Rabu, 14 November 2018

Genmuda – Sempat terlibat banyak drama mulai rombak naskah, aktor, sampai sibuknya jadwal sutradara, gak bikin film “Bohemian Rhapsody” gagal diproduksi. Film yang menceritakan perjalan Queen dengan album fenomenalnya itu akhirnya menyapa penggemarnya pada akhir bulan Oktober ini.

Cerita filmnya emang gak terlalu fokus sama cerita di balik lagu “Bohemian Rhapsody”, melainkan tentang kebangkitan Queen, —khususnya pada kehidupan pribadi sang vokalis, Freddie Mercury (Rami Malek).

Dari band kampus hingga band legendaris

©20th Century Fox/2018
©20th Century Fox/2018

Brian May (Gwilym Lee) dan Roger Taylor (Ben Hardy) baru aja kehilangan bassist sekaligus vokalis band mereka yang memutuskan keluar dan membentuk band baru. Saat itulah Freddie datang dan menawarkan diri sebagai vokalis.

Keduanya sempat ragu karena penampilan Freddie dianggap kurang menarik. Tapi begitu mendengar suara Freddie, keduanya langsung sepakat untuk menjadikannya vokalis baru. Posisi pemain bass kemudian diisi oleh John Deacon (Joseph Mazzello). Penampilan keempat anak muda itu terbilang sukses dan berhasil dikenal publik lewat lagu-lagu hits mereka kayak “Keep Yourself Alive” dan “Killer Queen”.

Setelah bergabung dengan label EMI, konflik mulai datang saat mereka tengah menggarap album keempat “A Night at the Opera”. Saat itu personil Queen ingin mengabungkan genre opera, rock, dan ballad dalam musik mereka.

Sempat ragu, keinginan ngeyel dengan biaya rekaman yang mahal itu pun dituruti oleh manajer mereka saat itu John Reid (Aidan Gilen) dan pihak label, Ray Foster (Mike Myers). Berbagai eksperimen selama proses rekaman dilakukan hingga terciptanya lagu “Bohemian Rhasody” yang berdurasi 7 menit dan dianggap lagu terpanjang pada saat itu.

Ray menolak lagu tersebut dengan alasan gak akan ada radio yang mau memutar lagu selama itu. Ngerasa kreatifitasnya dibatasai, keempat personil Queen memutuskan keluar dari label yang udah membesarkan namanya.

Keputusan Ray saat itu kemudian menjadi blunder yang ia sesali seumur hidupnya. Kenyataannya, single “Bohemian Rhapsody” justru meledak di pasaran dan semakin melambungkan nama Queen.

Drama pada sosok Freddie Mercury

©20th Century Fox/2018
Rami Malek (Freddie Mercury) dan Gwilym Lee (Brian May) ©20th Century Fox/2018

Kejadian itu menjadi satu dari sekian banyak cerita yang dilalui oleh band asal Inggris itu dalam menciptakan lagu-lagu hits mereka. Lewat film ini pula kamu bisa tau dibalik terciptanya lagu “We Will Rock You”, “I’m in Love with My Car,” dan masih banyak lagi.

Selebihnya porsi cerita lebih nonjolin kehidupan pribadi sang vokalis yang rumit dengan segudang permasalahannya. Penonton diajak berkenalan dengan Freddie yang flamboyan lalu jatuh cinta dengan Mary Austin (Lucy Boynton), sukses, terus terjerumus menggunakan narkoba, menjadi seorang gay, menderita AIDS, kemudian bangkit dari keterpurukan.

Mungkin buat Kawan Muda yang berharap film ini bakal lebih mengulas cerita dari pemikiran Brian dan Freddie, —yang selalu menarik buat dibahas, pada lagu “Bohemian Rhasody” kurang bisa menjawab rasa penasaran kamu pada film ini. Walau sempat digambarin ‘sedikit’ porsi filmnya emang lebih berat untuk Freddie dengan gaya hidupnya sebagai bintang rock.

Kesimpulan

©20th Century Fox/2018
©20th Century Fox/2018

Secara keseluruhan “Bohemian Rhapsody” menampilkan perjalanan Queen selama 15 tahun hingga kembali comeback pada konser amal di Live Aid tahun 1985. Sedangkan porsi kehidupan Freddie adalah bumbu drama tersendiri untuk menghidupi cerita filmnya.

Terlepas dari sudut pandang yang ditawarkan, peran Rami Malek sebagai Freddie Mercury layak diacungi jempol. Dia berhasil menjadi bintang utama di film ini selayaknya peran Freddie Mercury, frontman ikonik dari band sebesar Queen.

Kalo pun ada yang kurang, mungkin ada pada perpaduan efek CGI penonton di Stadion Wembley yang masih terlihat kasar. Beruntung aja karena ada backsound lagu-lagu Queen, sehingga penonton lebih asik menikmati film ini layaknya sedang menonton konser Queen beneran.

Overall, Kawan Muda pecinta Queen atau pengen nonton sisi lain dari band legandaris ini dan Freddie Mercury gak ada salahnya buat menyaksikan film ini. Saran dari Genmuda.com silakan kamu film ini dalam studio dengan kualitas sound yang kece biar lebih khusyuk dalam menonton. Ingat ya, filmnya baru mulai tayang di Indonesia mulai tanggal 31 Oktober 2018.

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.