Rabu, 12 Agustus 2020

Genmuda – Setengah babak 16 besar selesai dengan kemenangan Uruguay, Prancis, Rusia, dan Kroasia. Sedangkan Portugal, Argentina, Spanyol, dan Denmark terpaksa angkat koper dari turnamen Piala Dunia 2018.

Kejadian itu bertolak belakang dari harapan pecinta bola. Bila Portugal menang lawan Uruguay dan Argentina menang lawan Prancis, maka tercipta laga Cristiano Ronaldo (POR) kontra Messi (ARG) selaku dua peraih Ballon d’Or di perdelapan final.

Namun, hasil pertandingan 16 besar sejauh ini menegaskan bahwa nasib satu tim gak bisa ditentuin dari kehebatan satu pemain aja. Sekarang, satu-satunya kesempatan Messi ketemu Ronaldo ya cuma di Airport, dalam perjalan pulang.

Ujung-ujungnya, tim yang jago bekerjasama (dan hoki pastinya) yang diuntungkan. Satu hal lagi. Sementara pemain bintang yang langganan angkat Trofi Liga Champion angkat koper, muncul lah bintang baru di Piala Dunia 2018.

1. Edinson Cavani + Luis Suarez

Operan Suarez-Cavani adalah tambang emas bagi Uruguay. Lini belakang Portugal dibuat kerepotan karena kerjasama dua pemain itu. Kalo dibandingin skill individu, Ronaldo emang masih di atas Suarez atau Cavani.

TAPI, saat dua bocah Kampung Salto (serius! itu nama daerah di Uruguay) itu main bareng, hasilnya jauh lebih jago dibanding Ronaldo plus semua lini belakang Portugal. Suarez jago ngoper, Cavani jago nyari posisi.

2. Kylan Mbappe

Zaman Prancis angkat Piala Dunia, Juli 1998, Mbappe belum lahir. Doi baru brojol Desember 1998. Hampir 20 tahun kemudian, cowok yang mengidolakan Cristiano Ronaldo itu tunjukin kontrol bola yang mantap dan dua kali mengoyak kandang Argentina.

Gol pertama Mbappe di babak 16 besar itu tercipta saat Prancis utak-utik bola di kotak penalti Argentina. Sementara, gol keduanya tercipta saat Mbappe mengeksekusi operan dari tengah lapangan dengan kaki emasnya.

3. Benjamin Pavard

Tendangan Benjamin Pavard gak terlalu kenceng sih, tapi arah tendangannya melengkung dari luar ke arah dalam. Awalnya dikira keluar, tau-tau bola itu menikung masuk melewati tangan kiper Argentina.

FYI, Pavard itu pemain belakang Prancis, loh. Doi gak menerima sesi latihan khusus untuk nendang bola macam itu. Kalo sesi latihan pressure dan man-to-man malah yang lebih sering.

Satu-satunya bek yang jago tendangan jarak jauh adalah Roberto Carlos dari Brazil. Tapi, Carlos masih hidup, jadi gak mungkin arwahnya merasuki Pavard saat mencetak gol kedua Prancis ke gawang Argentina. *canda

4. Igor Akinfeev

Tahun 2014, Igor Akinfeev ibarat Loris Karius. Gara-gara blunder gagal nangkep bola, gawang Rusia dengan mudahnya dijebol Korea Selatan. Sekarang, Akinfeev jago banget.

Saat menerima tendangan penalti Iago Aspas dari Spanyol, Akinfeev sempat salah loncat. Dia ke kanan, sementara bola ditendang ke kirinya. Tapi, dia gak nyerah. Bola itupun ditepis sama kakinya.

5. Cristiano Ronaldo

via europe1.fr
(Sumber: europe1.fr)

Meski Portugal kalah, Ronaldo patut masuk daftar pemain paling berpengaruh. Bukan karena mencetak angka, melainkan karena dia memapah Cavani yang cedera.

Hal itu mungkin dia lakukan supaya pertandingan gak kelamaan berhenti dan dia bisa buru-buru menggempur Uruguay. Bisa juga karena Ronaldo pengen memperbaiki profilnya di mata publik sebagai pihak yang bermain sportif meski kalah. Bisa aja, kan? (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.