Senin, 19 Agustus 2019

Genmuda – Tampangnya yang lucu, rambutnya yang halus, atau dengkurannya yang menenangkan jadi segelintir alasan orang-orang suka kucing. Sementara anjing jadi hewan peliharaan yang identik dengan aktivitas luar ruang, kucing seolah-oleh menguasai dunia digital.

Gimana engga. Banyak netizen rajin memposting foto kucing di berbagai forum dan media sosial dan antusias ngeliat foto kucing lainnya. Bahkan sebuah riset di ThoughtCatalog.com, 2011 bilang kalo kucing adalah maskot tak resmi internet.

Kenapa bukan anjing? Karena pecinta anjing dituntut untuk keluar rumah ngajak peliharaannya jalan-jalan, sementara pecinta kucing bisa diem aja nemenin kesayangannya bermalas-malasan. Makin banyak waktu di rumah = makin banyak kesempatan posting foto hewan peliharaan di internet.

Terus, kenapa kucing udah dipelihara sejak jaman gak ada internet?

via arnoudquanjer.com
Lebih kurang, gini bentuk Felis silvestris lybica, moyangnya kucing kampung. (Sumber: arnoudquanjer.com).

Jauh sebelum ditemukannya internet, kira-kira 10 ribu tahun lalu, leluhur kucing bukanlah hewan pemalas. Mereka adalah pemburu ulung yang mengincar mangsa kecil, macam tikus atau serangga.

Jadi, jangan bayangin leluhur kucing rumah tuh bentuknya seperti Persia yang pesek, Scottish Fold yang gak punya kuping, atau kucing rumahan yang rambutnya bercorak lucu. Bayangin mereka seperti kucing hutan yang cakarnya tajam, taringnya runcing, dan perutnya lapar terus.

Ketika manusia masa neolithikum sekitar Sungai Eufrat-Tigris (area Sabit Subur yang sekarang bernama Turki, Irak, dan Syiria) juga Nil (di Mesir) mulai bertani, area itu banyak dihuni tikus. Keberadaan tikus pada akhirnya mengundang kucing-kucing hutan mendekat ke tempat tinggal manusia. Gitu kata LiveScience.com, Senin (19/6).

Warga sekitar akhirnya membiarkan kucing-kucing berseliweran di sekitar tempat tinggal untuk memburu tikus yang menggerogoti hasil panen. Sejak saat itulah, kucing dan manusia hidup berdampingan. Dengan kata lain, kucing udah jadi hewan peliharaan sejak awal peradaban manusia.

Dari sana nyebar ke mana lagi?

via giphy.com

Melalui Turki (yang pada saat itu bernama Anatolia), polanya tersebar menyeberangi Selat Bosporus hingga ke wilayah Eropa. Warga mulai meninggalkan kehidupan berburu, bikin ladang, ladangnya terinfeksi tikus, lalu muncul kucing-kucing yang kemudian dibiarkan hidup berdampingan dengan mereka.

Sementara itu, kucing di Mesir gak cuma dianggap sebagai pemburu tikus, melainkan juga penghalau ular. Ketika itu, warga Mesir percaya kalo ular adalah hewan jahat yang mengancam nyawa Ra, –dewa matahari mereka. Voilà! Kucing pun disimbolkan sebagai hewan sakral karena melindungi dewanya.

Terus, kenapa kucing sekarang bentuknya lucu dan gak gahar lagi?

via giphy.com

Karena hidup berdampingan sama manusia, kucing pun berevolusi. Kata penelitian di jurnal Nature.com, Maret 2017, perubahan pertama yang terjadi adalah rambut kucing berubah jadi halus dan warnanya jadi bertotol besar.

Kemudian, masuklah masa kemajuan ilmu pengetahuan di abad 19. Manusia-manusia pada saat itu pun mulai mengawin silangkan berbagai spesies kucing hingga akhirnya tercipta ras-ras macam Persia, Egyptia, hingga Lykoi si kucing mutan.

Akhirnya, tiba masa internet, masa ketika kucing gak perlu berburu lagi karena makanannya disediain secara gratis oleh majikannya. Tugas kucing pun murni jadi perhiasan rumah dan objek yang bikin foto di forum dapet ratusan upvote hingga masuk trending. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.