Senin, 26 Oktober 2020

Genmuda – Pergaulan anak muda tanpa saling ngatain atau bertukar ceng-cengan ibarat soto ayam gak pakai garam. Terasa hambar dan lebih enak nyari yang lain. Fenomena yang keliatan banget pada masa keemasannya Dono-Kasino-Indro itu sekarang berkembang dan anak muda punya banyak variasi teknik meledek orang.

Kamu pastinya termasuk salah satu yang pernah atau sedang hobi-hobinya ngecengin cara berpakaian temen, nama bokapnya, atau saat doi kalah terus main bola. Akan tetapi pergaulan kamu terus berkembang sepanjang hidup hingga pada titik kamu menerima pujian, atau malah sampe dapet penghargaan.

Karena lebih sering dikatain-mengatain orang, wajar banget kalo bingung caranya bereaksi saat dipuji. Gak perlu salah tingkah dan panik sampe asma, kamu bisa lakuin yang menurut berbagai pakar komunikasi merupakan respon terbaik. Apa aja? Liat di bawah ini.

1. Terima kasih singkat

via giphy.com

Cocok dilakukan saat: Dipuji atas prestasi untuk diri sendiri.

Saat buka situs pengumuman SNMPTN, ternyata kamu termasuk siswa terpilih yang bisa masuk kuliah tanpa harus tes. Temen-temen pada memuji. Kamu jangan ngomong “Ah, biasa aja” karena terkesan sombong. Jangan juga ngomong “Lo juga bisa kali” karena faktanya doi engga diterima SNMPTN dan mungkin bakal sakit hati.

Penelitian komunikasi di Harvard Business Review2013 bilang kalo balasan yang paling pas adalah “Terima kasih,” “Thank You.” Gak kurang, gak lebih. Abis itu, kamu move on ngelanjutin hidup dan menerima pujian lagi dari orang lain yang baru tau kamu bisa keterima kampus bergengsi tanpa harus tes.

2. Terima kasih panjang

via giphy.com

Cocok dilakukan saat: Dipuji atas prestasi untuk pihak lain.

Contoh kasusnya masih pakai SNMPTN. Sekarang, guru yang selama ini membimbing dan banyak bantu kamu belajar memuji karena kamu mengharumkan nama sekolah, termasuk bikin doi bangga. Kata “terima kasih” aja cukup kalo kamu pengen jadi murid yang biasa aja.

Kalo pengen mencuri hati guru lebih banyak, coba bilang “Terima kasih. Semoga berkenan” atau bisa juga dengan ngasih pujian balik, seperti “Terima kasih juga, Pak/Ibu karena udah banyak membantu.” Meski begitu, bukan berarti abis itu kamu harus ping-pong pujian gak berhenti-henti.

3. Bales memuji singkat

via giphy.com

Cocok dilakukan saat: Ada yang berterima kasih.

Ternyata, temen yang suka belajar bareng kamu tuh juga lolos SNMPTN dan doi sangat bersyukur. Daripada membalas banjir ucapan terima kasih doi dengan kata “Santai” padahal emosi doi lagi bergejolak dan engga mungkin juga bakalan santai, kamu ucapin aja “Sama-sama.”

4. Bagi-bagi pujian

via spotmegirl.com

Cocok dilakukan saat: Dipuji ketika kerja kelompok.

Ketika duduk di bangku kuliah, dosen hobinya ngasih tugas kelompok. Ada sebagian dosen yang engga ragu buat memuji salah satu mahasiswa karena tugasnya keren. Kalo itu adalah kamu, pertama kamu harus ngomong terima kasih ke dosen dan ngebagi pujiannya ke temen satu kelompok. Contoh: “Terima kasih, Pak/Bu. Semua berkat kerja sama Asep, Gina, dan Saya.”

5. Tangan kanan menjabat

via tumblr.com

Cocok dilakukan saat: Menerima penghargaan formal.

Mungkin akhirnya prestasi kamu jadi sorotan yang sampe ada upacara penyerahan penghargaannya segala. Di atas panggung, usahain kamu menerima penghargaan dengan tangan kanan lalu cepet-cepet dituker ke tangan kiri.

Kenapa? Karena entrepreneur.com, 2014 bilang kalo tangan kanan kamu harus selalu ready berjabat tangan dengan orang lain ketika ajang penghargaan formal. Misalnya, saat menerima medali kelulusan, siswa terbaik, atau mahasiswa berprestasi.

Intinya sih, gak perlu mendadak keringat dingin, gagap, dagu terangkat 5 cm, atau lobang hidung kembang-kempis karena salting. Ucapin aja terima kasih dengan elegan dan abis itu lanjut ceng-cengan lagi kayak biasanya. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.