Minggu, 1 November 2020

Genmuda – Sebelum ada seri “Assassin’s Creed,” para gamer 1990-an dan 2000-an mengasah otak dan mendalami minat terhadap sejarah lewat seri “Age of Empires” (AOE). Game strategi perang-perang bersejarah keluaran Microsoft Studios yang totalnya terjual lebih dari 3 juta kopi pada tahun 2000 itu mentok di seri ketiga.

Seri yang fokus nyeritain sisi lain Revolusi Kemerdekaan Amerika Serikat itu rilis pada 2005. Untung melengkapi ceritanya, Microsoft Studios pun ngerilis expansion pack berjudul “AOE III: War Chiefs” yang ceritain sejarah perang dengan bangsa “Indian” di AS. Lalu, expansion pack “AOE III: The Asian Dynasties” rilis tahun 2007.

Para gamer pun pesimis AOE gak bakalan dilanjutin karena Ensemble Studios yang ngegarap game ini bareng Microsoft tutup pada 2009, delapan tahun setelah dibeli partner kerjanya itu. Pesimismenya makin kuat ketika Microsoft Studios sibuk ngerilis remake “AOE II” 2013 – 2016.

Sampai akhirnya, ada kabar baik berhembus dari Gamescom Expo di Cologne, Jerman, Selasa (22/8). Microsoft Studios ngumumin kalo timnya lagi bikin “Age of Empires IV.” Tim developer dan video teasernya pun udah disiapin. Setelah muas-muasin mata nonton videonya, di bawah ini 7 faktanya.

1. Berpartner sama developer epik

Berhubung tim Ensemble Studios tercerai-berai, Microsoft kini ngegaet Relic Entertainment, developer yang sukses ngerilis seri “Company of Heroes” yang terinspirasi dari Perang Dunia II dan “Dawn of War” yang terinspirasi dari Warhammer 40.000. Dua seri game yang dapet pujian dari berbagai review.

2. Partner pertama Relic Entertainment selain SEGA

via gamingtruth.com
(Sumber: gamingtruth.com)

Dua seri bikinan Relic itu atas kerjasa sama dengan SEGA Corporation, developer game besar yang jadi partner sekaligus induk perusahaannya. Microsoft lah perusahaan selain SEGA pertama yang berhasil ngajak developer game asal Kanada itu kerja sama.

3. Ngidupin lagi website dan medsos Age Of Empires

Sejak tahun 2000-an, website AOE gak pernah down namun hidup layaknya pesugihan: hidup segan, mati tak mau. Kontennya gak diupdate secara berkala dan isinya monoton. Gak kayak web game lain yang banyak konten menariknya.

Bersamaan dengan pengumuman di Gamescom Expo Cologne Jerman, website ageofempires.com kembali niat hidup. Web itu terhubung dengan Xbox Live dan juga berisi episode YouTube yang nyeritain tentang fakta-fakta sejarah di dalam kisah game perang epik itu.

4. Hasil permintaan para fans

via pcgamer.com
(Sumber: pcgamer.com)

Microsoft emang gak ngomong alasan mereka lanjutin game yang usianya udah lebih dari satu dekade itu. Namun, diduga kuat kalo projectnya berlangsung berkat permintaan fans secara terus-menerus sepanjang tahun. Puncaknya berlangsung pada acara tanya-jawab dengan Bill Gates di forum Reddit, Maret 2016.

Ketika itu, fans AOE secara langsung meminta Bill Gates untuk lanjutin seri AOE. Permintaan itu pun didukung beberapa akun lain hingga akhirnya Bill Gates menjawab, “Akan saya tindak lanjuti. Berapa Empire kah yang kamu butuhkan?”

5. Microsoft main aman

Selain ngerilis “AOE IV,” Microsoft juga siapin “AOE Definitive Edition” untuk luncurin 19 Oktober eksklusif buat Windows 10. Dengan dirilisnya game nostalgia yang merangkum cerita penting “AOE” sebelumnya, para gamer pun dipersiapkan untuk kedatengan “AOE IV.” (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.