Rabu, 14 November 2018

Genmuda – Akhirnya rasa penasaran pecinta komik superhero keluaran DC Comic di Indonesia petjah maksimal pada hari Rabu (23/3), usai perilisan film ‘Batman v Superman: Dawn of Justice’ (BvS). Film garapan sutradara ‘Man of Steel (2013)’, Zack Snyder, ini jadi salah satu film yang punya daya tarik tersendiri dan paling dinanti tahun 2016 ini.

Seperti yang umum diketahui, sutradara ‘Watchmen’ ini emang dikenal sebagai salah satu sutradara yang engga terlalu menitikberatkan porsi pertarungan dalam karyanya. Hal itu pun terbukti dari trailer ‘BvS’ yang telah dilempar ke khalayak dari tahun 2015 kemarin, yang menimbulkan banyak kritik dan rasa pesimis dari pengamat dan penonton awam.

Namun demikian, Snyder mencoba memberikan pandangan lain lewat prolog yang doi berikan. Buat kamu pecinta Batman pastinya udah engga asing lagi sama asal mula Bruce Wayne menjadi seorang manusia kelelawar. Porsi inilah yang lebih dikembangkan oleh doi di awal cerita buat mengenalkan the new Bruce Wayne (Ben Affleck).

Prolog film memberikan sudut pandang bagi Wayne saat Superman (Henry Cavill) bertempur melawan General Zod (Michael Shannon) di Kota Metropolis dalam ‘Man of Steel’. Pertempuran keduanya memberikan dampak dramatis bagi perusahaan Wayne dan memberikan padangan berbeda atas aksi heroik Superhero asal Planet Krypton tersebut.

Pasca serangan tersebut dunia seolah mempertanyakan peran Superman dalam kehidupan manusia. Berangkat dari itu, Lex Luthor (Jesse Eisenberg) berusaha memainkan siasat politik kepada Senator Finch (Holly Hunter) guna memuluskan rencana jahatnya. Gagal mengelabui Finch, Luthor tetap menghalalkan segala cara buat menyelundupkan senjata rahasia yang bisa melumpuhkan manusia super.

Di sisi lain, ide Lex diketahui oleh Wayne, dan bisa dijadikan modal untuk mengalahkan Superman. Sedangkan di mata Superman, Batman adalah kriminal yang suka main hakim sendiri kepada para korbannya. Konflik ini kemudian mengerucut dan berhasil dijadikan benang merah dari pertempuran ‘BvS’.

Meski dianggap kurang greget, namun Warner Bros dan DC Comic seolah ingin membangun kebangkitan DC Universe lewat film ini. Berbeda dengan sang rival, Marvel, yang hobi banget kasih spoiler di post credit, Snyder justru mengemas semuanya lewat dialog dan adegan di ‘BvS’. (Awas jangan sampe ketiduran pas nonton)

Banyak porsi dialog dan konflik ketimbang adegan action khas film superhero jebolan Warner Bros menjadikan ‘BvS’ terasa monoton dalam 60 menit pertama. Tentunya kalau Kawan Muda engga suka film panjang bakalan ngantuk dan bisa aja skip di tengah film.

Di luar hal itu, Genmuda.com juga menyoroti peran Amy Adams sebagai Louis Lane yang terlihat cukup biasa dan engga beda jauh sama perannya di ‘Man of Steel’. Sekilas aktris 41 tahun terkesan cari aman sekaligus kurang bisa mengimbangi lawan mainnya.

Untungnya kekecewaan penonton bisa dibayar lunas oleh aksi Wonder Woman (Gal Gadot) di film ini. Ditambah lagi, kebangkitan Doomsday jadi sajian adegan yang bikin mata kamu melek dan engga boleh dilewatin.

(Sumber: Istimewa)
(Sumber: Istimewa)

Penulis (mewakili sejumlah fans) sejujurnya masih belum bisa move on dari Christian Bale sebagai Batman, tapi saat menonton sosok Ben Affleck bisa dibilang doi berhasil membuat Bruce Wayne komplit dan sesuai seperti yang digambarkan di komik.

Meski dibanjiri oleh kritik, tayangnya ‘BvS’ bisa aja menjadi momentum dari kebangkitan DC Comic dan tentunya awal kelahiran ‘Justice League’. Walau dianggap terlalu prematur, DC bisa dibilang lebih mengungguli ‘Marvel – The Avengers’ dalam segi konflik cerita. Jadi kayaknya sih engga heran ya kalau film ini akhirnya punya rating R.

Nah, biar engga terlalu banyak spoiler dan bikin Kawan Muda penasaran, langsung aja deh kamu tonton ‘Batman V Superman: Dawn of Justice’. Jadilah saksi pertempuran dua superhero kece ini ya. Anyway, Kawan Muda dukung kubu yang mana nih?

 

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.