Senin, 15 Oktober 2018
Gaya HidupPiknik

Nyicip Kuliner Khas Prancis di Acara Good France, Kuy!

©Genmuda.com/2018 TIMPengunjung IFI, Selasa (13/3) mencicip sajian Prancis jelang Good France 2018, 21 Maret mendatang. ©Genmuda.com/2018 TIM

Genmuda – Sebanyak 40 restoran asal Indonesia berpartisipasi pada pameran kuliner Prancis, Good France keempat, 21 Maret 2018. Tersebar di 10 kota, Good France sajiin lebih dari 3.000 menu Prancis buat menggoyang lidah Indonesia.

Tahun lalu, acaranya diikuti oleh 22 restoran. Baik restoran baru ataupun lama, masing-masing chef tetep berkreasi menyesuaikan masakan khas Prancis dengan lidah Indonesia tanpa meninggalkan ciri khas restoran masing-masing.

Tahun ini, region Nouvelle-Aquitenne yang jadi sorotan. Winnalia selaku penanggung jawab Kantor Pariwisata Prancis Atout France bilang, menu khas region itu adalah unggas, terutama bebek. Ada juga ikan todak, tuna, cabai espellete, dan wine.

©Genmuda.com/2018 TIM
Winnalia presentasikan area Nouvelle-Aquitaine. ©Genmuda.com/2018 TIM

“Apalagi wine Saint Emillion yang telah masuk warisan budaya UNESCO,” tutur Winnalia.

Sebagian restoran menyajikan makanannya dalam konsep satu set fine dining, mulai dari pembuka, main course, hingga penutup, lengkap dengan wine pendampingnya. Ada juga restoran yang sajikan menu à la carte alias satuan.

“Gimana kalo gue gak bisa minum wine?”

©Genmuda.com/2018 TIM
Jajaran chef dan perwakilan restoran yang ikut serta event Good France 2018. ©Genmuda.com/2018 TIM

Kalo Kawan Muda pengen menikmati sajian Prancis secara utuh tapi gak bisa minum wine karena alasan apapun, ganti aja minuman itu dengan menu lain. Tiap restoran juga menyajikan minuman non-alkohol, kok.

Sedikit tips dari Executive Sous Chef Restoran Oku Hotel Indonesia, Cyril Jeannot, penikmat kuliner Prancis yang engga bisa minum wine baiknya mengganti minuman khas itu dengan teh hangat.

©Genmuda.com/2018 TIM
Contoh Salmon En Croute karya Bistro Baron. ©Genmuda.com/2018 TIM

“Tehnya bisa apapun. Teh hijau boleh, teh biasa pun tidak apa. Asalkan, tehnya hangat supaya merangsang lidah menjadi lebih sensitif untuk lebih menikmati suapan selanjutnya,” terang chef asal Nouvelle-Aquitenne.

Dia melanjutkan, “Tehnya juga jangan manis untuk menyeimbangkan rasa. Biarkan rasa manis yang paling manis berasal dari makanan penutupnya.”

Harganya masuk di kantong gak?

©Genmuda.com/2018 TIM
©Genmuda.com/2018 TIM

Yah, harganya sih relatif. Restoran Maple & Oak Jakarta sajiin menu à la carte dengan kisaran harga Rp 48 ribu – Rp 108 ribu untuk menu berbahan ayam. Lumayan masuk bujet jajannya anak-anak muda lah, ya.

Restoran lain yang sajiin menu set fine dining membanderol sajian Prancis dengan kisaran Rp 399 ribu – Rp 1 juta ++ per orang. Harganya emang terkesan mahal, tapi di situ tersedia set hingga lima menu makanan.

Masing-masing restoran mengadakan Good France dengan jadwal yang berbeda. Ada yang cuma sehari, ada yang berhari-hari. Namun, mulainya serentak 21 Maret. Jadwalnya bisa dilihat pada foto di atas loh, gaes.

Menu yang paling ramah lidah indonesia

©Genmuda.com/2018 TIM
Dubes Prancis untuk Indonesia dan Timor Leste Jean-Charles Berthonnet buka konferensi pers Good France di IFI Jakarta. ©Genmuda.com/2018 TIM

Berdasarkan presentasi di Lembaga Bahasa dan Kebudayaan Prancis (IFI) Jakarta, Selasa sore (13/3) dan wawancara Genmuda.com ke beberapa koki, tiap restoran memakai bahan baku khas Indonesia. Malah, ada restoran yang sajiin menu kombinasi Indonesia-Prancis.

Restoran Frank’s Bar & Smokehouse Kemang memasak makananan dan saus dengan berbagai rempat Indonesia. “Ada kencur, sereh, jahe, dan daun jeruk misalnya. Itu penting untuk mengangkat rasa daging sesuai selera lidah Indonesia,” kata Chef Derk Visser yang gak marah dipanggil Meneer atau Tuan Besar.

©Genmuda.com/2018 TIM
Classic Beef Rossini Style karya Bistro Baron. ©Genmuda.com/2018 TIM

Restoran itu gak menyajikan wine pada set fine diningnya. “Kalau mau pesan wine silakan. Kalau mau minuman non-alkohol, saya bisa menyarankan Virgin Marry, minuman tomat merah manis yang diberi sejumput garam, merica, dan serbuk bawang untuk memperkaya rasa,” kata Ellan Al, partner Chef Derk.

Chef Cyril juga pastiin restorannya menyajikan menu Prancis dengan selera Indonesia. “Di Oku Hotel Indonesia, kami punya 65 kru pencicip asal Indonesia. Rasanya pasti terjamin,” tutur dia.

©Genmuda.com/2018 TIM
Margot de Groot van Embden selaku Project Officer Good France 2018 ber sambutan. ©Genmuda.com/2018 TIM

Ada juga restoran Ninety-Nine Jakarta yang berani menyaling-silangkan sajian Prancis dengan bahan khas Indonesia. Restoran itu sajiin Tarte Gado-Gado, Sop Buntut Ravioli, serta Kelapa Jawa Creme Brule.

Duta Besar Prancis untuk Indonesia Jean-Charles Berthonnet berharap, acara ini membuat Prancis makin dicintai dan jadi daerah tujuan wisata. Tertarik mencoba, gengs? (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.