Jum'at, 10 Juli 2020

Genmuda – Kisah cinta deritanya tiada akhir. Begitu ungkapan patah hati Jenderal Tian Feng yang gagal meminang Dewi Bulan lalu malah dikutuk jadi siluman babi dalam legenda Kera Sakti. Ungkapan itu juga lah yang dirasain para korban friendzone.

Friendzone. Sebuah status menyeramkan yang gampang menjebak orang berbuat baik kepada gebetan, tapi hanya berakhir sebagai “kakak/adik” atau “BFF.” Padahal, harapan untuk dicintai udah diterbangin setinggi-tingginya dengan tukar-menukar flirting.

Istilah paling menyebalkan itu juga merupakan senjata bagi orang-orang gak bertanggungjawab yang males jadian tapi gak mau kehilangan fans. Kamu boleh berkata lain, tapi seperti itulah yang dirasain para jomblo korban friendzone.

Masalahnya, gak semua friendzone sadar mereka terjebak di dalam lingkaran setan dan masih berharap pada orang yang engga mungkin suka dia dalam waktu dekat. Coba cek apakah gebetan kamu masuk dalam ciri-ciri di bawah ini? Kalo iya, mending kabur dan nyari gebetan lain.

1. Cuma nyari saat kesulitan

via tenor.com

Saat butuh dianterin, ditemenin, didengerin curhatnya, dia nyariin kamu seolah-olah kamu satu-satunya sandaran hidup dan pegangan di dunia. Ketika keadaan membaik, cerita gembiranya sama sekali gak dibagi ke kamu melainkan ke orang lain. Bye!

2. Jarang mau angkat telepon

Kenapa jarang angkat telepon? Alasannya mungkin banyak, tapi aslinya karena dia menganggap luangin waktu buat orang yang telah difriendzonekan sama dengan kehilangan uang sebesar satu juta triliun ruiah, atau lebih. Rugi. Dia mungkin berpikir lebih baik main game atau nonton drama.

3. Bales chat aja lama banget

via tenor.com

Dikirim chatnya sekarang, tapi balesnya baru minggu depan. Ini ngajak chatingan atau apa sih? Kurir belanja online aja bisa cepat dateng dan miminnya bales chat secepat kilat. Dia sebenernya juga bisa bales tanpa menunda, tapi buat apa? Mending dia chatingan sama gebetannya.

4. Giliran chatnya gak dibales, ngomel

Situasinya sekarang terbalik. Chat dari dia yang dibales selama berhari-hari karena terhalang prioritas lain. Akibatnya, dia bakal marah seolah-olah kamu yang salah dan gak ada saat dibutuhin. Rasa bersalah kemudian memancing kamu ngerasa bersalah.

5. Gak pernah mau jalan berdua

via tenor.com

Ario: “Bel, besok gue mau nonton ‘Thor: Ragnarok,’ nih!”

Bella: “Wah, seru banget. Gue juga pengen nonton, deh!”

Ario: “Nonton sama gue aja, yuk?”

Bella: “Ayok! Sama siapa lagi nontonnya?”

Jangan ngetawain Ario karena nasib seperti itu juga bisa menimpa kamu.

6. Gak pernah ngundang ke rumahnya

Sengaja gak ngundang. Buat apa? Daripada digosipin keluarga dan tetangga, mending gak usah ngundang sama sekali.

7. Temenan di medsos aja gak mau

Apabila dia masih aja dideketin padahal gak mau temenan di medsos, sih, artinya kamu yang keterlaluan. Logika gampangnya gini, deh. Di dunia digital aja gak mau menjalin hubungan, apalagi di dunia nyata. Lebih baik nyari yang lain, kan?

8. Mengelak saat ngomong hubungan serius

via tenor.com

Saat segala topik yang membahas tentang hubungan selalu dia tolak dengan segala cara, pernyataan perasaan kamu dianggap becanda, atau malah kamu dianggap seperti adik kecil yang engga tau lagi ngomong apa.

Daripada sia-siain perasaan kamu buat orang yang sengaja gak peka kayak dia, mending cari orang lain yang siap nerima kamu. Itu bukan curcol atau berdasarkan pengalaman pribadi, loh. Itu emang yang terjadi di kehidupan anak muda. Cerita kamu kayak gimana?

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.