engga bakal dirasain para pengguna toilet jongkok.

Selain itu, toilet duduk jauh lebih ramah terutama buat kalangan lansia atau difabel. Pasalnya, mereka engga perlu membebani kaki yang menumpu berat badan. Selain itu, para pengguna toilet duduk pun terhindar dari penyumbatan pembuluh darah kaki yang bisa bikin kesemutan atau lama-lama varises.

Kekurangan: Sayangnya, posisi toilet duduk membuat otot-otot perut dan rectum berada dalam posisi netral. Sehingga proses buang hajatnya jauh lebih lambat. Area rektum pun sama sekali engga meregang, sehingga orang butuh usaha lebih keras buat mengosongkan usus.

Meski begitu, penelitian ini sama sekali engga nyimpulin kalo toilet jongkok sangat dianjurin buat mereka yang punya ambein. Engga ada kaitannya ilmiah juga kalo toilet jongkok mengurangi risiko kanker usus dan rectum. Sikirov sih cuma bisa menyimpulkan kalo bowel movement alias gerakan usus orang di toilet jongkok bakal lebih cepat daripada pengguna toilet duduk. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.