Rabu, 26 Januari 2022

Genmuda – Last Night in Soho merupakan salah satu film thriller psikologis yang cukup dinanti di bulan November ini. Digarap oleh Edgar Wright sutradara Baby Driver (2017) dan Ant-Man (2015), film ini menawarkan cerita yang cukup rapih serta sinematografi yang manjain mata Kawan Muda.

Sejak trailernya dirilis beberapa waktu lalu, film ini emang bikin penonton penasaran. Penonton seolah diajak masuk dalam imajinasi mimpi dari seorang gadis untuk pergi ke masa lalu.

Terus kayak gimana sih filmnya? Berikut Genmuda.com ulas buat Kawan Muda!

Kembali ke masa lalu lewat mimpi

Film Last Night in Soho ©Universal Studios/2021

Seperti yang bisa disimak dalam trailernya, penonton langsung dikenalkan oleh Eloise (Thomasin McKenzie) seorang anak yatim piatu yang tinggal bersama neneknya di suatu desa di Inggris. Suatu hari Eloise mendapatkan tawaran beasiswa untuk menjadi mahasiswi di salah satu sekolah mode di London.

Impiannya pun tidak bisa lepas dari segala macam hal berbau barang-barang retro di tahun 60-an. Namun kepindahan ke London seolah menjadi titik balik dalam hidupnya. Berusaha beradaptasi dengan kehidupan bebas di asrama, Eloise malah menjadi korban bully oleh teman-temannya karena dianggap cupu.

Tak tahan dengan kehidupan di asrama, Eloise kemudian membawa semua barang-barangnya untuk ngekost di kamar tua miliki Miss Collins (Diana Rigg). Model dan interior kamar yang serba vintage membuat Eloise nyaman dengan kamar barunya itu.

Hingga suatu malam, Eloise mimpi pergi ke masa lalu dan bertemu dengan gadis bernama Sandie (Anya Taylor-Joy) yang mengejar mimpinya untuk menjadi seorang bintang di Cafe de Paris, London. Gaya busana Sandie seolah menjadi inspirasi bagi Eloise untuk membuat baju rancangannya hingga mengubah penampilannya sehingga mirip dengan gadis di dalam mimpi tersebut.

Sialnya, mimpi indah Eloise itu mendadak berubah menjadi petaka. Kehidupan Sandie yang tadinya lurus-lurus aja, berubah menjadi kacau. Semakin dalam dia masuk ke dalam kehidupan Sandie, semakin banyak kejadian mengerikan yang dia alami.

Eloise kemudian melihat pembunuhan yang terjadi di kamar kostnya, dan berusaha membantu Sandie untuk menguak pembunuhan yang terjadi puluhan tahun lalu. Berhasil  atau engga? Mendingkan kalian tonton aja sendiri.

Sinematografi yang asik

Film Last Night in Soho ©Universal Studios/2021

Ide cerita yang ditulis oleh Edgar Wright emang cukup out of the box. Setiap Eloise tidur, penonton seolah sedang menaiki mesin waktu buat kembali ke masa lalu. Tiap mimpi seolah menjadi kepingan puzzle yang harus disusun sampai akhir film.

Cerita epik itu didukung pula oleh pengambilan gambar yang asik untuk menggambarkan dua kemeriahan kota London di zaman sekarang dan di athun 1960-an. Setting latar dan kostum yang digunakan Eloise juga cukup mendukung sebagai siswi sekolah model yang modis dan catchy.

Perpindahan setiap gambar dan efek dari pergerakan Eloise dan Sandie di dalam mimpi juga menjadi daya tarik untuk kalian tonton. Sesekali Eloise jadi Sandie, dan sesekali pula Eloise menjadi penonton seperti layaknya kita. Keselurahan cerita makin hidup oleh lagu-lagu klasik yang menemani Eloise baik di dunia nyata dan dalam mimpi.

Kesimpulan

Film Last Night in Soho ©Universal Studios/2021

Secara keseluruhan, Last Night in Soho jelas menarik untuk ditonton bagi siapapun. Walau berkedok drama thriller psikologis, namun cerita Eloise seolah-olah menjadi kisah nyata yang mungkin bisa dialami oleh imajinasi banyak orang.

Berbagai sentilian dari kehidupan anak muda yang harus tampil fake demi ambisi dan impian mereka seolah menjadi sisi humanis yang juga ingin disentil oleh Edgar Wright. Kalo Kawan Muda suka dengan film-film Edgar Wright, maka film ini wajib masuk dalam wishlist nonton kalian bulan ini.

Film Last Night in Soho tayang di Indonesia mulai tanggal 3 November 2021.

Comments

comments

Velesya Dea
A charmwoman