Minggu, 1 November 2020

Genmuda – Setiap manusia udah diciptakan sama Tuhan dengan keadaan yang paling sempurna dibanding sama makhluk hidup lainnya. Itulah kenapa kita mesti bersyukur sama segala yang udah dikasih di badan kita.

Tapi gak berlaku sama orang-orang ini. Mereka yang punya fisik sempurna, justru memperlakukan teman-teman dengan ‘special gift’ dengan gak pantes. Sebagai manusia yang punya akal, mestinya sih mereka mikir dan gak kaya gitu, tapi nyatanya?

Emang apa sih yang mereka lakukan?

via: giphy

Cowok-cowok yang dikabarkan kuliah di Universitas Gunadarma ini sama sekali gak mencerminkan sikap seorang mahasiswa yang terpelajar. Ketiga cowok ini memperlakukan orang yang punya kelebihan khusus dengan sangat gak pantas.

Gimana pun juga, mereka yang terlahir dengan ‘special gift’ ini sangat layak dan gak patut sama sekali buat diperlakukan berbeda. Di video yang sekarang udah beredar luas si media sosial, tampak salah satu cowok menarik tas cowok difabel ini dan menahannya buat jalan.

Dua orang lainnya mengejek korban dan yang lainnya merekam aksi ini. Meski sempet ngelawan, Farhan, nama cowok difabel ini gak juga berhenti dikerjai. Sampe akhirnya korban bebas, dan melempar tempat sampah ke arah si pembully.

Terus gimana kelanjutannya?

via: giphy

Aksi ‘lmparan tong sampah maut’ yang terjadi di Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi (FIKTI) ini jelas jadi sorotan banyak orang karena kampus ini jadi dinilai gak ramah sama kaum difabel. Video yang viral ini pertama kali diunggah di Instagram @thenewbikingregetan ini jelas udah bikin ketiga pelakunya mendadak ‘ngartis’.

Polisi serta pihak kampus terus mengusut kasus pembullyan ini. Mereka akan memutuskan hukuman yang pantas untuk pelaku, walaupun ketiganya udah mendatangi korban dan keluarganya buat minta maaf. Dilansir dari Detik, Irwan Bastian, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan ngasih keterangan kepada awak media,

“Meskipun mereka telah menyesali dan mendatangi korban dan keluarganya, tentunya akan kami tindak tegas. Kami akan proses sesuai dengan ketentuan dan tata tertib di Gunadarma,” tutur Pak Irwan.

Nyatanya ketiga pelaku udah terlanjur terkenal karena video mereka udah masuk ke akun Instagram Lambe Turah. Bahkan akun tersebut menyertakan akun ketiga pelaku di caption video. Karena udah terlanjur terkenal, kedua pelakunya tutup akun, dan 1 lagi mengunci akunnya.

Kenapa ya kaum disabilitas masih suka dapet perlakuan diskriminasi?

Sebenernya, dalam UU Nomor 4 Tahun 1997, udah dijelasin kalo hak-hak penyandang disabilitas hanya mencakup enam hal, yaitu pendidikan, pekerjaan yang layak, perlakuan yang sama, aksesbilitas, rehabilitasi (bantuan sosial), dan terkait menumbuhkembangkan bakat. Jadi bener dong kalo perlakuan ketiga cowok itu salah?

Untuk dunia pendidikan sendiri, sebenernya emang ada sekolah buat mereka yang berkebutuhan khusus, yaitu Sekolah Luar Biasa (SLB). Ada juga sekolah inklusi, yaitu sekolah biasa yang emang membolehkan anak disabilitas untuk sekolah di sana, bergabung sama anak yang lainnya.

Tapi kalo dunia kampus emang udah gak ada istilah seperti itu. Semua sama rata, gabung dalam satu lingkungan pendidikan. Gak heran makanya kalo hal ini terjadi, karena beberapa mahasiswa mungkin merasa mereka yang disabilitas itu bisa jadi bahan tertawaan. Herannya lagi, mahasiswa lainnya gak negur dan malah ngevideoin aksi ini.

Duh, semoga hal ini gak terjadi lagi ya. Udah cukup banget dunia pendidikan tercoreng sama kelakuan anak mudanya yang gak punya rasa empati sama orang lain. Kamu jangan gitu ya! (sds)

Comments

comments

Fiany Intan Vandini
The youngest reporter on the 2nd floor of Gen Muda Office.