Minggu, 16 Desember 2018

Genmuda – Hegemoni Messi dan Ronaldo di perebutan Ballon D’Or selama 10 tahun akhirnya patah. Penghargaan bergengsi pesepakbola terbaik di seluruh dunia tahun ini ternyata dimenangi oleh pemain Kroasia dan Real Madrid, Luca Modric, pada Senin (3/12) malam waktu setempat.

“Ini perasaan yang istimewa, saya bahagia, bangga dan ini sebuah kehormatan,” ungkap Modric saat menerima penghargaan.

Modric menjadi bintang dan pemain terbaik pada gelaran piala dunia 2018. Kapten sekaligus gelandang timnas Kroasia ini berhasil mengantar negaranya ke partai final sebelum mengakui keunggulan Les Blues. Walaupun begitu, hasil voter Ballon D’Or 2018 berhasil menempatkan Modric di atas Cristiano Ronaldo dan Antoine Griezmann di posisi tiga besar.

Biarpun banyak netizen julid yang lebih menganggap Griezmann lebih layak menangi gelar Ballon D’Or, namun dalam catatan Opta, ini 3 rapor mentereng Modric yang membuatnya layak menjadi pesepakbola terbaik di tahun ini.

1. Penampilan epik di Piala Dunia 2018

JSYK bukan tanpa alasan FIFA mendaulat Modric sebagai pemain terbaik di gelaran piala dunia 2018. Meski kalah 4-2 di final, Opta mencatat jika mantan pemain Tottenham Hotspurs ini berhasil menciptakan operan sukses sebanyak 422 dan peluang terciptanya gol sebanyak 18 kali untuk Kroasia pada Piala Dunia Rusia.

2. Gelandang paling produktif

Faktanya, selama Piala Dunia kemarin Modric adalah gelandang yang paling banyak memberikan umpan sebanyak 484 kali, 624 sentuhan, dan 56 kali sapu bersih.

3. Prestasi di timnas

Modric menjadi pemain Kroasia pertama yang meraih gelar Golden Ball di Piala Dunia 2018. Torehan tersebut ikut membut Modric melewati legenda Kroasia, Davor Suker yang hanya bisa mengantarkan negaranya finis di posisi ketiga pada Piala Dunia 1998.

Selain ketiga catatan di atas, ketimbang Ronaldo dan Griezmann, Modric juga memiliki peran vital dalam laga besar termasuk dalam final Liga Champions dalam tiga tahun terakhir.

Emang sih, total gol dan trofi yang diperoleh Modric masih di bawah dua pesaingnya. Namun mau gimana lagi, fanboy Ronaldo dan Griezmann harus ‘ikhlas’ karena mau gimana pun juga voting Ballon D’Or cuma dilakukan oleh jurnalis, bukan fans. He-he. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.