Jum'at, 30 Oktober 2020

Genmuda – Hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia kerap dirayain dengan berbagai lomba di sejumlah daerah meski ada beberapa tempat yang mulai meninggalkannya. Bukan cuma seneng-seneng dan ngelatih kekompakan, masing-masing perlombaan punya hikmah dari kisah sejarahnya loh.

“Perlombaan itu merupakan comotan dari masa Belanda dan zaman Penjajahan Jepang yang ditambah aneka lomba baru,” kata pengamat sejarah Indonesia, JJ Rizal seperti dikutip Kompas.com, Sabtu lalu (13/8).

Doi bilang, perlombaan itu berasal dari inisiatif warga kampung sekitar 1950-an, ketika Indonesia udah ngelewati periode Perang Revolusi. Warga yang ketika itu terbebas dari cekaman perang pengen ngerayainnya dengan sejumlah perlombaan tradisional.

Masing-masing perlombaan dirancang supaya punya pesan khusus yang bikin orang engga ngelupain sejarahnya. Ada pula beberapa unsur yang diubah biar sesuai dengan semangat kebebasan warga ketika itu. Seperti inilah filosofi masing-masing lomba.

1. Panjat Pinang

Wajar banget perlombaan ini paling ikonik di antara lomba 17-an yang lain. Soalnya Panjat Pinang udah mengakar di warga Indonesia sejak jaman penjajahan Belanda. Ketika itu, Panjat Pinang diadakan buat hiburan di kala pesta warga Eropa di Nusantara atau ketika hari besar Kerajaan Belanda.

Atas inisiatif, perlombaan yang awalnya diadain buat ngerendahin warga di hari besar penjajah itu diubah jadi perlombaan yang ngelatih kekompakan buat ngerayain momen besar kemerdekaan Indonesia.

2. Balap Karung

Biarpun kocak ditonton, perlombaan yang engga bisa dilupain ini sebenernya mengisahkan perjuangan warga pribumi waktu Penjajahan Jepang. Warga ketika itu saking menderita sehingga cuma bisa gunain kain goni sebagai pakaian.

Anak-anak di masa setelah kemerdekaan pun diajak ngerasain susahnya hidup dengan balutan karung goni. Buat pindah tempat sejauh 100 meter aja susahnya minta ampun, apa lagi buat bertahan hidup selama 3,5 tahun.

3. Lomba Makan Kerupuk

https://www.instagram.com/p/BJJqAWxjLlf/?taken-by=tjevzen

Kesengsaraan warga pribumi juga tergambarkan di perlombaan makan kerupuk. Di perlombaan itu, kedua tangan pesertanya engga bisa digunain karena diiket di belakang pinggangnya.

Sama kaya waktu masa penjajahan ketika warga pribumi butuh perjuangan berat buat menuhin kebutuhan perut di tengah kesulitan ekonomi akibat tanam paksa, kerja paksa, atau bentuk penjajahan lain.

4. Tarik Tambang

https://www.instagram.com/p/BJKffeujZQ5/?tagged=tariktambang

Perlombaan ini juga diadain karena punya pesan solidaritas, bukan cuma adu otot doang. Di lomba ini, tim yang kompak punya kesempatan menang lebih besar daripada tim yang cuma ngandelin kekuatan individu. Sama kaya kompaknya kaum muda dan kaum tua buat ngerebut kemerdekaan Indonesia lewat negosiasi dan Perang Revolusi.

Itulah empat perlombaan ikonik yang punya hikmah sejarah di dalamnya. Karena itu, sayang banget kalo perlombaan yang pasti bikin badan kotor ini engga diadain lagi mentang-mentang teknologi jadi sumber hiburan utama. Jadi, Kawan Muda ikut lomba yang mana nih? (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.