Rabu, 1 Desember 2021

Genmuda – Layar bioskop Indonesia belakangan ini lagi dipenuhi sama film superhero, cinta-cintaan, komedi, dan horor. Beberapa kali, nongol juga sih film biografi orang penting atau film Pahlawan Indonesia yang ngebawa pesan penting soal pemikiran bangsa.

JSYK, mengemas fakta sejarah supaya menarik hingga tercipta film “mikir” tuh susahnya minta ampun. Ada adegan kecil yang melenceng dikit dari sejarah, filmnya dapet review jelek. Kalo terlalu sesuai fakta sejarah, penonton ngerasa bosen sampai mungkin tidur di bioskop atau cabut sebelum waktunya.

Ada film bertema sejarah atau biografi (biopic) yang sukses dapat standing applause dan ngejual jutaan tiket, tapi ada juga yang berakhir jadi kontroversi, mulai dari soal pemilihan artis hingga masalah promosinya. Di bawah ini, adalah film-film pahlawan Indonesia yang sempet kena kontroversi seperti yang Genmuda.com sempat singgung tadi.

1. “Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI” (1984)

Waktu tayang perdana 1984, film yang naskahnya ditulis sang sutradara Arifin C Noer bareng sejarawan Nugroho Notosusanto ini dianggap film heroik. Seiring berjalannya waktu, cerita di balik “Peristiwa 1965” itu mengalami banyak versi dan infonya simpang-siur hingga akhirnya film ini dikritik banyak pihak, terutama oleh LSM, sebagai film propaganda era kepresidenan Soeharto.

2. “Trilogi Merdeka” (2009, 2010, 2011)

Indonesia punya film epik peperangan Agresi Militer Belanda, yaitu “Merah Putih” (2009), “Darah Garuda” (2010), dan “Hati Merdeka” (2011) yang disebut juga “Trilogi Merdeka.” Rahayu Saraswati yang jadi produser filmnya pernah dibilangin sama produser lain kalo filmnya gak bakal laku.

Kenapa? Karena film yang tayang dekat-dekat HUT RI itu gak sesuai sama tren film laris. Apa trennya? Seperti yang udah kamu tebak dalam hati, yang ngetren saat itu adalah film horor dan percintaan remaja. Kata berita CNN.com, 2014 film yang ngabisin bujet miliaran rupiah itu belum untung hingga 2014.

3. “Battle of Surabaya” (2015)

Animasi produksi MSV Pictures ini punya style ala film anime produksi Studio Ghibli dan kekuatan distribusi sea Asia-Pasifik ala Hollywood dengan backing-an Disney. Promosi di dalam negeri juga gembar-gembor dengan ngejual kata-kata “karya anak bangsa.”

Netizen justru gak suka kalo kata-kata “karya anak bangsa” dijadiin bahan jualan. Karena hype yang dibangun udah tinggi banget, para penonton jadi ngerasa film yang sebenernya keren ini tuh biasa aja. Akhirnya, film karya ini agak dikritik di internet dari segi stragegi pemasarannya.

4. “Soekarno” (2013)

Hanung Bramantyo dikenal sebagai sutradara yang gak segan buat ngembangin fakta sejarah jadi drama ala doi. Saking luasnya imajinasi doi saat mengeksplor, netizen sampai ngerasa ada beberapa adegan film biopic karya doi yang melenceng jauh banget dari kenyataan.

Kasus itu terjadi dalam film “Soekarno.” Di film itu, ada tokoh Riwu Ga yang seolah-olah jadi antagonisnya Soekarno. Nah, ada netizen yang ngerasa kalo sosok itu tuh aslinya sohib banget sama Soekarno dan keluarganya. Ada lagi nih yang mengeritik kalo jalan cerita film itu lain banget dari yang ada di buku sejarah.

5. “Kartini” (2017)

Disutradarai juga sama Mas Hanung dan dikritik cukup tajam juga sama netizen. Kali ini, yang dikritik bukan dari segi intrinsik film, melainkan dari segi ekstrinsik. Lebih tepatnya, komentar Hanung di medsos. Sang sutradara bilang kalo gak baik film doi dibanding-bandingin popularitasnya sama “Danur” (2017) dan “Hangout” (2016) karena genrenya jelas beda.

Sementara itu, netizen pada menduga kalo film yang dalam 6 hari ditonton lebih dari 323 ribu penonton itu terkesan “gak laris” karena Dian Sastro. Sebelumnya berdekatan dengan peluncuran film itu tuh Dian sempat dituduh menampik tangan fans. Meski doi udah mengklarifikasi, ternyata simpati netizen belum pulih. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.