Selasa, 1 Desember 2020

Genmuda – Jepang kalah dari 1-0 dari Polandia. Perolehan poinnya pun bersaing ketat dengan Senegal di Grup H. Tapi, Jepang yang dipilih lolos ke babak 16 besar karena main jujur, adil, dan mendapat keberuntungan besar.

Kenapa untung besar? Jadi gini situasinya. Prestasi Jepang dan Senegal pada babak penyisihan tuh sama banget. Main tiga kali, menang sekali, seri sekali, kalah sekali. Ngegolin 4 kali, kebobolan 4 kali. Poinnya pun sama-sama 4.

Saat Jepang dihajar 0-1 oleh Polandia, Senegal dijitak 0-1 oleh Kolombia pada waktu yang sama. Tapi, ada peraturan Fair Play FIFA yang menyebabkan Jepang lebih unggul.

Peraturan apa itu?

via fifa.com
(Sumber: fifa.com)

Inti peraturannya seperti ini: Dalam situasi ada lebih dari satu tim memiliki hasil pertandingan sama persis (kayak Jepang – Senegal), tim yang paling sedikit diganjar kartu yang diuntungkan.

Secara teknis, peraturannya gini: Satu kartu kuning untuk satu pemain membuat tim kehilangan 1 poin Fair Play. Kartu merah tak langsung (2 kartu kuning) artinya minus 3 poin. Kartu merah langsung sama dengan minus 4 poin.

Kalo di sekolah, itu ibarat peraturan gak tertulis yang membuat lo naik kelas karena berkelakuan baik (banget) meski nilai rapot lo ada merahnya.

Berapa kartu kuning yang diperoleh Jepang dan Senegal?

via standard.co.uk
Kartu kuning tambahan buat Senegal. (Sumber: standard.co.uk)

Selama pertandingan, Jepang dapat 4 kartu kuning. Satu ketika lawan Kolombia, dua ketika lawan Senegal, dan satu lagi ketika dihajar Polandia.

Sementara itu, Senegal dapat 6 kartu kuning. Dua saat lawan Polandia, tiga saat lawan Jepang, dan satu saat lawan Kolombia. Semua kartunya dikasih ke orang yang berbeda.

Gak usah dihitung minus-minus poin Fair Play-nya. Dari perolehan kartu aja, udah jelas Jepang yang lebih diuntungkan.

Pelatih Jepang dicengin

via si.com
(Sumber: si.com)

Akira Nishino, pelatih Jepang sempat dicengin oleh para penonton Stadion Volgograd ketika melawan Polandia. Soalnya, doi meminta Jepang bermain terlalu slow.

Serius! Coba lihat. Inui cs. benar-benar menahan diri dalam menggulirkan bola ke lapangan Polandia. Jepang lebih suka utak-atik, opar-oper bola di lapangan sendiri.

Begitu kebobolan 1 angka, semua berubah. Bola mengalir deras ke lini belakang Polandia. Pemain mulai ngotot menang. Soalnya, Jepang gak bisa lolos ke 16 besar kalo mereka kalah.

via NY Times
Selebrasi gol Yerry Mina ke gawang Senegal. Kolombia menang 1-0. (Sumber: NY Times)

Tiba-tiba, Senegal juga kalah dari Kolombia dalam pertandingan di kota sebelah. Nishino paham soal peraturan Fair Play, jadi yah, doi minta anak-anak Jepang bermain kalem.

Akhirnya Jepang main setengah lapangan doang. Paling, sesekali iseng ngumpan lambung ke kotak penalti Polandia. Tapi, stamina para penyerang “Samurai Biru” udah loyo sehingga gagal manfaatkan kesempatan.

“Itu keputusan berat,” kata Nishino kepada Media. Secara terang-terangan, Nishino bilang, “Saya memutuskan untuk menggantungkan nasib kelolosan Jepang berdasarkan pertandingan sebelah (Senegal vs Kolombia).”

via telegraph.co.uk
Gol Jan Bednarek buat Polandia. (Sumber: telegraph.co.uk)

Yaudahlah. Mau gimana lagi. Mungkin itu adalah strategi cerdik Nishino. Mungkin juga dia hobi judi karena mempertaruhkan nasib Jepang pada orang lain.

Soalnya, bila Jepang kebobolan dua angka sementara Senegal cuma kebobolan satu angka, Senegal yang lolos ke babak 16 besar. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.