Senin, 24 Juni 2024

Genmuda – Kebiasaan mengabadikan makanan sehari-hari ke dalam sebuah gambar ternyata sama sekali engga kekinian, soalnya udah jadi semacam tren yang berkembang bahkan sejak abad ke-16 dulu. Pada jaman baheula makanan sering dijadikan objek dalam sebuah karya seni, terutama seni lukis.

“Tren itu sudah ada bahkan sejak 500 tahun lalu. Food imagery macam ini sama sekali bukan hal baru di masyarakat,” kata Andrew Weislogel, kurator Museum Seni Herbert F Johnson di Universitas Cornell seperti dikutip Majalah Live Science, (22/7). Artinya, tren ngeabadin makanan ke dalam gambar tuh cuma tren yang berulang aja.

Engga sembarang ngegambar, pelukis-pelukis ketika itu sampai memikirkan tata letak makanan dan komposisinya. (Lebih kurang mirip lah seperti yang biasa kamu lakukan kalo lagi motret makanan yang lucu-lucu). Bedanya, kalo orang zaman dulu mengabadikannya ke dalam lukisan bukan difoto. Biasanya sih medianya kanvas dan cat minyak.

Dari ratusan ribu karya pelukis Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Italia, dan Belanda, sebanyak 76% karyanya menghadirkan buah-buahan sebagai objek seninya. Sementara sisanya menggunakan objek seperti roti, pastry, daging, sayuran, bahkan ikan. Biar kamu engga penasaran dan untuk ngebuktiin penelitian itu, inilah 8 lukisan ‘food porn’ tempo dulu dan populer pada masanya.

1. Fruit and Ham (Jan Davidszoon de Heem, 1648-49)

(Sumber: Wikimedia Common)

Jan Davidszoon de Heem merupakan pelukis kelahiran Utrecht yang lama tinggal di Antwerp, Belanda. Menurut studi, makanan merupakan salah satu benda sehari-hari yang biasa dijadikannya sebagai objek lukisan. Selain lukisan Fruit and Ham ini, de Heem juga pernah ngelukis meja makan dipenuhi makanan penutup, kembang, juga lemon yang lagi dikupas.

2. A Meat Stall with the Holy Family Giving Alms (Pieter Aertsen, 1551)

(Sumber: Wikimedia Common)

Ini merupakan salah satu karya pelukis Amsterdam, Belanda, Pieter Aertsen yang fenomenal di tahun 1551. Studi bahkan bilang kalo lukisan ini sampai perlu bikin tiga lagi dengan objek yang sama, saking populernya. Meski begitu, nama tiga lukisan itu berbeda. Judul tiga lukisan lainnya adalah ‘Butcher’s Stall with the Flight into Egypt,’ ’The meat stall with the flight into Egypt,’ ‘Still Life with Meat and the Holy Family.’

3. Fruit Basket / Human Head (Giuseppe Arcimboldo, 1590an)

(Sumber: firstwefeast.com)

Salah satu keahlian pelukis asal Italia ini emang ngelukis benda sehari-hari dengan komposisi menyerupai manusia seperti itu. Selain lukisan ini, Arcimboldo juga pernah bikin lukisan dengan komposisi buah, sayur, dan bunga hingga menyerupai Kaisar Romawi Rudolf II. Dia juga lah yang mempopulerkan lukisan seperti itu pada masanya.

4. Quince, Cabbage, Melon and Cucumber (Juan Sánchez Cotán, 1602)

(Sumber: Wikimedia Common)

Dalam aliran lukisan barok, Juan Sánchez Cotán merupakan salah satu pelukis Spanyol yang terkenal menggunakan makanan sebagai objek lukisannya. Background gelap jadi identitas di lukisannya. Menurut Flavor Wire tahun 2012, lukisannya terkesan damai dan menentramkan. Doi pun akhirnya memutuskan jadi biarawan di Granada, Spanyol.

5. Un Coin de Table (Paul Cézanne, 1895)

(Sumber: flavorwire.com)

Karya yang nampilin beragam buah di atas meja dengan dekorasi taplak ini merupakan karya pelukis Prancis, Paul Cézanne sekitar 1895. Di lukisan ‘food porn’ lainnya, Cézanne tetap menggunakan nuansa seperti itu. Buah-buahan tetap jadi objek utama. Sementara itu, taplak mejanya juga ditata artistik begitu, bukannya menutupi semua bagian meja.

6. Cakes, (Wayne Thiebaud, 1963)

(Sumber: betterthandiamonds.com)

Bahkan ketika sudah memasuki era pop culture seperti tahun 1960-an, makanan tetep jadi objek lukisan diminati. Salah satu pelukisnya adalah Wayne Thiebaud yang melukis deretan kue tart sekitar 1963. Lukisan-lukisan lain yang dibuat seniman berkebangsaan Amerika Serikat itu pun tetap menggunakan background putih seperti di lukisan Cakes. Kalo sekarang, background putih tuh biasanya dipakai buat memotret sebuah produk di Instagram.

Well, itulah 6 lukisan ‘food porn’ yang cukup fenomenal sepanjang jaman. Engga ada salahnya kamu contek sedikit cara para seniman legendaris itu mengatur tata letak makanan, piring, dan hiasan di lukisannya. Siapa tau hasil jepretan ‘food porn’ kamu bisa dijual mahal dan di-endorse brand kece. Amin. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.